
" nanti bu nina nikah sama Abizar aja. abizar janji bakal bahagiain bu nina. abizar gak akan bikin bu nina sedih" ucap abizar sungguh-sungguh sambil terus menjolati es krim di tangannya.
nina yang mendengar kalimat itu keluar dari mulut abizar awalnya merasa terkejut ada desir-desir aneh di dalam hatinya. kemudian segera dia menyadarkan diri.
" abizar beneran bu, bu nina mau? " tanya abizar ke nina.
nina pun segera tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata konyol dari mulut muritnya.
" kalau ibu nunguin kamu, nanti bu nina keburu tua. keburu jelek. emang kamu mau nikah sama perempuan jelek? "
" mau, asal perempuannya bu nina " jawab abizar seenaknya.
Nina pun semakin keras tertawa. abizar yang melihat nina tertawa hanya bisa cemberut namun masih tetap menjilati es krim ditangannya.
" Yuk bizar pulang " ajak nina.
Akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan pulang ke rumah Abizar. Sesampainya disana bunda sudah menunggu di depan rumah dengan cemas.
" haduhh,,lama sekali sih kalian ngapain aja? " omel bunda.
__ADS_1
" makan es krim bun. " jawab nina.
Kemudian nina segera berpamitan kepada bunda, pak ari dan abizar untuk pulang.
******
Pernikahan bunda dan pak ari akan dilangsungkan seminggu lagi. semua terlihat bahagia. Bunda yang badannya selalu terlihat sayu kini mulai nampak lebih sehat. Abizar pun bahagia melihat ibunya bahagia.
Nina pun ikut ambil peran dalam pernikahan ini. dia ikut mempersiapkan banyak hal. mulai dari kostum sampai dekorasi.
" pernikahan ini memang sederhana, tapi nina ingin bunda selalu mengenang hari ini sebagai hari yang sangat teristimewa" kata nina kepada bunda, saat bunda sudah mulai protes dengan keinginan-keinginan nina.
" Apa??? pindah bun? " kata abizar kaget mendengar pernyataan bunda.
" lalu abizar gimana bun? teman-teman abizar gimana? sekolah abizar gimana? bu nina? "
" iya sayang bunda tau kamu pasti berat meninggalkan semua yang ada disini. tp bunda yakin ini semua untuk kebaikan kita. disana kamu bisa melanjutkan sekolah di tempat yang lebih bagus. "
" kenapa harus seperti itu bun? " abizar mulai menangis.
__ADS_1
" abizar sayang.. meskipun kita jauh dari sini, kamu jauh dari teman-teman kamu tapi masih bisa telfonan. "
" enggak, abizar gak mau " seru abizar sambil berlari meninggalkan ibunya.
Bunda hanya bisa menatap kepergian abizar dengan menghela nafas panjang.
******
Beberapa hari berlalu, tibalah saat pernikahan bunda dan pak ari.
Bunda terlihat cantik sekali dengan kebaya putih pilihan nina serta make up tipis di wajahnya. semua orang disekelilingnya tidak pernah menyangka bahwa bunda bisa secantik itu. Pak ari pun terlihat sangat gagah dengan setelan jas hitam.
Nina pun terlihat sangat puas dengan hasil kerjanya beberapa hari ini. Apalagi dekorasi ruangan untuk akad nikah, nina sendiri yang turun tangan untuk mendekornya. semua ini dia lakukan untuk kebahagiaan bunda dan abizar tentunya.
Nina tidak datang sendirian, dia ditemani oleh dewo.
" Nah, abizar mana? " batin nina sambil celingukan.
" mas dewo bentar ya, nina nyari abizar dulu." pamit nina pada dewo. diikuti anggukan kepala dan senyum dari dewo.
__ADS_1
Nina pun mencari-cari keberadaan abizar didalam keramaian. sampai akhirnya dia menemukan abizar sedang dusuk termenung di bawah pohon.
nina pun menghampirinya. semakin dekat semakin terdengar isak tangis abizar. nina pun semakin penasaran apa yang terjadi dengan abizar.