Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
BAB 25


__ADS_3

Ternyata mengobrol dengan Alfin dan teman-teman yang lain membuat Nina sakit perut. Betapa tidak, Alfin yang suka melucu terus saja mengeluarkan kelucuannya, Nina pun tidak bisa menahan tawanya. Sampai perutnya kram.


Dilihatnya jam ditangan, " hhmm, 1jam lagi anak-anak selesai. Sebaiknya aku pergi ke kamar mandi dulu " gumam Nina dalam hati karena dia merasa butuh ke toilet.


Nina pun beranjak dari tempat duduknya menuju toilet. Ternyata toilet itu melewati kelas tempat Abizar mengerjakan soal. Nina pun melirik kelas tersebut, pandangannya mencari Abizar. Namun Nina sedikit shock setelah melihat, ternyata Abizar sedang tidur.


" Apa-apaan anak itu? dia tidur disaat seperti ini. Apakah dia sudah selesai mengerjakan? Ahh tidak mungkin.. Aku lihat teman-temannya yang lain masih sibuk mengerjakan, tidak mungkin Abizar sudah selesai. Atau jangan-jangan,,hahh dia sakit lagi.. Haduhh....Abizar" racau Nina di dalam hatinya sambil berjalan menuju toilet.


Sekembalinya dari toilet dia melirik lagi kelas yang tadi. Dilihatnya Abizar sudah tidak ada di tempat duduknya yang tadi. Fikiran Nina seketika kacau. Dia pun memutar langkahnya menuju ruang kesehatan, entah mengapa dia yakin bahwa abizar sekarang ada di sana karena sakit. Dicarinya ruang kesehatan sambil berlari. Nina berputar-putar ke seluruh gedung mencari keberadaan ruang kesehatan yang tidak kunjung ditemukannya.


" Bapak tau ruang kesehatan ada dimana? " tanya nina kepada salah seorang yang ada di dekatnya.


" Di sebelah sana bu " jawab bapak itu sambil menunjukkan arah ruangan yang diberi nama ruang kesehatan yang ditulis dengan tulisan besar.


" Terimakasih pak " ucap nina segera pergi.


" Ruangan ini kan sudah 2 kali aku melewatinya, kenapa aku tidak menyadari kalau ini tempat yang aku cari " gumam nina menyesali tingkahnya sendiri.


Nina pun segera masuk ke ruang tersebut berharap bisa menemukan Abizar di dalam sana.

__ADS_1


Kraakk... Nina membuka pintu. Namun ruangan yang seperti UGD Rumah Sakit itu terlihat sepi. Nina berjalan melangkah ke arah lebih dalam. Menyusuri setiap bed yang ada. Tidak ada siapapun disitu kecuali seorang perawat yang tengah sibuk dengan obat-obatan.


" Mbak maaf mau tanya " tanya nina kepada perawat tersebut.


" iya, ada yang bisa saya bantu " jawab perawat itu.


" Apakah ada seorang anak laki-laki yang dibawa kesini? dia peserta kompetisi " tanya nina dengan suara yang agak bergetar karena detak jantungnya masih belum stabil.


" Tidak ada bu, tadi ada yang dibawa kesini anak perempuan "


" ohh begitu, terimakasih kalau gitu mbak " ucap nina sambil keluar dari ruangan tersebut.


Dia pun melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu. Tiba-tiba dilihatnya anak laki-laki sedang duduk di kursi yang tidak jauh dari kelas yang tadi ditempati Abizar. Nina melihat anak tersebut, senyumnya mengembang setelah menyadari bahwa itu adalah anak yang dicarinya dari tadi. Nina pun segera berlari menghampiri anak itu.


" Bizar,kamu gak apa-apa? " tanya nina sambil memegang dahi dan pipi Abizar mengecek suhu tubuhnya.


" Iihh bu nina apaan sih.. " jawab Abizar menolak sentuhan nina karena malu.


" Tadi kamu kemana? kok gak ada di kelas? Terus tadi kenapa kamu tidur? " nina langsung mencecar Abizar dengan pertanyaan dengan suara yang agak dikeraskan. Sehingga membuat beberapa orang yang ada di situ menoleh ke arahnya.

__ADS_1


" Ibu tanyanya satu satu dong. Jangan keras-keras juga " Kata Abizar menyadarkan nina yang saat ini sudah seperti singa yang akan memakannya.


" Bu nina duduk sini" kata Abizar menunjukkan tempat disebelahnya. Nina pun duduk di sebelah Abizar.


" Tadi aku bosan sekali bu, aku sudah selesai mengerjakan tapi tidak boleh keluar. Akhirnya aku tidur. Terus ini tadi dibangunin disuruh keluar. " Abizar menjelaskan.


Nina tersenyum lega mendengar penjelasan Abizar. Dia ingat tentang peraturan kompetisi yang tidak boleh keluar ruangan sebelum 40 menit terakhir.


" Emang soal-soalnya mudah? " tanya nina.


" Bangett... " jawab Abizar tersenyum bangga sambil menyunggingkan bibirnya yang membuat nina gemas.


" Bu, aku boleh tidur lagi gak? aku masih ngantuk. Pengumumannya masih 2 jam lagi " pinta Abizar pada Nina.


" Tidur dimana? " tanya nina


" Disini " jawab Abizar sambil menata tasnya yang disandarkan pada pohon disebelahnya.


" Disini aja " kata nina mendorong kepala Abizar ke pangkuannya.

__ADS_1


Abizar senang sekali dan tertidur di pangkuan nina.


__ADS_2