
" Abizar kerja? " tanya Nina meskipun dia sudah tahu bahwa Abizar mencari uang dengan menyemir sepatu.
"Iya bu, ini untuk beliin bunda obat. Yang ini buat beli lauk besuk pagi" kata Abizar sambil membagi-bagi uang dari tangannya ke meja.
" Tadi kenapa kamu lari dari sekolah? kamu marah ya sama teman kamu? " tanya Nina hati-hati karena tidak mau merusak suasana hati Abizar. Disisi lain bunda sedang menunu dapur untuk membuatkan minuman untuk Nina dan Abizar.
" Iya bu, mereka memang nakal kalau sama Bizar tapi kadang mereka juga baik kok. Tapi baiknya cuma kalau pas ulangan aja, minta contekan maksutnya" jawab Abizar sambil tertawa.
" Kenapa bisa begitu Zar? " tanya Nina kemudian.
" Ibu kenapa harus ditanyain sih? Yang namanya orang itu akan datang kalau pas butuh aja,tapi kalau gak butuh ya pergi. Apalagi untuk ukuran orang miskin kayak Bizar. Punya guru sebaik Bu Nina aja Bizar udah seneng banget " jawab Abizar yang membuat Nina geli. Pasalnya omongannya Abizar agak ngawur.
" Sok tahu kamu " saut Njna sambil memonyongkan bibirnya.
__ADS_1
Kemudian mereka berdua tertawa bersama. Tak lama Bunda datang membawa dua cangkir teh untuk Nina dan Abizar.
" Bizar, besok jangan kerja lagi ya. Pulang sekolah langsung pulang aja, dirumah belajar. Masalah obat Bunda dan biaya makan biar Bu Nina yang bantu. Ya bunda yaa " kata Nina meminta ijin, karena dia tahu pasti mereka akan merasa sungkan.
" Tidak Bu Nina, terimakasih. Saya sudah sembuh kok. Saya berencana besuk akan bekerja di warung depan untuk biaya makan dan untuk sekolah Abizar mungkin akan saya pindahkan ke sekolah lain yang biayanya lebih murah" ucap Bunda.
Abizar yang mendengar hal itu merasa terkejut. Dia tidak menyangka kalau bundanya akan memindahkan dia ke sekolah yang lain. Jelas berar bagi Abizar karena dia tidak akan lagi bertemu Nina.
" Benarkah bu? " tanya bunda meyakinkan.
" Pasti bunda " jawab Nina tersenyum.
" Yang paling penting sekarang, Bu Nina tidak mau lagi mendengar ataupun melihat Abizar kerja lagi. Pulang sekolah Abizar harus pulang ke rumah dan belajar. Janji sama ibu " kata Nina sambil menunjukkan jari kelingkingnya di hadapan Abizar. Abizar pun membalas mengunci kelingking Nina dengan kelingkingnya.
__ADS_1
Hari sudah petang, Nina pun pamit. Abizar mengantar Nina sampai ke mobil. Diperjalanan mereka asyik sekali bersenda gurau. Abizar sudah merasa nyaman dengan Nina. Baginya Nina sudah bukan lagi guru yang harus dihormati dan dihargainya namun baginya Nina adalah dewi penolong untuknya dan bundanya. Nina pun merasa sangat bahagia, bahagia karena telah melakukan sesuatu untuk muritnya. Setelah sampai di tempat Nina meletakkan mobil, mereka pun berpisah. Nina melajukan mobilnya ke rumah, sementara Abizar kembali pulang ke rumah dia ingin belajar. Abizar bertekat untuk tidak akan mengecewakan gurunya itu.
*********
Sesampainya Nina di rumah, Mama sudah menunggu dengan was-was pasalnya handphone Nina tidak bisa dihubungi.
" Nina sayang kamu kok baru pulang, kenapa hp nya mati?" tanya mama khawatir.
" Iya ma maaf, tadi Nina habis dari rumah Abizar murit Nina yang kemarin itu. Ini ternyata hp Nina mati ma lowbat " jawab Nina sambil memperlihatkan ponselnya.
" Yaudah kamu cepat mandi, lalu kita makan malam. " perintah mama.
" Asyiiap " jawab Nina sambil menirukan gaya salah seorang youtuber. Yang kemudian berlalu ke kamarnya.
__ADS_1