Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
BAB 20


__ADS_3

Malam hari Nina masih belum bisa memejamkan mata, dia masih terbayang-bayang dengan wajah Abizar saat mengucapkan kalimat yang membuat Nina tertohok.


Banyak sekali fikiran yang menghantui otak Nina, dari fikiran yang positif sampai fikiran negatif bahkan negatif pangkat tiga (kalau pangkat dua jadinya positif guys,hehe). Kemudia dia teringat kalau pernah bertukar nomor handphone dengan bunda Abizar. Segera dia mengambil handphone dan mulai mengetikkan beberapa kalimat di whatsapp dan mengirimnya ke bunda.


Assalamualaikum..


*Bunda, ini Nina. Apa Abizar sudah tidur?


Waalaikumsalam bu Nina..


Belum bu, Abizar masih belajar. Tadi sore dia mengantar saya ke rumah sakit. pulang dari rumah sakit dia langsung belajar.


Oohh.. Bunda tolong bilangin ya kalau belajar jangan sampai kecapean, kesehatannya dijaga.


iya Bu Nina terimakasih..


Tapi sepertinya Abizar sudah terbiasa seperti ini bu. Kalau saya larang dianya yang maksa. Katanya ingin menang olimpiade biar bunda sama bu nina bahagia.


Ya Allah,, anak itu bun..


Yasudah terimakasih bunda.

__ADS_1


bunda istirahat ya biar cepat sembuh.


Terimakasih bu nina*


Nina terus menscroll pesan whatsappnya bersama bunda. Ada rasa perih di hatinya setelah tau keinginan terbesar Abizar adalah menang olimpiade untuk membahagiakan dirinya dan bunda. Tanpa terasa meneteslah air mata yang sempat ditahannya.


******


Keesokan harinya seperti biasa Nina masuk ke kelas. Dan yang imgin dia lihat pertama kali adalah Abizar.


Nina tidak pernah membedakan murit-muritnya, dikelas dia berusaha untuk seadil mungkin. Meskipun tidak bisa dipungkiri kalau dia lebih sering menghabiskan waktu dan lebih peduli dengan Abizar. Namun Nina tetap berusaha seadil mungkin dengan semua muritnya


Nina pun segera memulai pelajaran hari ini, namun tiba-tiba bruukk, suara anak terjatuh. Ternyata itu adalah Abizar, dia pingsan dan terjatuh. Melihat hal tersebut , Nina langsung berlari ke arah Abizar. Dia memeriksa keadaan Abizar. Semua anak panik, apalagi Nina. Meskipun Nina adalah guru tapi gak ada salahnya kan dia panik, Nina perempuan kecil pula misal gendong Abizar dia pasti tidak kuat. Lagian Abizar pingsan juga pasti karena kecapean belajar. Nina tidak bisa berfikir apapun waktu itu.


Tiba-tiba muncul Pak Alfin, dengan sigap Pak Alfin menggendong tubuh Abizar dibantu dengan beberapa anak laki-laki.


Nina sedikit lega dengan datangnya laki-laki itu di saat seperti ini. Kemudian mereka berlarian menuju UKS. Disana Abizar disambut oleh dokter dan perawat yang berjaga di sekolah. Abizar diperiksa dan dipasang selang oksigen. Nina tidak beranjak dari tempatnya, setiba Abizar di UKS dan ditidurkan di ranjangnya Nina tak berhenti memegang tangan Abizar. Perasaannya berkecamuk.


Abizar pingsan cukup lama, mungkin sekitar 25menit. Fihak sekolah sudah akan membawanya ke rumah sakit. Namun akhirnya Abizar tersadar. Dia terlihat lemas dengan wajah pucat. Orang-orang yang ada di UKS pun tersenyum lega.


" Abizar, kamu mau apa? " tanya Nina sambil memijit tangan Abizar. Gak ngaruh juga sih buat kesehatan Abizar tapi cuma itu yang bisa Nina lakukan.

__ADS_1


Abizar menggeleng lemah.


" Abizar minum ini ya " kata salah seorang yang juga ada di situ sambil menyodorkan teh hangat kepada Nina karena Nina lah yang posisinya sangat dekat dengan Abizar.


Nina mengambil gelas itu, dan memasukkan sedotan di gelas tersebut ke mulut Abizar. Nina tersenyum manis sekali. Abizar pun meneguk teh itu.


" Manis " batin Abizar.


(Ya jelas manis lah, minumnya ditemanin senyum Nina. Kapan-kapan minumnya ditemenin senyumnya Author ya Bizar..)


" Gimana, udah enakan badannya? " tanya Nina yang tahu Abizar sudah kuat menggerakkan tubuhnya. Uang dijawab dengan senyuman dari Abizar


" Jangan banyak gerak, kamu tidur aja disini. Jangan kemana-mana ya.. Bentar lagi bel pulang sekolah. Nanti ibu yang antar kamu pulang. " kata Nina dengan nada mengomel.


" Gak usah bu " tolak Bizar.


" Enggak boleh nolak " seru Nina yang kayaknya sih dia marah. Bizar aja sampai takut lihat wajah Nina.


" Ibu mau ke kelas dulu, kamu tidur " kata Nina dengan suara yang di tekankan di kata terakhir.


Bizar sudah tidak bisa apa-apa lagi selain menuruti perkataan Nina. Nina sekarang berubah jadi singa. Mungkin itu yang ada di fikiran Abizar.

__ADS_1


__ADS_2