
Pagi hari yang sangat cerah. Sinar matahari pagi dengan lembut memasuki kamar Cleo.
Dengan menggeliatkan tubuhnya beberapa kali. Cleo meregangkan otot-otot tubuhnya. "Ahhh kenapa mata ini begitu lengket." Cleo mencoba membuka matanya tetapi begitu sulit.
Tok...tok...tok
Cleo bangun dari tidurnya." Siapa?"
"Non,ada tamu dari desa." sahut Bi Mirna.
"Dari desa bi?"Cleo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Baik bi. Suruh tunggu bentar ya Bi" Cleo berpikir keras "Tamu dari desa mencari aku ? Siapa ya?"
Untuk menjawab rasa penasarannya Cleo lalu bergegas mengambil handuk dan melakukan rutinitas paginya terlebih dahulu.
Setelah mandi dan mencomot kaos oblong putih serta celana jeans pendek berwarna maroon. Cleo menyisir rambutnya lalu mengamati penampilan nya di depan kaca beberapa saat. Yakin tidak ada yang salah dengan penampilannya, Cleo akhirnya keluar kamar.
Di ujung tangga Cleo bertemu dengan bi Mirna."Bi, tamunya dimana?' sambil melongok ke ruang tamu. Sekilas Cleo melihat seseorang sedang menunggu di ruang tamu. Tapi karena hanya dari tampak belakang ia belum bisa mengenali siapa yang sedang menunggunya.
"Itu non, di ruang tamu. Pacar non Cleo ya? Eh maaf, non Cleo kan sudah punya pacar." sahut Bi Mirna sambil mikir.
"Sok tahu nih bibi" Cleo semakin penasaran. "Bibi mengira pacar aku? berarti laki-laki dong. Laki-laki dari desa mencari ku? Siapa sih? Sepertinya salah orang deh." batin Cleo sambil perlahan berjalan menghampiri seseorang yang sedang menunggunya.
"Haiii, siapa ya?" sapa Cleo ramah.
__ADS_1
Laki-laki yang tadi menunggunya kini membalikkan tubuhnya ke arah suara sapaan Cleo.
Betapa terkejutnya Cleo saat mengetahui siapa yang ada di hadapannya saat ini."Bintang!!" seru Cleo setengah tidak percaya.
Bintang tidak kalah terkejutnya saat melihat Cleo. "Wow bidadari" gumamnya takjub.
"Kamu Bintang kan?" Cleo masih berusaha meyakinkan diri kalau yang berada di hadapannya saat ini adalah Bintang. Sahabat barunya yang ia kenal saat menyembuhkan luka di kota budenya.
"Coba cubit aku! Ini benar kamu? Aku tidak sedang bermimpi kan?" Cleo masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Tentu tidak princess" sambil mengoyak rambut Cleo.
"Siapa yang datang Cleo?" tanya nenek tiba-tiba.
"Ini nek.., kenalin Bintang. Teman Cleo selama tinggal di rumah Bude."
"Bintang." Bintang mengulurkan tangannya pada nenek memperkenalkan dirinya.
"Oh...., teman baru kamu." lega nenek mendengarnya. Nenek menyambut hangat uluran tangan Bintang.
Setelah bercakap-cakap sebentar. Nenek mempersilahkan Bintang dan Cleo untuk ngobrol berdua berbagi cerita.
...........................
"Kok kamu bisa tahu alamat aku?"
__ADS_1
"Bude kamu yang memberikan alamatmu. Waktu itu aku mau mengajakmu ke sebuah cafe yang suasananya masih tradisional dan alam. Aku yakin kamu suka. Eh waktu aku menjemputmu, ternyata kamunya sudah balik ke sini." Bintang terlihat kecewa.
"Kan waktu itu aku sudah ngomong ke kamu, kalau masa cuti aku sudah hampir habis dan harus kembali lagi ke rutinitas aku." jelas Cleo.
"Aku kira masih beberapa Minggu lagi." sahut Bintang.
"Maaf ya, terus kamu kesini tinggal dimana? Eh aku bukannya ke GR an ya. Kamu kesini bukan hanya untuk menemui aku kan?" Cleo menatap mata Bintang mencari kebenarannya .
"Ya gak lah. Aku ada saudara disini." Bintang memalingkan wajahnya. Seolah menyembunyikan sesuatu.
"Benarkah?" Cleo memicingkan matanya berusaha membaca raut wajah Bintang.
Bintang pun mengangguk cepat.
Kemudian mereka pun terlibat percakapan seru.
..............................
"Oh.., jadi ini penyebab kamu berubah dingin padaku." tiba-tiba terdengar suara bernada negatip.
Cleo dan Bintang yang tadinya bercanda gurau tertawa lepas.Menoleh ke arah suara.
"Nelson." Cleo terkejut dengan apa yang dilihatnya. Nelson telah berdiri di hadapannya dengan wajah penuh emosi. Terbakar api cemburu.
......................💔💔💔..,.............
__ADS_1