
Hari ini Sekolah Dasar Tunas Bangsa pulang lebih awal karena tadi pagi ada perlombaan antar kelas. Teman-teman Abizar dan Nina berencana menjenguk Abizar ke rumah sakit. Karena kamar rawat Abizar berada di tempat yang nyaman, maka nina tidak khawatir jika anak-anak yang lain menjenguk.
Sesampainya disana Nina dan murit-muritnya disambut hangat oleh bunda dan abizar. Bergantian mereka menceritakan tentang beberapa hal yang terjadi di sekolah, termasuk lomba hari ini. Abizar pun bercerita tentang halusinasi yang kemarin sempat diceritakannya ke nina. Nina yang ikut mendengar cerita Abizar hanya tertawa karena ia melihat wajah teman-teman Abizar yang serius mendengar cerita halusinasi itu.
"Jadi kamu kemarin itu gak dioperasi zar? tapi kok kepala kamu diperban? " tanya salah seorang temannya.
" Iya,,ngapain juga kamu dirawat disini kalau gak operasi? " imbuh yang lain.
" Gak tau, yang jelas kemarin itu aku gak ngerasain sakit. malah enak, aku bisa jalan-jalan. " jawab Abizar.
" hahhh,,kok bisa gitu ya zar? " saut teman-temannya yang ternyata sangat percaya dengan halusinasi Abizar.
Nina yang mendengar percakapan mereka berkali-kali merasakan kram diperutnya karena menahan tawa.
Hingga akhirnya nina memutuskan keluar kamar untuk membelikan anak-anak minuman.
Saat nina tiba di kantin rumah sakit dilihatnya seorang perempuan yang berbicara dengan seorang lako-laki. Laki-laki tersebut tampak meyakinkan si perempuan, namun perempuan itu terus mengelak dan akhirnya berlari pergi. Dan ternyata itu adalah bunda. " siapa laki-laki itu? bunda kenapa? " gumam nina lirih. Kemudian nina melanjutkan niat awalnya untuk membeli minuman. Setelah itu dia kembali lagi ke kamar rawat Abizar.
Di kamar itu dilihatnya Abizar dan murit-muritnya masih asyik bercerita. Sementara bunda berdiri di pojok dengan wajah yang tidak seperti biasa.
__ADS_1
" Anak-anak ada yang mau minum? " kata nina sambil membagikan minuman ke muritnya.
Anak-anak pun segera menyerbu minuman yang dibagikan guru tersayang mereka.
****** flashback bunda
Sehari sebelum Abizar dioperasi bunda bertemu dengan mantan kekasihnya Ari. Ari adalah kekasih bunda sebelum bunda menikahi Rio,ayah Abizar.
Ari adalah sahabat Rio, semuanya baik-baik saja. Namun setelah Rio mengatakan bahwa dia mencintai Sukma (bunda Abizar) semua berubah.
Ari pergi begitu saja meninggalkan Sukma, dengan alasan Ari ingin Sukma menikah dengan Rio. Ari pergi ke luar negeri demi kebahagiaan sahabatnya. Sukma tidak terima dengan hal itu, namun Sukma tidak bisa berbuat apa-apa karena pengaruh keluarga Ari sangat besar waktu itu.
" Maafkan aku sukma " kata Ari.
" maksutmu apa mas? setelah hidupku kau buat hancur kamu kembali dan mengharapkanku kembali. " seru bunda marah.
" aku tidak bermaksut menyakitimu sukma, aku hanya ingin Rio dan kamu bahagia. "
" Dan akhirnya aku tidak bahagia. Rio menghancurkan hidupku, menjualku, dia akan membunuh anaknya. Itu semua karena kamu "
__ADS_1
" maaf sukma, maaf "
" mudah sekali kamu mengucapkan maaf. kemana saja kamu bertahun-tahun ini. pasti kamu sudah bahagia dengan orang lain"
" kamu salah sukma, aku tidak bisa mencintai wanita lain selain kamu. aku tidak menikah selama ini "
Hati bunda terkesiap mendengarnya.
" tidak mas Ari, aku sudah bahagia dengan anakku. jangan ganggu kami "
" Sukma, tolong beri aku kesempatan lagi. "
" Tidak mas, aku tidak bisa "
*******
Bunda masih terngiang-ngiang dengan kejadian yang baru saja ia alami. Dia pun meneteskan air matanya karena hatinya rapuh. Nina yang melihat air mata bunda mengalir, segera menghampiri bunda lalu memeluknya.
" Bunda kenapa? siapa laki-laki yang tadi" tanya nina
__ADS_1