
"Hey Cley tunggu! Kamu langsung pulang?" Kiki selalu berusaha mengetahui kemana saja tujuan Cleo sejak Nelson resmi menjadi tunangan gadis pilihan orang tuanya.
Karena Kiki tahu betul keadaan mental Cleo saat ini sedang tidak baik2 saja.
"Pulang!" Cleo mengenakan jaket dan helm lalu bersiap meninggalkan halaman kantornya.
"Cley kita makan bebek yuk di tempat biasa." ajak Gea melihat sahabatnya sudah bersiap pulang.
Kiki dan Gea sebenarnya tidak tega membiarkan Cleo pulang sendiri dengan keadaan mental dan pikiran yang sedang kacau. Tetapi bagaimana lagi Cleo selalu saja menolak bila ditemani.
Cleo yakin mampu melalui ini semua. Walau sangat berat, tetapi entah kenapa keyakinannya pada cinta Nelson pada dirinya membuat dirinya masih merasa memiliki hati Nelson. Hanya itulah kekuatan Cleo saat ini. Walau ia sadar secara status saat ini Nelson adalah tunangan orang lain.Tetapi bagi dirinya Nelson masih kekasihnya.
Cleo berhenti di sebuah cafe favoritnya. Disana ia memesan segelas coklat hangat dan roti bakar coklat keju. Cleo percaya coklat sangat bagus untuk merilekskan pikiran dan mengurangi stress.
Masalah yang sedang ia alami saat ini dibilang ringan tidak tapi berat juga tidak. Tetapi yang jelas yang ia takutkan bukan tentang hati Nelson untuk siapa tetapi sampai kapankah status pertunangan itu?
__ADS_1
Memikirkan hal itu kepalanya terasa ditusuk-tusuk benda tajam sakit sekali.Bagaimana tidak pertunangan itu melibatkan dua keluarga. Kalau dua keluarga sudah sama-sama setuju kecil kemungkinannya untuk dirinya bisa masuk.
Sekalipun Cleo memiliki hati Nelson dan sebaliknya tapi restu orangtua dan keluarga mungkinkah akan ia dapatkan? Pertanyaan itu lah saat ini yang selalu mengganjal hatinya.
Ingin rasanya dirinya berteriak menumpahkan segala kesesakan yang ia rasakan.
"Jus alpukat satu dan pisang keju satu" Mendengar suara yang sangat familiar di telinga nya itu membuat Sasha memaksa diri untuk kembali berpijak ke bumi dan sadar akan keberadaannya saat ini.
Betapa terkejutnya Sasha ketika melihat Nelson sudah berada di depannya.
"Kamu??" Cleo menoleh ke sekitar memastikan siapa lagi yang mengetahui tempat me time nya saat ini.
"Kamu cari siapa? Ada janji dengan seseorang?" Nelson menautkan kedua alisnya sambil menengok sekeliling.
"Oh tidak! Aku tidak ada janji dengan siapapun." Cleo menyeruput coklat hangat pesanannya.
__ADS_1
Nelson masih menatapnya tajam curiga.'Yakin kamu tidak ada janji dengan siapapun?" kembali Nelson bertanya menyakinkan diri.
Cleo menatap tak suka dengan pertanyaan itu."Kamu pikir aku seperti kamu bisa segampang itu merubah status." sahut Cleo sewot.
"Cley ! Kamu sadar dengan yang baru saja kamu omongkan?" Nelson tidak percaya Cleo bisa bicara seperti itu padanya.
"Dari kemarin aku sudah ceritakan semuanya ke kamu. Pertunangan itu bukanlah kemauan aku.Aku juga sudah berusaha untuk menolaknya. Tetapi bagaimana lagi keinginan papa tidak bisa aku lawan." Nelson berusaha meyakinkan Cleo tentang apa yang terjadi sesungguhnya.
"Aku tahu kak! Aku berusaha untuk memahaminya tapi bagaimanapun juga saat ini kakak adalah tunangan wanita lain dan itu bukan aku!" Cleo berusaha menahan tangis hingga ia tidak mampu lagi berkata-kata lebih banyak lagi
"Cley percayalah kita tetap seperti dulu tidak ada yang berubah diantara kita. Hatiku masih milikmu dan hatimu pun masih milik aku." Nelson menggenggam tangan Cleo dan menciumnya.
Butiran bening hangat itu mulai merembes mengalir di kedua pipi Cleo. Tangisan antara bahagia dan sedih.
..................🌷🌷🌷🌷.............
__ADS_1