Pamit Ini Untukmu

Pamit Ini Untukmu
Selamat Berbahagia


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Cleo hanya terdiam dengan pandangan kosong. Kedua sahabatnya hanya mengamati dari kaca depan mobil.Tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Mereka sangat memahami perasaan dan kondisi sahabatnya itu.


Kiki dan Gea pun saling menatap penuh makna. Ingin rasanya ia menghibur Cleo Tetapi semua kata-kata penghiburan sepertinya sudah tidak ada gunanya.Terlalu pedih dan menyakitkan.Seakan-akan dibawa terbang tinggi ke langit ke tujuh tapi di tengah perjalanan di biarkan jatuh ke bumi tanpa ada peringatan atau pemberitahuan apapun.Kesal, marah dan kecewa bercampur menjadi satu.Itulah yang dirasakan Cleo saat ini.


"Cleo ... bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan saja atau refreshing ke puncak untuk beberapa saat. Ntar kalau perasaan kamu sudah kembali kuat dan tegar menjalani ini semua. Kita kembali lagi ke aktivitas kita sebelumnya." ajak Kiki.


"Iya Cleo kita ambil cuti bareng.Tapi bos mana bisa diajak kompromi?" bingung juga Gea memikirkannya.


"Kita tetap ke tempat Pernikahan Nelson.Aku ingin tahu apakah ia masih mengingat keberadaan aku. Atau dia sudah melupakan aku. Seperti halnya dia telah lupa dengan janjinya sendiri." Cleo mengungkapkan rasa kecewanya atas sikap dan perbuatan Nelson.


...............................


Parkiran mobil dimana-mana penuh.Kiki mencoba memutar lagi mencari tempat kosong untuk parkir mobil. Tetapi tetap saja tidak ia jumpai sedikit saja tempat kosong untuk parkir mobilnya.


"Hmm benar-benar undangan VIP semua nih. Tuh lihat rata-rata mobil mewah semua!" seru kagum Gea mengamati banyaknya mobil-mobil mewah yang terparkir rapi dan penuh di lahan parkir yang luas.


"Andai mobil aku bisa bicara sepertinya dia pasti gak percaya diri deh. Dan gak bakalan mau diparkir bersama mobil-mobil elit itu" timpal Kiki.


Cleo pun hanya bisa menatap nanar dengan banyaknya tamu undangan dan sangat berkelas terlihat dari rupa dan jumlah kendaraan yang terparkir.

__ADS_1


"Pantas saja Nelson lebih memilihnya. Siapakah aku kalau harus bersaing dengan anak pak Indra seorang anak konglomerat." batin Cleo menyadari perbedaan status ekonomi keluarganya yang sangat jauh berbeda dibanding keluarga pak Indra.


Gea tahu apa yang menjadi ganjalan hati sahabatnya itu. Dia sendiri kehabisan kata-kata melihat kemewahan tamu-tamu undangan yang datang. Dari mobil sampai gaun yang dipakainya.Mereka semua terlihat sangat berkelas.


"Nah itu ada tempat kosong !" Akhirnya mereka mendapatkan tempat parkir walaupun sangat sempit.


"Cleo ... kamu yakin mau masuk?" Kiki ragu dengan keputusan Cleo yang ingin menemui Nelson di pesta pernikahannya.


"Iya Cley .... kamu sudah pikirkan masak-masak? Belum terlambat kok kalau kamu ingin mengurungkan niatmu itu." sahut Gea berusaha mempengaruhi keputusan Cleo.


Gea dan Kiki menatap Cleo penuh harap.Mereka sebenarnya tidak ingin Cleo mendatangi pesta pernikahan Nelson.Karena mereka khawatir akan semakin melukai hati Cleo menyaksikan kekasihnya menikah dengan wanita lain.


Gea dan Kiki pun tidak mampu lagi untuk menahan dan mencegah Cleo agar membatalkan niatnya untuk menemui Nelson .Segala cara sudah dicobanya untuk membujuk Cleo tetapi semua terbantahkan.Dan Cleo tetap pada pendiriannya.


....................


Sayup-sayup terdengar suara musik menyambut kedua mempelai pengantin memasuki ruangan.


Tidak ada yang tahu saat Kiki, Gea dan Cleo juga ikut memasuki ruangan dan ikut bergabung dengan tamu Undangan lain. Sesaat setelah kedua mempelai memasuki ruangan dan kini mereka telah bersiap untuk mengucapkan janji suci mereka.

__ADS_1


Setelah janji suci diucapkan. Dan sukses membuat Cleo menangis dan merasa hancur sehancur-hancurnya. Melihat sang kekasih mengucapkan janji suci bersama wanita lain.


Walaupun proses pengucapan janji pernikahan itu sempat berjalan agak alot karena mempelai pria sedikit menghambat jalannya upacara pemberkatan. Tetapi akhirnya proses itu kini sudah dilalui. Sekarang saatnya bertanya pada semua yang hadir.Sebelum di sah kan nya pernikahan ini.


"Adakah yang merasa keberatan dengan bersatunya kedua mempelai?"


Semua hening. Tidak ada suara sedikitpun yang terdengar. Mereka saling bertukar pandang satu sama lain. Hingga akhirnya Cleo berdiri diantara semua undangan yang hadir. Semua mata yang hadir serta sebuah lampu sorot terarah tepat di wajah Cleo yang sedang bercucuran air mata.Dengan sorot mata sedih dan kecewa mewakili semua perasaan yang berkecamuk di dadanya.


Semua yang hadir berdecak kaget. Dan mulai bergosip menduga-duga apa yang terjadi selanjutnya.


Nelson terkejut melihat kehadiran Cleo. "Siapa dia?" tanya Irma lirih.


"Aapakah anda keberatan dengan bersatunya saudara Nelson dan Irma?" pertanyaan itu kembali diulang.


"Tidak! Saya hanya ingin mengucapkan.... selamat berbahagia." Lalu Cleo pun berlari keluar gedung sambil berusaha membendung airmatanya.Diikuti oleh Kiki dan Gea.


"Cleo!...Cley tunggu!!" teriak Nelson hendak mengejar Cleo tetapi tangannya tertahan oleh genggaman erat Irma serta tatapan tajam papanya.


...........................

__ADS_1


__ADS_2