Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
BAB 28


__ADS_3

Sampailah Nina di suatu tempat yang gelap dan sangat kotor. Dia diseret keluar dari mobil, dimasukkan ke sebuah ruangan dan didudukkan dikursi, dengan tangan yang masih diikat dan mulut yang masib disumpal sapu tangan. Diruangan tersebut tampak sedikit terang karena ada lampu kecil. Nina baru menyadari bahwa yang membawanya adalah ayah Abizar. Nina merasa sangat ketakutan, air matanya terus membanjiri pipinya.


" Hai manis jangan menangis " kata ayah Abizar sambil menyeka peluh dipipi nina.


Nina pun menggerakkan kepalanya merasa jijik dengam sentuhan tangan laki-laki itu. Dia ingin berteriak tapi tidak bisa.


" Kenapa? kamu mau bicara.. Oke " ucap laki-laki itu sambil mengambil sapu tangan yang menyumpal di mulut nina.


" Kurang ajar mau apa kamu " teriak nina


" Oohh anak manis jangan berteriak. "


" kamu mau apa? " tanya nina lagi dengan suara bergetar karena menangis ketakutan.


" cup cup cup.. jangan menangis cantik. Aku kira kamu wanita yang kuat yang hebat sehingga kamu selalu menjadi penolong untuk anak dan mantan istriku. Ternyata kamu cengeng.hahaha... " ayah abizar itu berkata sambil tertawa lebar mengejek nina.


" kamu mau apa? " tanya nina lagi.


" aku mau kamu " jawab ayah abizar dengan keras dan mata membelalak.

__ADS_1


" Kamu selalu ikut campur urusanku. kamu selalu membantu Abizar. Dan aku tidak suka. Aku ingin anak dan mantan istriku hancur. Hancur seperti aku " imbuhnya lagi dengan sura agak bergetar, terlihat bahwa ayah abizar itu sedang mabuk.


" Dulu aku mencintai mereka, aku menyayangi mereka. Kami bahagia. Tapi semuanya hancur,aku kehilangan semua hartaku. Aku merasa mati saat itu. Aku sudah tidak punya apa-apa lagi." ayajmh abizar bercerita sambil tertunduk. Nina yang mendengarnya pun merasa haru.


"Tapi Mereka semua jahat. Aku tidak boleh judi,aku tidak boleh minum-minum padahal aku suka. Aku selalu memukuli mereka berdua, aku ingin mereka hancur. Biar mereka tahu bagaimana rasanya kehilangan. " Ayah abizar berteriak sambil memecahkan botol minuman yang ada di sebelahnya.


Nina pun menjerit dan menangis ketakutan.


" Hai Jon, bagaimana pekerjaanmu? " kata seseorang yang masuk ke ruangan tempat nina disekap.


" Hai bos, sudah beres. Ini dia perempuan yang selalu menggagalkan rencana kita " jawab Ayah abizar kepada laki-laki itu.


Nina yang tudak suka diperlakukan seperti itu segera meludahi wajah laki-laki tersebut.


" Kurang ajar " bentak laki-laki itu sambil menampar pipi nina. Nina pun menjerit kesakitan.


" Hai jon kamu tidak salah pilih, gadis ini sangat menyenangkan. Dia lebih baik dari mantan istrimu yang kamu jual itu " kata laki-laki itu kepada ayah abizar.


Mendengar ini nina pun faham bahwa laki-laki yang telah dia ludahi adalah psikopat yang telah menyekap bunda abizar.

__ADS_1


" Jaga dia jon, aku ada urusan " kata laki-laki itu berlalu meninggalkan ayah abizar yang merasa puas karena pekerjaannya bagus.


******


Di rumah nina


Dewo memarkir mobilnya di teras rumah nina, dia akan menjemput nina. Namun dari dalam rumah mama nina tampak panik berlari menemui Dewo.


" Dewo dimana nina ? " tanya mama panik.


" loh tante ini saya mau menjemputnya " jawab dewo


" Nina belum pulang, handphone nya tidak aktif. Tante suruh Pak Mamat untuk ke sekolah jemput nina katanya disekolah tidak ada orang tapi mobil nina masih ada. Tante khawatir sekali nak.. " mama nina bercerita sambil berkaca-kaca.


" tante tenang ya.. " kata dewo menenangkan.


Dewo pun segera menghimpun orang-orangnya untuk mencari keberadaan nina.


" Saya minta temukan nina sesegera mungkin. " bentak dewo di telfon.

__ADS_1


****Selamat membaca semuanya, jangan lupa komen ya*****


__ADS_2