Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
BAB 13


__ADS_3

Keesokan harinya di sekolah


Pagi hari saat masuk ke dalam kelas 5A SD Tunas Bangsa Nina dikejutkan oleh pemandangan yang begitu indah menurutnya. Beberapa anak sedang berkumpul di meja Abizar sepertinya mereka seru sekali ngobrolnya sampai-sampai mereka tidak sadar melihat kehadiran gurunya. Tapi Nina tidak ambil pusing, dia sudah cukup senang karena teman-teman Abizar sudah mulai bisa menerimanya di kelas. Namum di sudut yang lain, Nina melihat Andi murung. Iyaa, Andi mumgkin dia masih merasa tidak enak telah menyinggung perasaan Abizar kemarin.


Sayup-sayup Nina menguping apa yang mereka obrolkan.


" Enak banget sih kamu Bizar, aku juga pengen kayak gitu " kata Iqbal dengan wajah pengennya.


" Mana mungkin sih di dunia kayak gini ada peri. Bizar ngarang pasti " celetuk Yasmin.


" Pasti perinya cantik banget ya.... titipin salam aku buat dia dong Bizar. Bilang aja kalau Pangeran Gilang menunggu di sekolah " saut Gilang. Murit Nina yang paling lucu di kelas.


" Gak bisa, peri aku adanya di dalam hati aku. Gak bisa titip-titip salam dan gak mau ketemuan sama kamu. " goda Abizar kepada teman-temannya yang membuat mereka teriak kecewa.


" Gak mungkin, Bizar pasti bohong. Cantikan mana sama aku zar? " celetuk Yasmin tetap tidak percaya terlihat sekali kalau dia cemburu.


" Cantikan peri aku lah " kata Abizar sambil tertawa diiringi riuh suara gaduh di kelas.


Nina yang masih berdiri sambil menguping tiba-tiba sadar akan posisinya sebagai guru. Kemudian membuat suara deheman yang agak keras. "hhmmm...hhhmmmm.... "


Anak-anak yang baru mengetahui ada Nina di kelas seketika langsung berhamburan ke bangku masing-masing. Abizar tersenyum melihat Nina. Nina pun membalas senyuman manis Abizar dengan senyum cantik yang terlampau cantik. (kayak senyumnya author,hehe)


" Enak banget sih ngobrolnya, sampai Bu Nina dicuekin. Ngomongin apa sih " protes Nina kepada murit-muritnya. Meskipun dia tahu kalau mereka baru saja membicarakan peri.

__ADS_1


" Ngomongin peri bu, Abizar punya peri yang cantik katanya. Bu Nina mau gak jadi peri aku? " ucap Gilang dengan wajah memelas dan dibuat-buat se melting mungkin.


"Jangan Bu Nina, kalau sama Gilang gak enak. Gilang gendut makannya banyak. Mending jadi peri aku aja. " saut Iqbal dengan senyum dan model bibir nungging yang di buat-buat.


Seisi kelas dibuat gaduh karena tingkah ke dua anak tersebut. Nina pun tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya memegang perut menahan sakit akibat tertawa.


Setelah kondisi kelas sudah agak kondusif, Nina mulai bertanya " Emang siapa yang punya peri? "


" Abizar bu, dia bilang kalau dia punya peri. Saat dia kesusahan perinya selalu datang. Perinya cantik banget katanya. Perinya juga yang jagain dia di rumah sakit waktu dia kecelakaan " cerita Yasmin dengan wajah agak sewot karena cemburu. Yasmin memang tertarik pada Abizar.


" yang benar Bizar? tanya Nina dengan menahan senyum danenatap Abizar.


Abizar menunduk malu, malu dengan cerita bohongnya dan sangat malu karena Nina pasti tahu kalau peri itu adalah dirinya.


Nina pun mulai menerangkan tentang Kerajaan Sriwijaya. Dia sedikit memberikan cerita kepada muritnya. Namun tiba-tiba...


" Bu Nina munduurrr.... " kata Iqbal yang sangat membuat Nina kaget.


" Ada apa Iqbal? " tanya Nina sambil memundurkan langkahnya.


" Ibu cantiknya kebangetan.... " saut Iqbal sambil tersenyum puas. Sementara Nina tersipu malu mengetahui bahwa dia telah digombali oleh muritnya.


Seisi kelas dibuat heboh kembali, namun dengan cepat Nina berhasil menenangkan semuanya. Dan dia melanjutkan cerita tentang Kerajaan Sriwijaya sampai selesai kemudian membuka sesi tanya jawab.

__ADS_1


" Ibu Nina" panggil Gilang.


" Iya Gilang, kamu mau tanya apa? " Nina siap-siap menerima pertanyaan dari Gilang.


" Ibu, hari ini kenapa pakai baju warna hijau? " tanyanya


" Hijau dari mana, ini kan kuning Gil " jawab Nina heran, karena memang hari ini dia memakai atasan kuning dan rok warna senada.


" Oh kuning ya bu , ternyata benar ya bu kata orang kalau cinta itu buta. " saut Gilang yang langsung diteriaki oleh teman-temannya.


"Dasar halu.... " teriak Yasmin.


Nina semakin tidak paham dengan apa yang terjadi di kelas hari ini. Namun dia cukup puas karena hari ini dia melihat semua muritnya bahagia, begitu juga Andi. Dan Abizar tentunya yang dari tadi ikut tertawa bersama teman-temannya.


Teettt...teettt bel istirahat berbunyi. Semua anak berhambur keluar kelas.


" Bizar... " panggil Nina pada Abizar yang dilihatnya dia tidak ikut teman-temannya krluar.


" Kok kamu gak keluar? kamu gak ikut teman-temanmu jajan? "


" enggak bu, tadi bunda udah bawain bekal. " kata Abizar sambil menunjukkan bekalnya. "Ibu Nina mau? " imbuhnya lagi.


" Makasih,, ibu sudah makan tadi " ucap Nina tersenyum.

__ADS_1


" Bizar... Ibu boleh kenalan sama ibu peri kamu gak? " tanya Nina menggoda Abizar dan kemudian berlalu meninggalkan kelas dengan senyum lebar di bibirnya. Tentu saja wajah Abizar merah karena menahan malu. Dan Nina suka itu.


__ADS_2