Pamit Ini Untukmu

Pamit Ini Untukmu
Di bawah tekanan


__ADS_3

Jam di dinding sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Tetapi Cleo belum bisa memejamkan matanya dengan sempurna. Entah kenapa ia tidak mengantuk samasekali.


"Aneh!" sungut Cleo yang masih duduk bersandar pada tembok di tempat tidurnya.


"Perasaan hari ini aku tidak mengkonsumsi kopi atau apapun yang bisa membuatku tetap terjaga.Tapi kenapa ya mata ini kok tidak mendukung ku untuk tidur. Padahal aku ingin sekali bisa tidur secepatnya." batin Cleo.


Kembali Cleo teringat ucapan Gea di kantor tadi saat ia memberitahu siapa yang menelepon Nelson dan membuatnya sedikit gusar lalu ijin pulang lebih awal.


Kalimat itu selalu terngiang di kepalanya dan membuatnya susah untuk tidur. Dari istrinya Cleo merasa hatinya kembali berantakan saat mendengar kalimat itu Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kalimat itu. Bagaimanapun juga Nelson kini memang milik orang lain.Bukan lagi dirinya dan bukan dia yang mendapat julukan istri Nelson.


Ya, kenyataan itulah yang harus ia terima dengan lapang dada meski sangat menyakitkan dan mengecewakan.


Cleo bertekad untuk menghapus semua rasa yang pernah ada. Biarlah kenangan yang ada tersimpan rapi dalam hatinya. Mejadi suatu cerita tersendiri dalam bagian hidupnya. Kini ia sudah siap untuk bangkit kembali dan menerima kenyataan yang ada bahwa kini Nelson bukan lagi miliknya.


......................


Hari ini pekerjaan di kantor sangat lah menumpuk. Hampir tidak ada waktu bagi Cleo, Gea dan Kiki untuk bercanda dan bergosip. Semua pikiran dan tenaga terfokus pada tanggung jawab pekerjaan masing-masing.


Tiba-tiba disaat semua sibuk, Nelson menghampiri Cleo dan duduk di hadapannya.


Cleo yang pikirannya sedang fokus serius pada pekerjaannya tidak menyadari dengan kehadiran Nelson di depannya. Sejak awal ia duduk di depan meja kerja Cleo, ia terus memperhatikan tanpa berkedip segala gerak gerik Cleo. Seolah tidak ingin lepas akan momen ini.


Gea yang menyadari kehadiran Nelson di depan Cleo, lantas berjalan mendekati Kiki.

__ADS_1


"Ki, tuh lihat!" Gea memberi kode dengan kepalanya mengarah pada Nelson.


Kiki menoleh dan menyebar pandangannya ke arah yang ditunjuk Gea.


"Dia lagi. Ngapain sih disitu. Hobi banget bikin orang gagal move on. Kasihan kan Cleonya. Apalagi yang mau dia tawarkan pada Cleo? Gak sadar apa status dia tuh sekarang suami orang." gerutu Kiki melihat aksi Nelson.


Kiki meletakan bolpoin nya begitu saja. Kemudian berdiri dari tempat ia duduk tadi, lalu hendak berjalan menuju Cleo.


"Eits mau kemana?" Gea menahan lengan Kiki untuk menghentikan langkah Kiki yang akan menghampiri Cleo.


Kiki menatap Gea sesaat "Gemes tangan ini pengen garuk tuh wajah tak berdosanya." tangan Kiki sudah membentuk sebuah cakaran yang hendak ia tujukan pada Nelson.


"Nelson ? Sejak kapan kamu disitu? " Cleo terkejut saat mengetahui Nelson sudah duduk di hadapannya.


Nelson terus memandangi Cleo dengan penuh kerinduan. Perlahan setelah yakin tidak ada yang melihatnya, Nelson memberanikan diri untuk menyentuh dan menggenggam tangan Cleo


"Cley aku kangen." kalimat singkat tapi bermakna sangat dalam.


Cleo menarik napas beberapakali. Ia juga berusaha menarik tangannya tetapi semakin ia berusaha melepaskan Nelson semakin mempererat genggaman tangannya.


Cleo sudah bertekad untuk menghapus dan mengakhiri semua. Dia sudah meyakinkan diri bahwa semua sudah berakhir laki-laki yang ada dihadapannya saat ini bukan lagi miliknya.


"Lepaskan!"

__ADS_1


Nelson menggeleng gelengkan kepalanya.Sorot matanya telah berubah dari rasa kangen yang tak tertahankan menjadi nafsu.


Menyadari itu, perlahan perasaan takut terhadap Nelson mulai muncul dalam benaknya. Cleo takut mantan kekasihnya ini bertindak di luar kendali.


"Kak, please lepaskan.Sadar kak, kakak bukan milik aku lagi kakak sudah menikah." Cleo berusaha mengingatkan Kan status Nelson saat ini.


Genggaman Nelson semakin erat hingga suara rintihan kesakitan Cleo terdengar oleh kedua sahabatnya.


Tanpa menunggu lebih lama lagi melihat sahabatnya dalam keadaan dibawah tekanan, Kiki dan Gea secepat mungkin muncul dan berpura-pura menanyakan sesuatu pada Cleo


Nelson merasa terusir lantas membisikkan sesuatu ke telinga Cleo sebelum akhirnya ia melepaskan genggaman tangannya.


"Ingat Cleo, sampai kapanpun kamu milikku dan begitu juga sebaliknya." lalu Nelson pergi meninggalkan Cleo yang bernapas sedikit lega.Cleo pun mengusap pergelangan tangannya yang terasa sedikit sakit akibat genggam kuat Nelson.


Cleo menoleh ke arah kedua sahabatnya lalu mereka berpelukan dalam haru."Terima kasih guys kalian selalu datang tepat di waktu yang tepat." seru Cleo sambil memeluk erat kedua sahabatnya itu


"Yang kuat Cleo, kami akan selalu mendukung mu." bisik Kiki.


"Kamu pasti bisa " timpal Gea.


..........................................


..

__ADS_1


__ADS_2