
Sambil menunggu hasil CT Scan, nina mengajak abizar makan di kantin rumah sakit.
" Abizar kamu mau makan apa? " tanya nina.
Abizar yang dari tadi merasa lapar langsung sumringah karena di depannya berjajar banyak makanan.
" Aku mau ini sama ini sama ini sama ini sama ini ya bu " ucap Abizar sambil menunjuk makanan di depannya dengan
semangat.
Nina tertawa melihat tingkah Abizar, kemudian memesan makanan yang diminta Abizar. Mereka duduk di meja kantin sambil menunggu makanan datang.
Setelah makanannya datang, Abizar segera melahap makanannya dengan semangat.
" Enak bu, laper juga " kata Abizar sambil terus memasukkan makanan ke mulutnya.
" Iya.. hati-hati makannya. gak ada yang minta. awas tersedak " kata nina sambil memberikan minuman ke Abizar.
Selesai makan, mereka pun kembali ke ruangan tadi.
Drrtt..drrt... handphone nina berbunyi, di layr itu tertera nama Mas Dewo.
" hallo "
" *nina kamu dimana? malam ini bisa ketemu? "
" malam ini ya... gak bisa mas, ini nina lagi ada di rumah sakit. "
__ADS_1
" kamu kenapa nin? kamu sakit? "
" enggak... ini nina cuma nganterin Abizar . dia tadi kesakitan.
" aku kesana ya temenin kamu"
" gak perlu mas, ini bentar lagi selesai tinggal nunggu hasil ct scan "
" yang benar??"
" iya mas... "
" yaudah jaga diri baik-baik, kalau ada apa-apa hubungi mas ya "
" siap* "
Kemudian mereka mengakhiri percakapan telfonnya.
" Bagaimana dok? " kata nina.
Dokter pun menjelaskan tentang gumpalan darah di kepala Abizar. Gumpalan darah tersebut yang menyebabkan Abizar sakit kepala hebat. Sebingga gumpalan itu harus diambil dengan cara operasi.
" Apa harus operasi dok? " tanya nina.
" iya, dan harus segera dilakukan operasi karema kalau tidak pasien akan terus menerus mengalami sakit kepala dan akan menyebabkan terganggunya kerja otak. Itu akan sangat fatal akibatnya, mengingat pasien masih anak-anak.
Nina tidak bisa memutuskan apa pun, dia harus berunding dengan bunda.
__ADS_1
Kemudian nina keluar dari ruangan dokter itu dan mengantar Abizar pulang. Sesampainya di rumah Abizar, nina menceritakan semua yang dokter katakan kepada bunda dan juga kepada Abizar.
" iya bu nina Abizar harus sembuh, Abizar akan melakukan operasi itu. " kata bunda.
" Tidak bunda, Abizar baik-baik saja. Yang sakit itu bunda bukan aku. " kata Abizar.
" Abizar, jangan membantah bunda " jawab Bunda keras.
" Bun... kita gak punya uang. Bunda juga sakit. Abizar kuat kok. Abizar gak apa-apa " ucap Abizar lirih sambil memeluk bundanya.
Bunda pun meneteskan air mata mendengar ucapan Abizar. Abizar menghapus air mata
di pipi bundanya..
" Abizar... bunda akan berusaha nak. Yang penting kamu sembuh " kata bunda lagi kekeh.
Nina yang melihat pemandangan itu menjadi iba. Air matanya pun menetes. Tiada henti-hentinya dia mengagumi Abizar. " anak ini kuat sekali, dia terbuat dari apa. " gumamnya.
Nina pun beranjak dari duduknya menuju ibu dan anak yang kini sedang saling memeluk.
" Bunda.. serahkan semua pada nina. Nina akan mengurus semuanya. Bunda tenang ya. bunda juga harus sehat untuk Abizar. Dan Abizar kamu harus tetap menjalani operasi ini. " ucap nina.
" Tapi bu.. " jawab bunda dan Abizar bersamaan.
" Tidak apa-apa bunda. Nina mohon jangan menolak " pinta nina.
Bunda pun memeluk nina.
__ADS_1
" Terimakasih bu nina " ucap bunda lirih.
Kemudian mereka berdua memeluk Abizar sambil berkata " Abizar harus sehat " bersamaan.