
Melihat Cleo hanya diam memandangi Irma yang berlari ke pos pantau.
Bintang kemudian melangkah ke tepi pantai.Menikmati indahnya pantai dengan deburan ombak yang tiada pernah berhenti bergantian menghampiri tepi pantai dan kembali lagi ke pantai.Begitu terus yang terjadi.
Ombak kecil sungguh indah dan memberikan sensasi tersendiri bila mengenai kaki kita. Tetapi bila ombak besar yang mendatangi kita bisa berubah menjadi sesuatu yang sangat berbahaya.Sekalipun kita bisa berenang.
Begitu juga dengan kehidupan. Riak-riak kecil masalah dalam hidup adalah suatu tantangan untuk diri kita menjadi lebih kuat Tetapi bila masalah itu menghantam kita berulang kali dan menjadi semakin besar terkadang bisa menjadi sesuatu yang menakutkan bagi kita dalam menghadapinya. Ada dua kemungkinan yang terjadi tetap bertahan walau sakitt dan menunggu hingga badai berlalu.Atau menyerah pergi meninggalkan segala keruwetan hidup. Dan mencari tempat yang lebih aman dan nyaman.
Bintang sadar masih ada Nelson di hati Cleo.Walau pedih tapi ia punya keyakinan bahwa suatu saat akan tiba waktunya Cleo akan menempatkan dirinya dalam hatinya. Dan Bintang lebih memilih menunggu saat itu tiba. Sambil berusaha meyakinkan Cleo kalau dirinya layak dan pantas untuk mendapatkan cintanya.
"Cleooo!! Lihat!' tunjuk Bintang pada gerombolan burung camar yang berputar-putar di atas pantai.
Cleo menoleh ke arah Bintang.Seketika Cleo melhat ombak besar di belakang Bintang mendatanginya. Tanpa berpikir panjang Cleo berlari dan menarik tubuh Bintang."Bintang awas! Lariii!" detik-detik terakhir ombak menghantam tubuh mereka berdua. Cleo berhasil meraih tangan Bintang dan memeluknya erat.
__ADS_1
Tubuh keduanya terhempas di tepi pantai dengan posisi berpelukan.Beberapa penjaga pantai yang sempat melihat ombak besar menyambar tubuh sepasang kekasih itu bergegas menghampiri dan memeriksa kondisi keduanya yang terlihat baik-baik saja.
"Cleoo...," Bintang memeluk erat tubuh kekasihnya itu. Seakan tidak ingin kehilangan.
Bintang masih sempat mendengar seruan dan kepanikan Cleo saat ombak hendak menyambar dirinya.
Cleo berlari ke arahnya dan berusaha menarik tubuhnya untuk menyelamatkannya dari Sambaran ombak yang akan menggulungnya.
"Terima kasih Cleo" ucap lirih Bintang.Tidak terasa sesuatu yang hangat membasahi pipinya.Tetapi tidak ada satu pun yang mengetahuinya karena airmata bahagia itu bercampur dengan air pantai yang membasahi seluruh tubuhnya.
Cleo menangis di dada Bintang. "Hei .. semua baik-baik saja.Hapus airmatamu." ucap lirih Bintang pada Cleo yang masih memeluknya erat dengan tubuh gemetar.
'Jangan tinggalkan aku Bintang.Aku takut.Aku gak mau kehilangan lagi.Aku mencintaimu.Jangan tinggalkan aku." ucap Cleo ketakutan dalam tangisnya.
__ADS_1
"Heii..., dengar aku. Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu. Selama aku bisa dan Tuhan mengijinkan . Aku akan selalu mendampingi dan menjagamu itu janji aku. Terima kasih kamu sudah menyelamatkan aku tadi " Bintang mengecup kening Cleo. Dan melummmaat lembut bibiiir Cleo. Sebagai ungkapan rasa sayangnya.
"Kalian baik-baik saja kan?" tiba-tiba salah satu penjaga pantai sudah berada di dekat mereka untuk memastikan keadaan mereka berdua.
Dan setelah diperiksa bergantian mereka berdua dalam keadaan baik.
..............................................
"Tidakkkk!!!!" teriakan histeris Irma menggelegar hingga terdengar oleh Cleo dan Bintang.
Cleo dan Bintang pun saling berpandangan penuh tanya. Tetapi Cleo bisa merasakan sesuatu yang buruk telah terjadi.
Mendengar teriakan histeris dan pilu dari Irma.Tubuh Cleo terasa melemah sesuatu yang halus tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuhnya.Hingga membuat ia tidak mampu menopang tubuhnya.Hatinya seolah bisa menebak apa yang terjadi.
__ADS_1
Mata Cleo terasa mengembun hingga memburamkan pandangannya.
.........................................................