Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
BAB 34


__ADS_3

Nina tahu betul kalau Abizar belum memeriksakan dirinya ke dokter, karena semalam dia saling berkirim pesan dengan bunda. Dan kebohongan abizar ini membuat Nina semakin kagum padanya. Abizar benar-benar anak yang kuat.


******


Beberapa hari kemudian kesehatan nina semakin membaik. Ia sudah memulai aktifitasnya mengajar di sekolah. Semua anak gembira menyambutnya. Apalagi Abizar, wajah dan senyumnya tidak bisa mengelak bahwa saat ini dia sangat bahagia.


Nina pun memulai pelajaran di kelasnya, semua anak memperhatikan.


" Anak-anak ada yang tahu bagaimana caranya cicak melindungi diri dari musuhnya? " nina memberikan pertanyaan untuk muritnya.


" Dengan cara memutuskan ekornya bu " jawab Yasmin semangat.


" Bagus.. " saut nina tersenyum.


" Kok main putus-putus aja sih? kan masih bisa dibicarain baik-baik " seloroh Iqbal.


Semua orang yang ada di ruangan tersebut menoleh ke arahnya, kemudian tertawa terpingkal-pingkal.


" Lhaah ketawa " saut Iqbal yang heran melihat teman-temannya tertawa.


" Kalau nungu ngobrol kelamaan bal, keburu dimakan tu cicaknya" ucap Gilang yang masih tertawa.

__ADS_1


Iqbal hanya tersenyum malu menyadarinya.


Sementara teman-temannya yang lain masih tertawa terpingkal-pingkal.


" Sudah-sudah... Anak-anak ibu ini memang pintar-pintar. " ucap nina kemudian yang membuat anak-anak senang.


Bel pulang sekolah berbunyi, anak-anak berhamburan pulang. Saat nina hendak meninggalkan kelas, dilihatnya Abizar masih duduk dibangkunya meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya.


" kenapa Bizar? " tanya nina khawatir.


" Gak apa apa bu, cuma sakit kepala "


" Kamu sering sakit kepala? "


" Ibu antar ya? " nina menawari.


" Gak usah bu, ini udah sembuh " jawab Bizar sambil menepuk-nepuk kepalanya berusaha meyakinkan nina bahwa dia baik-baik saja.


Kemudian Abizar meninggalkan kelas, nina hanya bisa melihat anak itu dari belakang.


Nina merasa kalau Abizar tidak baik-baik saja. Dia tahu betul kalau kepala Abizar sakit itu adalah cidera karena pukulan ayahnya waktu itu.

__ADS_1


Lalu Nina melangkahkan kakinya cepat berusaha menyusul Abizar. Setelah berada di dekat Abizar, tangannya langsung mencengkeram tangan Abizar dan memaksa anak itu untuk masuk ke mobilnya. Tanpa berkata-kata Nina langsung melajukan mobilnya. Abizar dibuat heran dengan tingkah nina. Dia mencoba bertanya pada nina tentang tujuan perjalanan ini, karena jalan ke rumah Abizar sudah lewat. Namun nina tidak menjawab dia hanya melihat Abizar dengan tatapan yang tidak bisa ditebak. Sehingga membuat Abizar merasa sedikit takut.


Mobil nina berhenti di sebuah Rumah Sakit. Kemudian Nina membawa Abizar masuk.


" Kamu tunggu sini, jangan coba-coba kabur " kata nina dengan suara ditekankan pada kalimat terakhir. Abizar hanya duduk pasrah melihat guru cantiknya yang saat ininberubah menjadi tukang sihir. Tukang sihir cantik pastinya.


" Abizar sini masuk " ajak nina setelahnya. Abizar menuruti perintah nina.


Ternyata nina mengantarkan Abizar untuk memeriksakan dirinya ke dokter. Dokter pun memeriksa keadaan Abizar.


" Bagaimana dok? " tanya nina kepada dokter setelah selesai melihat keadaan Abizar.


" Kita butuh CT Scan untuk melihat kondisi kepalanya bu " kata dokter itu.


" Baik dok lakukan saja" jawab Nina.


Abizar pun hanya pasrah melakukan tes itu ditemani nina.


Tak lupa nina meminta ijin kepada bunda untuk memeriksakan Abizar. Bunda pun menyambutnya dengan senang hati. Karena Abizar selalu menolak jika bunda yang meminta.


**** kakak-kakak minta dukungan saran dan kritiknya yaaa...

__ADS_1


***** selamat membaca


__ADS_2