
"Nina pelan-pelan makannya nak" kata ayah Nina. Karena Nina terlihat terburu-turu dan terus memasukkan roti ke mulutnya meskipun mulutnya masih penuh.
"hmm... iya Ayah.. Nina sudah agak telat" jawab Nina sambil mengunyah makanan yang membuat suaranya terdengar seperti monster. "Yaudah Nina berangkat dulu ya Ayah" kata Nina sambil meneguk susu di gelasnya. "Mama,Nina berangkat" kata Nina. kemudian Nina menghampiri Ayah dan Mamanya yang mencium punggung tangan orangtuanya.
"Iya hati-hati" jawab ayah.
"hati-hati sayang semoga hari pertama di sekolah lancar" kata mama Nina. yang diikuti oleh ciuman Nina di pipi mamanya.
Nina memang anak tunggal di keluarga tersebut. Namun bukan berarti dia anak yang manja. Dia cukup bertanggungjawab dengan semua yang dilakukan. termasuk keinginan untuk menjadi guru.
*******
Di SD Tunas Bangsa
"Anak-anak bapak punya kejuatan untuk kalian" kata Pakdhe Haris saat masuk dikelas 5A dan diikuti Nina.
"Kejutan apa?" tanya anak-anak bersamaan.
"Bapak punya guru baru buat kalian, kalian mulai sekarang belajar dengan bu guru yang cantik ini" kata Pakdhe Haris sambil melirik Nina di sebelahnya. nina pun tersenyum.
"Sekarang kalian kenalan sama bu guru ya,bapak tinggal dulu" kata Pakdhe Haris.
"iya paakk.." jawab anak-anak serempak. diikuti dengan Pakdhe Haris yang meninggalkan kelas.
__ADS_1
Nina merasa sedikit gugup dan kikuk. Bagaimana tidak 30anak usia 10 sampai 11 tahun sedang duduk didepannya. mata mereka tidak berhenti memandang Nina dengan tatapan tajam yang tidak bisa ditebak.
"Halo anak-anak selamat pagi" sapa nina.
"pagi...." jawab anak-anak serempak.
"Hai,perkenalkan nama ibu...." belum selesai nina memperkenalkan diri salah seorang muritnya menyela
"Nama ibu Nina kan, Karenina." sela salah seirang anak laki-laki
"Iya benar,, kok kamu tahu?" kata nina heran. karena seingatnya Pakdhe Haris tidak menyebutkan namanya.
"Tau dong... Gilang" jawab anak laki-laki tersebut sambil menyunggingkan bibirnya ke kanan. Nina dibuat geli melihatnya.
" Bu Nina kayaknya Pak Haris salah milih guru deh" kata murit laki-laki lainnya. Yang nina lihat nama di betnya adalah Iqbal.
" Loh kok gitu" jawab nina bertanya-tanya.
" Iya,guru itu seharusnya manusia bukan bidadari kayak ibu" kata Iqbal sambil meringis.
Seisi kelas dibuat heboh karenanya, Nina pun tersipu sekaligus geli mendengar celotehan murit-muritnya.
"Kamu ada-ada saja sih Iqbal" kata Nina menghampiri Iqbal dan mengelus kepalanya.
__ADS_1
"haahhh,,dielus bidadari" kata iqbal meleleh.
"Ibu Nina semoga kerasan jadi guru kita. jangan pernah tinggalkan kami ya bu." kata anak perempuan yang kini telah berdiri di sebelah nina sambil memeluk tangannya. Nina pun merubah posisinya sehingga berhadapan dengan anak perempuan yang tingginya tidak jauh darinya.
"ibu nina cantik,kayak bunda. tapi bunda udah di surga" kata anak tersebut kemudian.
"nama kamu siapa sayang?" tanya nina sambil memeluk anak itu.
"aku yasmin" jawab anak perempuan tersebut.
Nina melepaskan pelukannya,sambil tersenyum kemudian melangkahkan kaki menuju tempat dusuk guru. Hati nina berasa campur aduk. ini hari pertama dia mengajar tapi suguhannya sudah seperti ini. "Aku akan melakukan semuanya untuk kalian nak,memberikan semua yang terbaik untuk kalian. Aku janji." gumam Nina.
Kemudin Nina mengajak muritnya untuk belajar pelajaran hari ini. Anak-anak terlihat bahagia dan sangat menikmati belajar bersama Nina. Karena tidak hanya materi pelajaran yang Nina berikan namun perhatian dan kasih sayang juga Nina limpahkan untuk murit-muritnya sehingga meskipun hari pertama bertemu,guru dan murit-murit tersebut tampak sangat akrab dan dekat.
Lima menit lagi bel pulang sekolah berbunyi, Nina menyiapkan muritnya untuk berdoa. Namun saat bola matanya berputar,dia melihat sebuah bangku yang kosong. Nina memang tidak tahu kalau hari ini ada muritnya yang tidak masuk sekolah. Ya maklumlah namanya juga guru baru, Nina lupa belum mengabsen murit-muritnya. Namun Nina sudah hampir menghafal nama murit-muritnya satu kelas dari bet nama yang mereka pakai.
" Yasmin, itu kursi siapa?" tanya Nina.
"oh..itu Abizar bu" jawab Yasmin.
" Dia kemana kok dari tadi gak ada?" tanya Nina lagi.
"Abizar udah biasa gitu bu" jawab yasmin yang semakin membuat Nina penasaran.
__ADS_1