Pamit Ini Untukmu

Pamit Ini Untukmu
Kabur


__ADS_3

"Bagaimana ini pa? Nelson tidak pulang semalam." lapor mama membangunkan suaminya.


Papa mengerjapkan mata beberapa detik lalu menatap istrinya."Sekarang jam berapa ma?" papa menengok jam di dinding yang menunjukkan pukul tujuh pagi.


"Mama yakin Nelson tidak ada di kamarnya.Mungkin ia mogok keluar kamar." Papa turun dari tempat tidurnya dan meraih kacamata lalu memakainya.


"Mogok keluar kamar bagaimana? Mobilnya saja tidak ada di halaman.Dan kata pak Fendi anak kita tidak pulang semalam Terakhir ia melihat ya waktu Nelson pergi meninggalkan rumah." bantah mama Nelson.


"Coba papa hubungi teman-teman kerja Nelson" Lalu papa Nelson pun beberapa teman Nelson yang ia kenal dan minta tolong bila bertemu dengannya disuruh cepat pulang. Atau menghubungi papanya.


.....................................


Pagi-pagi suasana kantor Cleo sudah heboh dengan kasak kusuk hilangnya Nelson. Semua teman membicarakan tidak pulangnya Nelson semalam. Dan hingga sekarang keberadaannya masih belum diketahui.


Ketika Kiki memasuki ruangan kantor semua mata memandang ke arahnya. Kiki hanya terpaku diam dan berganti menatap satu per satu teman-teman kantor yang menatapnya tak berkedip.


Kemudian Kiki berganti memeriksa diri adakah yang salah dengan dirinya. Sepatunya kah atau bajunya? Ia melihat sepatunya benar sepasang dan tidak terbalik. Begitu juga dengan seragam yang dipakainya benar sesuai dengan hari nya. Semua oke tidak salah kostum. Rambutnya pun juga rapi. Tidak ada roll rambut yang masih melekat di rambutnya. Lantas kenapa teman-temannya memandang dirinya begitu tajam dan serius.


Kembali ia melempar pandangannya kepada teman-temannya."Hmm....apa ada yang salah denganku? Kenapa kalian melihatku begitu serius dan tegang?"

__ADS_1


Brukk...


"Auch! Gea ! Hati-hati dong." sahut Kiki terkejut tiba-tiba dari belakang Gea menubruknya.


"Maaf Ki aku gak tahu kalau kamu masih berada di depan pintu.Ngapain juga sih berdiri disini kan orang masuk jadi terhalang" protes Gea tak mau kalah.Ia merasa tidak bersalah mana tahu dirinya kalau masih ada orang yang berdiri dibalik pintu


"Gara-gara mereka tuh! datang-datang sudah dipelototi.Memangnya ada yang salah ya denganku?" tanya Kiki pada Gea.


Gea memandang Kiki dari atas hingga ke bawah tidak ada yang salah. Lalu ia pun menggeleng gelengkan kepalanya.


"Tidak ada yang salah dengan penampilan kamu Ki. Ngomong-ngomong si Cleo kemana?" selidik Tio sambil pandangannya mencoba mencari-cari seseorang di depan kantor.


"Nelson kabur ! Apa ia kabur bersama Cleo?" Tio menatap penuh selidik ke arah Kiki dan Gea bergantian.


"Haaa! Kabur? Maksud kamu?" tanya Kiki tidak mengerti.


"Selamat pagi semua!" sapa Cleo dengan polosnya.


"Heii kalian sudah datang semua .Wah aku paling buncit nih!" ucap Cleo datar.

__ADS_1


Tio berganti menatap Cleo dan pandangannya menyebar mencari-cari di belakangnya."Kamu ini kenapa Tio? Apa yang kamu cari ?" Cleo memandang heran dengan kelakuan Tio.


"Nelson mana?" tanya Tio tanpa basa-basi.


"Nelson? Kok tanya aku.Emang aku emaknya?" sahut sewot Cleo. sambil berjalan ke meja kerjanya.


"Jadi kalau dia gak bersama Cleo lantas kemana tuh anak?" celetuk Rio.


"Maksud kalian ini apa sih?" tanya bingung Cleo.


"Nelson kabur Cley!" sahut Gea singkat.


"Apa? Kabur?" Cleo semakin bingung bercampur terkejut.


Lalu Rio pun menjelaskan kalau tadi pagi orang tua Nelson menelepon dirinya dan Tio menanyakan keberadaan Nelson. Karena semalam ia tidak pulang rumah.Orang tuanya mengira Nelson sedang bersama mereka.


Cleo menyatukan kedua alisnya. Ia berusaha memahami maksud Rio. "Jadi semalam Nelson tidak pulang rumah.Hmm kemana dia? Dia juga tidak mengatakan apa-apa padaku." batin Cleo.


.............................................

__ADS_1


__ADS_2