Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
BAB 15


__ADS_3

Nina kembali masuk ke kelas, disana murit-murit sudah siap menyambutnya apalagi Gilang yang sudah tidak sabar bertemu guru cantiknya.


" Selamat siang,, gimana istirahatnya? jajan apa aja tadi? " tanya Nina memulai obrolan.


" Jajan banyak banget bu, perut aku sampai besar gini " jawab Gilang sambil menunjukkan perut buncitnya.


" Emang udah besar dari orok kalau itu mah " saut Yasmin sewot.


" Biarin, yang penting kan tetap keliatan ganteng. Ya kan bu Nina ? " celoteh Gilang sambil melihat ke arah Nina.


" Dasar halu, huuuu " teriak Yasmin yang diikuti oleh seluruh teman-temannya.


" Sudah anak-anak sudah " Nina menengangkan. Tak lama kelas tersebut menjadi hening karena anak-anak sangat menurut dengan Nina.


" Bu Nina mau ngasih pengumuman nih, jadi bulan depan sekolah kita mau ikutan olimpiade matematika, IPA, dan hahasa inggris. Ibu mau mendata siapa dari kelas kita yang mau ikutan. Terus nanti dari sekolah akan diseleksi, yang terbaik akan mewakili sekolah buat ikutan olimpiade. Kalian mau? "


" Aku mau bu "


"Aku ikut bu "


"Aku ikut IPA aja bu "

__ADS_1


" Aku ikut bahasa inggris "


" Aku IPA "


" Oke, Ibu tulis ya... "


Nina pun melist siapa saja murit yang ingin ikut olimpiade. Namun dia heran karena tidak satupun anak yang memilih pelajaran matematika.


" Kok gak ada yang mau matematika ya? " tanya Nina kepada murit-muritnya.


" Ya elah bu, kalau kita pilih matematika itu namanya cari kekalahan sebelum bertanding " jawab Iqbal.


" Kok bisa " tanya Nina heran.


Nina pun melihat Abizar, dia senyum-senyum salah tingkah. Sedikit rasa tidak percaya menghantui Nina, emang Abizar bisa? Bagaimanapun juga dia guru baru disitu jadi wajarlah kalau dia merasa ragu, melihat latar belakang Abizar juga yang pastinya susah sekali untuk mempercayai hal ini. Namun dia tepiskan rasa itu dia memilih lebih menghargai murit-muritnya.


" Baiklah,, Abizar mau ikut matematika? " tanya Nina pada Abizar, yang dijawab dengan anggukan dan senyuman darinya.


" Ok, Ibu tulis nama kamu yaa.. " kata Nina sambil menulis nama Abizar di kertas.


*******

__ADS_1


Bel pulang sekolah telah berbunyi, anak-anak berhamburan keluar dari kelas dengan rasa senang. Begitupun Nina karena dia akan menghabiskan sisa harinya bersama Dewo. Nina menunggu Dewo di dekat pos satpam sekolah. Tak lama Dewo pun datang dengan mobilnya. Nina segera masuk ke mobil Dewo, merekapun melaju memasuki kota dan memberhentikan mobilnya di sebuah mall elit di kota tersebut.


" Kita lihat film yang itu saja mau ? " tanya Dewo menawarkan


" Jangan ahh, itu horor. Gimana kalau yang ini aja. " Nina menunjukkan judul film romantis.


" Baik tuan putri " kata Dewo yang membuat Nina tersipu.


Selesai melihat film mereka makan malam di foodcourd mall tersebut.


" Nina gimana Abizar ?" tanya Dewo sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


" Dia baik.. " Jawab Nina yang kemudiam menceritakan semua yang terjadi kemarin di rumahnya Abizar.


Dewo memgangguk - angguk mendengarkan cerita Nina.


" Nin, sebaiknya kamu hati-hati " kata Dewo mulai khawatir.


" Kenapa? kok aku? " tanya Nina.


"Hati-hati makannya buar gak keselek " saut Dewo tertawa. Dewo tidak mungkin mengatakan kekhawatirannya pada Nina, dia takut Nina menjadi stres. Namun dia berjanji pada dirinya sendiri akan menjaga perempuan di depannya tersebut.

__ADS_1


" Ihh mas Dewo apaam sih, bikim deg deg an aja " ucap Nina yang tadi hampir jantungan dibuatnya.


Tak terasa malam semakin larut, mereka pun meninggalkan mall tersebut. Dewo mengantarkan Nina pulang ke rumahnya. Namun saat mobilnya akan meninggalkan rumah Nina, Dewo melihat sekilebat bayangan hitam sedang mengawasi rumah tersebut. Dewo menghentikan mobilnya, kemudian menelpon orangnya untuk mulai berjaga di rumah Nina malam ini. Tak lupa dia juga menelpon Ayah Nina meminta ijin untuk melakukan hal tersebut. Dewo hanya ingin Nina aman.


__ADS_2