
Abizar sampai di gudang tua, dugaannya benar karena mobil yang membawa nina tadi terparkir disitu. Meskipun hari sudah malam dan penerangan disitu sangat minim tapi dia yakin bahwa itulah mobilnya. Kemudian dia mengendap-endap, masuk ke dalam gudang. Abizar masih hafal betul seluk beluk gudang itu. Gudang tersebut sepi, dia berusaha mencari keberadaan nina. Ada banyak pintu kamar digudang itu. Abizar harus berhati-hati, dia tidak bisa gegabah masuk ke pintu tersebut.
Dari arah depan dilihatnya dua orang laki-laki sedang berjalan menuju ke arah luar. Abizar dengan sigap segera bersembunyi dibalik meja. Keadaan yang remang-remang membantunya untuk tidak terlihat.
" Pasti bu nina ada di sana " gumam Abizar dalam hati yang yakin bahwa dua orang tadi adalah orang suruhan ayahnya.
Abizar melanjutkan jalannya ke sebuah ruangan yang diyakini ada nina di dalam. Dengan hati-hati dia membuka pintu berusaha tidak menimbulkan suara. Ternyata dia benar, nina sedang duduk lemas disitu sambil tangannya diikat ke belakang dan mulutnya disumpal dengan sapu tangan. Wajah nina penuh dengan air mata ketakutan. Abizar segera mendekati nina, karena tidak ada siapa-siapa di dalam ruangan itu.
Nina kaget melihat kehadiran Abizar yang tiba-tiba melepaskan ikatan tangannya dan membuka sumpal di mulutnya. Nina pun segera memeluk Abizar tanpa mengatakan apapun. Abizar membalas pelukan gurunya itu, dia senang karena nina baik-baik saja. Kemudian dia segera melepas pelukannya karena mereka harus segera kabur dari situ.
" Bu nina kita harus kabur" kata Abizar pelan. Nina menganggukkan kepalanya.
" ibu masih kuat? " tanya Abizar yang dijawab oleh anggukan kepala nina. Nina saat ini tidak bisa berfikir apapun, dia hanya merasa ketakutan.
__ADS_1
Abizar menggenggam tangan nina erat, nina merasa nyaman dengan genggaman itu. Seakan dia merasa sudah aman berada disamping anak kecil berumur 11tahun itu.
Abizar berusaha membawa nina kabur dari gudang itu. Mereka mulai melangkahkan kaki mencari jalan keluar. Tetapi tiba-tiba seseorang berteriak.
" haiii... mau kemana kamu " yang kemudian seseorang tersebut mengejar nina dan abizar.
Mendengar suara berisik di luar, ayah abizar dan psikopat itu keluar dari ruangannya dan berlari ke sumber suara.
Nina dan abizar terus berlari, tanpa mereka sadari orang-orang dibelakang telah mengejar mereka.
" ibu harus kuat, ini masih jauh dari rumah warga. kita sekarang di hutan " jawab abizar sambil membantu menopang tubuh nina untuk berlari.
"Sudah bizar, kita sembunyi disini " kata nina ngos-ngosan. Mereka bersembunyi dibalik pohon besar. Sementara orang-orang itu masih berusaha mencarinya.
__ADS_1
" Bizar bagaimana kamu bisa kesini? kamu pergi sekarang, kamu lari. jangan sampai orang-orang itu juga menangkap kamu. ayo lari bizar " ucap nina lirih
" enggak bu, bizar akan bawa ibu pergi dari sini. bizar kesini untuk ibu. yang nyulik ibu tadi adalah ayah bizar. Bizar gak mau ibu dibawa ayah ke psikopat itu " terang abizar lirih.
Nina terenyuh mendengar ucapan Bizar, air mata nina pun menetes. Bizar yang melihatnya segera menghapus air mata itu dengan tangannya.
salah seorang dari kawanan penculik itu berhasil menemukan persembunyian nina. Kemudian mereka membawa nina dan abizar dengan paksa.
" lepaskan aku " teriak abizar berusaha melepaskan diri dari orang-orang itu.
Sementara nina yang telah lemas, hanya bisa pasrah saat kawanan itu menariknya.
" ayah... Lepaskan bu nina. kenapa ayah menculik bu nina? " seru Abizar kepada ayahnya.
__ADS_1
Ayah abizar yang mendengar teriakan Abizar menghampirinya dan memukul abizar berkali-kali tanpa ampun.
" dasar anak tidak berguna " serunya sambil terus memukul abizar.