
" Bu nina kenapa?" tanya Abizar kepada nina.
" Bu nina gak papa, cuma kecapekan aja " jawab nina.
" ibu sih, udah dibilangin juga sama Gilang. Bu nina itu emang harus istirahat " saut Gilang yang dari tadi juga ikut bersama Abizar menemani nina.
" iya Gilang, maaf ya tadi ibu gak ngikutin saran kamu " ucap nina memelas sambil melihat Gilang.
" Ahh bu nina, gak usah minta maaf. Aku kan klepek-klepek jadinya " kata Gilang sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya melumer. Semua orang yang ada di situ tertawa melihat kelakuan Gilang.
Tak lama kemudian mama nina dan dewo datang ke sekolah, mereka langsung masuk ke ruang UKS. Mama nina mendapat berita nina pingsan dari Pakdhe Haris yang langsung meminta dewo untuk mengantarnya ke sekolah.
" nina kamu gak papa nak ? " tanya mama nina khawatir.
" nina bagaimana keadaan kamu? " tanya dewo yang berada di sebelah mama nina.
__ADS_1
" Aku gak papa, udah baik-baik aja sekarang. Makasih mas dewo udah nganter mama kesini. Yuk, kita pulang sekarang " ajak nina.
Setelah berterimakasih kepada semua yang ada di situ, nina pun beranjak pulang. Namun sepertinya dia masih belum kuat untuk berdiri, saat kakinya menyentuh tanah tiba-tiba keseimbangannya tidak stabil dan dia hampor jatuh. Untunglah Dewo dengan sigap menahan tubuhnya, dan kemudian menggendong nina sampai ke mobil.
Semua yang ada disitu memandang nina dan Dewo dengan sedih. Betapa tidak, guru cantik yang diidolakan para guru dan juga murit-muritnya digendong oleh laki-laki lain. Terpoteklah hati mereka. Hati Abizar, hati Pak Alfin, hati Gilang, dan masih banyak hati-hati lain yang saat ini hancur berkeping-keping. Kemudian Gilang mendeklarasikan bahwa hari ini adalah hari terpotek sedunia.
Sesampainy di rumah, mama nina memanggil dokter keluarga untuk memeriksa keadaan nina. Nina pun diminta untuk beristirahat selama beberapa hari lagi di rumah.
Dua hari kemudian murit-murit nina berinisiatif untuk mengunjungi Nina dirumahnya. Abizar juga ikut, dia yang laling semangat karena dia sangat merindukan gurunya itu.
" Benar ini rumahnya? " tanya salah seorang anak saat berada di depan rumah nina
" Besar banget ya rumahnya bu nina " kata Iqbal kagum.
Kemudian mereka mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk oleh mamanya nina yang kebetulan membukakn pintu.
__ADS_1
" ehh murit-muritnya bu nina ya.. Sini masuk dulu. Ibu panggilin bu nina ya dia masih di kamar" kata mama nina.
Anak-anak itu menunggu nina di ruang tamu yang megah itu. Semua anak yang ada di situ tak berhenti berdecak kagum dengan interior rumah nina.
Tak lama nina pun keluar, anak-anak berhampur menyalami dan memeluk nina.
Nina senang sekali dengan kehadiran mereka, karena nina pun juga merasa kesepian tanpa mereka.
Mereka menumpahkan semua keluh kesahnya kepada nina. Ada yang bilang rindu, ada yang bilang gak semangat kalau gak ada nina, ada yang bilang gak pengen sekolah kalau gak ada nina.
Nina sangat dekat dengan murit-muritnya, sehingga kehadirannya sangat dinantikan oleh mereka.
Kemudian pembantu nina datang membawa makanan dan minuman yang enak-enak.
" Wahhh,, enak banget ini " cceletuk Gilang.
__ADS_1
" ayo dimakan " seru nina kepada mereka.
Mereka pun langsung memakan semua makanan yang ada di situ tanpa sisa. Sampai nina memanggil pembantunya untuk mengambil makanan lagi