
Nina mendudukkan tubuhnya di kursi ruang guru. Dia tersenyum-senyum sendiri mengingat wajah Abizar yang malu karenanya.
Tiba - tiba drrrtt...drrrttt... handphone Nina berdering. Panggilan dari Mas Dewo. Nina tersenyum senang, dia menggeser tombol hijau di handphonenya dengan semangat.
" Assalamualaikum... Hai Mas Dewo "
" Waalaikumsalam... Nina apa kamu sibuk? "
" Enggak... Ini udah jam istirahat. Ada apa mas? "
" Nanti pulang sekolah, aku jemput ya..? Sekalian kita nonton dan makan malam di luar. "
" Boleh, tapi aku bawa mobil "
" Nanti biar orangku yang bawa mobil kamu ke rumah, kamu sama aku "
" Ok, siap "
" Sampai jumpa nanti, Assalamualaikum Nina" ucap Dewo mengakhiri pembicaraan.
" Waalaikumsalam... " jawab Nina seraya menekan tombol merah di handphonenya.
__ADS_1
Nina tersenyum senang menyadari bahwa dirinya akan bertemu dengan Dewo. Memang ini bukan pertama kalinya Nina akan menghabiskan waktu bersama Dewo,tapi entah mengapa akhir-akhir ini jantungnya sering berdebar setiap berada di dekat Dewo. Nina tidak menyadari bahwa kelakuannya senyum-senyum sendiri diperhatika oleh sepasanh mata, mata siapa lagi kalau bukan matanya Alfin.
" Bu Nina kelihatan bahagia sekali, senyum-senyum sendiri dari tadi, ada apakah gerangan? " tanya Alfin yang membuat Nina kaget.
" Oh Pak Alfin, enggak kok gak ada apa-apa. " jawab Nina agak malu karena kekonyolannya diketahui orang lain.
" Bu Nina gimana ngajar disini? " Alfin membuka obrolan.
" Seru Pak, saya senang sekali berada disini bersama mereka " jawab Nina sambil melihat murit-muritnya dari jendela ruang guru.
" Apa hanya mereka yang membuat Ibu senang? " tanya Alfin lagi dengan senyum yang penuh misteri.
Nina memutar otaknya mencerna pertanyaan Alfin dan menebak senyum Alfin. " O iya, suasana disini juga menyenangkan apalagi memiliki teman seperti Pak Alfin dan yang lainnya. " jawab Nina lega karena dia mengira jawaban yang dia berikan bisa membuat Alfin puas.
Namun meskipun dengan mulut terbuka seperti itu tidak mengurangi sedikitpun kecantikan yang Nina miliki, malah membuat Alfin gemas karena tingkah Nina.
" Bu Nina.. " panggil Alfin yang lagi-lagi membuat Nina semakin bingumg dengan tingkah laki-laki di depannya itu.
" Iya.. "
" Waktu saya kecil nenek saya dulu suka bercerita, beliau suka menceritakan dongeng-dongeng legenda kepada saya. Saya mengira semua dongeng yang diceritakan kepada saya adalah cerita yang benar-benar ada karena nenek selalu ikut ambil peran dalam cerita itu. Namun saat ini saya tahu kalau nenek hanya berbohong. " Alfin bercerita kepada Nina dengan penuh antusias. Nina pun sama dia mendengar cerita Alfin dengan antusias pula.
__ADS_1
" Berbohong gimana Pak Alfin? " tanya Nina karena Alfin tiba-tiba diam tidak melanjutkan ceritanya.
" Nenek bohong, katanya bidadari itu punya sayap di belakang. Tapi kenyataannya bu Nina tidak punya sayap. " jawab Alfin sambil mendengus nafasnya.
" Lha kan saya bukan bidadari " saut Nina yang sudah sadar bahwa Alfin tengah merayunya.
" Tapi Bu Nina bidadari di hati saya " ucap Alfin sambil memegang dadanya dan menunduk. Nina tertawa geli melihat kelakuan Alfin. Seketika orang-orang yang berada di ruang guru bersorak gaduh.
" Modus itu Bu Nina " kata salah seorang guru.
" Kalau jomblo ya jomblo aja Pak Alfin " saut salah seorang guru yang lain.
" Maaf Bu Nina, ini orang tadi pagi salah minum obat. " kata guru yang lain ikut menertawakan Alfin.
Nina hanya tertawa geli melihat tingkah laku teman-temannya. Dia pun berfikir hari ini hari apa sih kok semua orang jadi gak jelas gini.
Riuh di ruang guru menjadi redam karena Pak Dhe Haris Sang Kepala Sekolah memasuki ruang guru hendak menyampaikan pengumuman.
" Bapak Ibu guru, bulan depan sekolah kita akan mengikuti beberapa olimpiade yaitu olimpiade matematika, IPA, dan Bahasa Inggris. Untuk itu mohon bantuan kepada Bapak/Ibu untuk mengumumkan kepada anak-anak tentang hal ini dan menuliskan siapa yang ingin mengikuti olimpiade. Kemudian dari fihak sekolah akan melakulan tes untuk memilih perwakilan murit yang layak mewakili sekolah kita. Untuk itu saya mohon kesediaan Pak Alfin sebagai pembimbing olimpiade IPA, Bu Sonia sebagai pembimbing olimpiade bahasa inggris, dan Bu Nina sebagai pembimbing matematika. Bagaimana apakah kalian bersedia? Pengumuman dari Pakdhe Haris yang sekalian menanyakan kesediaan guru pilihannya.
" Baik Pak " jawab mereka bertiga bersamaan.
__ADS_1
" Baiklah terimakasih atas perhatiannya" kalimat penutup dari Pakdhe Haris yang diikuti dengan bel masuk kelas.