Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
BAB 43


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti biasa Nina melajukan mobilnya ke sekolah. rona bahagia terlihat sekali dari wajahnya, senyum manisnya tidak pernah lepas dari bibir cantik itu. Meskipun dia sendirian di mobil, tapi tetap saja dia senyum-senyum sendiri. Dia mengingat kejadian tadi pagi di meja makan saat mama dan papa menggodanya.


*flashback nina*


sebelum berangkat ke sekolah nina sarapan bersama mama dan papanya.


" wahh pa, semalam kayaknya ada sesuatu yang nempelin anak kita deh. tu dia dari tadi senyum-senyum sendiri. Nina kamu sehat kan nak? " celoteh mama.


" iihh mama apa-apaan sih.. aku sehat kok" jawab nina


" nah itu ngapain kamu senyum-senyum sendiri dari tadi. Nasi yang dipiring lucu ya nin?" tanya mama lagi sambil tertawa.


" mama... ahh,,siapa juga sih yang senyum-senyum. aku biasa aja kali. "


" ketempelan setan cinta itu ma " seloroh papa ikut-ikutan.


" ihh papa kok ikit-ikutan sih " nina menatap papanya manja.


" waahhh,, kalau setan cinta udah melekat nasi di piring jadi badut ya nin dari tadi disenyumin mulu" imbuh mama makin menggoda.


"iihhh mama..... " seru nina. dan semua yang ada di meja makan tertawa bahagia melihat kebahagiaan nina.


*flashback off*


Sesampainya di sekolah seperti biasa nina disambut dengan sukacita oleh murit-murit kecilnya.


" Bu nina kayaknya bahagia sekali hari ini" seru Yasmin di sela-sela belajar.

__ADS_1


" oo iya.. " jawab nina tersenyum.


" iya, bu nina tampak makin cantik" imbuh yasmin.


" yasmin juga cantik sekali " kata nina sambil memegang pipi yasmin. yasmin pun tersenyum.


Drrttt...drrt...


handphone nina bergetar ada pesan masuk, nina membiarkannya karena ini masih di dalam kelas proses belajar mengajar.


Saat jam istirahat, Nina pun membuka pesan yang dia terima tadi.


"Dari mas dewo" gumamnya dalam hati.


sayangku sedang apa?


membaca pesan itu membuat jantung nina hampir copot. senyumnya semakin tidak bisa dikendalikan. Menyadari hal itu nina melirik ke kenan dan ke kiri, dia tidak mau sampai orang lain melihat tingkah bodohnya. Kemudian pelan-pelan dia membalas pesannya.


namun nina segera menghapus pesan itu.


" kaku banget " gumamnya.


di sekolah sayang


nina pun menghapus lagi.


"genit banget " gumamnya lagi.

__ADS_1


di sekolah, mas dewo sedang apa?


"udah pas belum ya..? ahh biarin lah kirim aja. " gumamnya lagi.


Tak lama handphone nina bergetar lagi.


lagi kangen sama kamu


"hahhh,,mati gue. dibalas gimana nih"


sama, send


" wahh,,, bodoh banget sih. masak aku cuma jawab gitu. bodoh bodoh bodoh " gumamnya sambil memukul mukul kepalanya.


" bu nina baik-baik aja?" tanya pak alfin yang tiba-tiba nongol di sebelahnya.


" ahh gakpapa pak alfin " jawab nina salah tingkah.


"beneran?? " tanya Alfin lagi. pasalnya dari tadi dia melihat tingkah laku nina yang tidak seperti biasanya.


" iya pak alfin saya baik-baik saja, permisi bel nua udah bunyi. saya ke kelas dulu " jawab nina sambim pergi menghindari alfin. dia tidak mau alfin tanya-tanya terus karena dia bingung mau jawab gimana.


Alfin memandang nina yang pergi meninggalkannya dengan tatapan nanar. dia sadar sesadar-sadarnya kalau cintanya bertepuk sebelah tangan. sabar ya pak alfin..


sebelum masuk ke kelas nina melihat handphonenya lagi sekilas. di bukanya pesan dari dewo.


*i love you

__ADS_1


i love you more* send


" hahh,,,kekirim deh.. wahh... maluuu" gumam nina


__ADS_2