Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
BAB 23


__ADS_3

Nina dan Abizar berjalan menuju parkiran mobil, mereka masuk ke dalam mobil. Nina pun melajukan mobilnya menuju ke rumah Abizar. Di sekolah ternyata masih terdapat beberapa orang wali murit yang sempat melihat kebersamaan Nina dan Abizar. Ada rasa tidak suka dari orang-orang itu.


" Itu bu nina guru baru itu kan " kata salah seorang wali murit.


" iya.. tapi kok dia bawa Abizar ya.. Akrab banget kayaknya " saut wali murit yang lain.


" iya,kata anakku mereka kalau di sekolah deket banget "


" bu nina juga kan yang bantuin Abizar dan bundanya dari ayahnya Abizar. Bu nina juga yang nolongin Abizar waktu kecelakaan "


" Abizar kan anaknya emang pinter. mungkin bu nina suka sama anak pinter kali


" Aduhh,,coba kalau anak lain yang kecelakaan dan punya masalah kayak abizar. apa bu nina mau bantuin? pasti gak mau "


*******

__ADS_1


Sesampainya di gang rumah Abizar, Nina tidak meninggalkan Abizar seperti biasanya. Namun Nina mengikutinya sampai di rumah. Nina takut kalau Abizar jatuh lagi. Abizar tidak bisa menolak karena hari ini Nina selalu pasang wajah singa sehingga Abizar jadi takut dan segan buat nolak permintaan Nina.


"Assalamualaikum... Bunda..." salam Abizar dari luar.


" Waalaikumsalam.. " jawab bunda dari dalam.


Abizar masuk ke dalam rumah, dan tidak lupa mempersilakan Nina masuk. Bunda berjalan ke ruang tamu dan melihat Nina ada bersama anaknya.


" Bu nina kok nganter Abizar sampai sini? " kata bunda sambil menyalami nina.


" Tuh kan, Abizar sih gak nurut kalau dibilangin bunda. Kalau tidur jangan malam-malam biar gak terlalu capek. " omel bunda sambil melihat Abizar yang telah selesai ganti baju.


" Gak tidur malam-malam kok bun " bela Abizar.


" iya gak malam tapi pagi " saut bunda ngasal yang diikuti oleh tawa ringan dari Abizar dan Nina.

__ADS_1


" Abizar habis ini istirahat aja ya.. gak usah belajar. biar besuk bisa fres, dan bisa menang olimpiadenya. Bu nina yakin Bizar pasti bisa " ucap Nina sambil tersenyum penuh keyakinan.


" Iya bu.. " jawab Abizar.


" Yaudah bu nina pulang dulu ya Bizar, bunda saya pamit pulang dulu " kata Nina berpamitan.


" Kok cuma sebentar bu " kata Abizar.


" Ih,, kamu ya maunya sama bu nina terus.. Biarin bu nina pulang hari udah mulai gelap. Kasian kalau bu nina kemaleman " ucap bunda yang membuat pipi Abizar memerah. Nina hanya tersenyum mendengarnya.


Kemudian Nina melangkahkan kaki keluar menuju ke tempat mobilnya terparkir. Sesampainya di lapangan tempatnya parkir, Nina merasa seperti ada orang yang membuntutinya di belakang. Nina menoleh ke segala penjuru yang kebetulan sudah gelap. Namun dia tidak melihat seorang pun disana. Nina memberanikan diri, dia segera masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya meninggalkan lapangan tersebut.


Setelah mobil Nina melaju, nampak seorang laki-laki berpaikan hitam yang keluar dari balik semak-semak. Dia menatap mobil Nina yang mulai menjauh dari pandangan dengan tajam. Kemudian dia mengeluarkan sunggingan senyum dari bibirnya. Senyum yang penuh arti.


Yaa dialah yang dari tadi memperhatikan Nina dan Abizar, yang juga mengikuti Nina saat dia berjalan sendiri dari rumah Abizar menuju parkiran mobil. Kemudian bersembunyi di semak-semak setelah Nina mulai menyadarinya.

__ADS_1


__ADS_2