Pamit Ini Untukmu

Pamit Ini Untukmu
Saatnya move on


__ADS_3

"Uff.Akhirnya berhasil juga lepas dari buaya darat baru itu " Gea menarik napas dalam


"Cley, kamu harus tegas. Kalau tidak Nelson akan terus mencarimu. Dia tidak akan pernah melepaskan mu." Ucap Kiki sewot.


"Aku sudah berusaha, kalian sendiri sudah lihat kan aku selalu berusaha untuk menghindarinya. Tapi apa yang dilakukan Nelson, dia masih saja tidak pernah mau melepaskan ku. " gumam Cleo sedih.


"Hmm, sepertinya satu-satunya jalan untuk menghindari Nelson. Ya ..., kamu harus resign atau minta mutasi pada bos secepatnya. Karena sepertinya Nelson tidak akan pernah rela melepaskan mu begitu saja. Karena dia masih mencintaimu. " Gea melirik ke arah Cleo.


"Tapi kan dia sudah beristri sekarang. Seharusnya dia tahu diri dong. Tanpa aku minta ia harus melepaskan aku. Karena diantara kami sudah nggak ada apa-apa lagi." Cleo merasa keki dengan sikap Nelson yang masih terus mengganggunya.


"Harusnya seperti itu Cley. Tetapi ia kan masih mencintaimu dan masih ingin tetap bersamamu. Apalagi dia menikah juga karena terpaksa kan? Bukan karena kemauan dia. Pernikahan itu terjadi karena kemauan Papanya. Menurutku sih wajar karena dia masih tetap mengejar mu karena ia masih merasa memilikimu. " sambil menyetir Kiki memberikan pendapatnya tentang sikap Nelson, yang akhir-akhir ini terasa sangat menganggu.


"Sebenarnya kalau dipikir-pikir, kasihan Nelson. Pernikahan yang dia jalani ini bukan keinginan dia. Nelson hanya menjalani apa yang papanya suruh. Sebagai bentuk balas budi pada keluarga Irna. Nelson menikah ya hanya menikah begitu saja. Bukan dengan hatinya." gumam Gea sambil memandang jendela.


Hening ..., Sunyi. Hanya sesekali terdengar suara klakson mobil. Mereka tenggelam dalam pemikiran masing-masing.


....................


Malam itu setelah membersihkan diri, Cleo berjalan di halaman rumahnya sambil memandang langit.


Beribu-ribu bintang yang bertaburan di langit menambah kecantikan suasana malam itu Di samping sinar sang bulan yang mampu menyinari bumi.

__ADS_1


"Walau langit gelap tapi tetap indah kan? Karena ada bintang dan bulan yang mampu menemani dan membuat malam yang gelap ini menjadi indah." tiba-tiba kalimat puitis itu terdengar di belakangnya.


Cleo terbelalak sesaat . Lalu ia pun membalikkan tubuhnya."Bintang!" serunya bahagia.


"Hallo cantik, masih galau saja nih?" goda Bintang.


"Aku kira kamu dah balik ke kampung. Jahat ih gak beri aku kabar." bibir Cleo maju beberapa inchi merajuk.


Hahaha


"Kamu lucu!" Bintang pun mencubit kedua pipi Cleo gemes.


'Jalan yuk! Kamu gak ada janji atau gak lagi menunggu siapapun kan?" Bintang melongok ke sekitar Cleo.


Cleo menggeleng gelengkan kepalanya cepat.


"Cowok kamu?" tanya Bintang sambil menaikkan alisnya.


"Mana ada aku cowok.Aku kan burik!" sahut Cleo datar.


Bintang sekali lagi menaikkan salah satu alisnya."Yakin??"

__ADS_1


"Hooh!"


"Nah yang waktu itu datang dan cemburu itu, siapa ya?" Bintang pura-pura berpikir sambil jari telunjuknya ia tempelkan di pelipisnya.


"Mantan!"


Bintang memicingkan matanya."Mantan??Yakin??" tanya Bintang lebih lanjut.


Cleo mengangguk pelan. Matanya menerawang kosong.


Bintang melirik dan mengamati perubahan raut wajah Cleo.


Kemudian Bintang menarik napas dan menghembuskannya.


"Maaf, kalau pertanyaan aku terlalu pribadi." Bintang menatap penuh penyesalan. Ia tidak ingin melihat Cleo bersedih.


Bintang merasa telah memasuki hal yang seharusnya tidak boleh ia tanyakan terlalu detail.. Mereka kan masih terhitung baru saja dekat. Baru dalam menjalin hubungan pertemanan.


......................


^^^L^^^

__ADS_1


__ADS_2