Pamit Ini Untukmu

Pamit Ini Untukmu
Pengakuan


__ADS_3

Kiki lalu menutup ponselnya setelah hubungan telepon dengan Nelson berakhir.


Gea menatap Kiki tajam seolah pengen tahu apa yang dibicarakan Nelson dengannya.


Cleo berdiri di depan jendela kamarnya menatap gelapnya sang malam.


Kiki menghampiri Cleo."Cley... kenapa kamu tidak terima telpon dari Nelson?'


"Iya Cley ... kamu gak ingin semua keraguan kamu ini berakhir?.Ini kesempatan kamu untuk bertanya langsung akan kebenaran yang ada." sahut Gea.


"Aku ingin mendengarnya langsung tapi.... aku takut. Aku takut harus menerima kenyataan jika kabar yang beredar itu ternyata benar adanya.Aku belum siap !" tangis Cleo kembali pecah.


Ia kini terduduk di lantai menangis sesenggukan tiada henti.Dengan kedua tangannya menutupi wajahnya.


"Sabar Cley " hibur para sahabatnya sambil membelai rambut Cleo.


Tangis Cleo benar-benar pecah.Tubuhnya terasa lemas tak mampu rasanya untuk dirinya bangkit berdiri.


Tiba-tiba ia merasa hangatnya sebuah dekapan. Batinnya seketika merasa nyaman dan tenang. Dekapan ini membuat Cleo merasa damai.


Sedikit demi sedikit suara tangis Cleo berangsur-angsur tak terdengar lagi.

__ADS_1


Kini sebuah kecupan dalam mendarat di keningnya.


"Kecupan itu----- terasa seperti-----??"batin Cleo yang kemudian melepaskan diri dari dekapan yang tadi membuatnya tenang.


Betapa terkejutnya Cleo mendapati Nelson sudah berada di depannya sangat dekat sekali.


Jadi tadi yang memelukku itu Nelson. batin Cleo setelah mengetahui kebenarannya.


Cleo pun langsung berdiri dan mengambil langkah menjauh.


"Heii Cleo please jangan jauhi aku." Nelson memohon pada Cleo.


"Tolong Beb jangan siksa aku lagi" ucap Nelson memohon.


"Dengar aku Cleo...." Nelson mencoba memberi pengertian pada Cleo yang terlanjur hancur.


"Saat ini aku cuman mau tahu , apakah berita yang disampaikan oleh Tio itu benar atau tidak?" Cleo menatap tajam mata Nelson meminta jawaban .


Nelson membalas dengan menatap intens Cleo.


Cleo menunggu jawaban yang sesungguhnya terjadi dari mulut Nelson sendiri.

__ADS_1


Hening ....diam...Nelson hanya menatap Cleo dalam diam.


"Jawab! Kenapa diam?" suara Cleo mulai terdengar parau.Tubuhnya mulai bergetar lemas.Diamnya Nelson sudah cukup baginya untuk mengetahui bahwa semua berita yang beredar itu benar adanya.


Air mata Cleo mulai mengalir hangat di kedua pipi nya. Tak perlu lagi kata-kata lugas.Diam nya Nelson saat ini sudah cukup baginya untuk menarik sebuah kesimpulan.


"Kenapa kak...kenapa..??? Apa salah aku?? " kembali Cleo terduduk lunglai.


Nelson menghapus air matanya. Melihat kekasihnya jatuh lunglai di depannya sangat memukul dan meremukkan hatinya. Ingin rasanya selalu menjadi penghibur dan pelindung kekasihnya ini tetapi kenyataan yang ada sebaliknya. Justru dirinyalah penyebab kesedihan yang dirasa kekasihnya saat ini.


Nelson perlahan menghampiri Cleo dan berusaha memeluknya.Ingin sekali rasanya ia dapat mengangkat semua beban yang dirasakan Cleo saat ini.


Cleo mengadakan perlawanan dengan Nelson. Ia tidak mau lagi disentuh oleh Nelson.


'Maaf ... jangan dekati aku lagi.Aku gak mau terjadi kesalahpahaman dengan tunangan kamu.Mulai detik ini diantara kita tidak lagi ada hubungan apapun.Jadi tolong jangan dekati aku lagi.' tolak Cleo saat mencium gelagat Nelson hendak memeluknya.


Walaupun pelukan Nelson selama ini adalah candu bagi Cleo. Tapi tidak lagi mulai saat ini.


Nelson hanya tertunduk sedih ."Maafkan aku---"


"Semua ini diluar kemauan aku. " ucap lirih Nelson

__ADS_1


...............🥺🥺🥺.............


__ADS_2