Pamit Ini Untukmu

Pamit Ini Untukmu
Terbuka


__ADS_3

"Cleoooo!! Sudah ditunggu Nelson tuh!! Nenek memberitahu Cleo kalau Nelson menjemput dirinya.


Cleo yang sedang mempersiapkan beberapa hal yang akan dibawanya ke kantor mendadak terdiam dan duduk di depan meja riasnya.


Cleo menatap kosong dirinya di depan cermin yang berada di depannya."Kenapa dia menjemput ku? Apa kata teman-teman kantor nanti.?" pikir Cleo.


Bagaimana tidak, selama ini mereka hanya berhubungan secara diam-diam. Tidak semua orang mengetahui hubungan spesial diantara mereka hanya beberapa teman dekat saja. Ada juga yang hanya menerka-nerka. Tapi sekarang setelah kabar pertunangan Nelson tersebar seantero tempat kerja mereka. Nelson justru seolah-olah sengaja menunjukan dengan jelas hubungan mereka kepada semua orang.


"Cleyy!!"


"Iya nek bentar!" Setelah tersadar dari lamunannya Cley langsung menyambar tas kecilnya lalu berlari kecil segera menuruni tangga dan menemui Nelson.


"Haii cantik yuk kita berangkat." sapa Nelson yang langsung disambut rona merah pipi Cleo.


"Nek kami berangkat dulu ya?" pamit Nelson mencium tangan nenek. Diikuti Cleo yang memeluk nenek dan mencium pipi kanan dan kirinya.

__ADS_1


"Hati-hati kalian ya doa nenek menyertai kalian berdua." nenek tersenyum bahagia.


Mendengar doa nenek mata Cleo berkaca-kaca. "Seandainya saja nenek tahu apa yang saat ini terjadi pada hubungannya dengan Nelson, yakin pasti nenek tidak akan merestuinya."batin Cleo.


Cleo pun langsung berbalik badan dan menuju ke tempat montor Nelson. Ia sadar genangan bening di matanya mulai meluber Cleo tidak mau neneknya melihat genangan bening itu jatuh menetes. Ia berusaha sekeras mungkin menahannya agar tidak menetes di depan nenek.


Nelson mengikuti langkah Cleo, lalu merekapun berangkat ke kantor dalam diam seribu bahasa. Pikiran mereka sibuk melayang kemana-mana.Tentang bagaimana kelanjutan kisah mereka ini haruskah berakhir atau terus. Bagaimana dengan pertunangan Nelson dan gadis itu akankah hanya untuk sesaat atau selamanya.


Semua pemikiran itu berputar di otak mereka masing-masing. Ada kegalauan yang luar biasa tentang kelanjutan kisah mereka.Tetapi bila ditanya apakah masih saling mencintai mereka berdua akan kompak menjawab iya.


"Sudah sampai Cley." Nelson membuyarkan lamunan Cleo seketika saat diberitahu bahwa mereka sudah sampai di tempat kerja mereka.


Nelson hanya menarik napas panjang ketika menyadari banyak mata yang memandang ke arah mereka dan berbisik-bisik.


Saat ini tidak mungkin bagi Nelson meninggalkan Cleo sendiri. Saat ini mental Cleo benar-benar sedang rapuh. Dengan penuh kesabaran dan rasa tanggung jawabnya karena dirinyalah yang telah membawa Cleo ke dalam pusaran permasalahan pelik yang kini sedang mereka hadapi.Nelson sudah tidak lagi ambil pusing dengan omongan-omongan orang lain di belakangnya.

__ADS_1


"Lho katanya kemarin tunangan kok sekarang jalan sama Cleo.?" bisik beberapa teman yang sempat terdengar oleh Nelson.


"Cley aku kebelakang dulu ya." Saat mereka sudah memasuki kantor.


Cleo pun mengangguk dengan kepura-puraan nya ia duduk di bangkunya dan memulai aktivitas awalnya di kantor.


Ia menyalahkan komputer, menyiapkan berkas-berkas yang akan digunakan hari ini.Tanpa menggubris tatapan aneh dan bisik-bisik lirih teman-temannya.


Kiki yang datang terlebih dahulu di kantor sangat memahami apa yang terjadi.Yang membuat suasana kantor menjadi begitu tegang.


"Kamu berangkat bareng Nelson?" Kiki mendekati Cleo.


Cleo hanya mengangguk pelan."Waktu aku mau berangkat tiba-tiba nenek memberitahuku kalau Nelson datang menjemput ku. Maunya aku tolak tapi nenek pasti curiga dan nantinya akan tanya macam-macam.Jadi... ya sudahlah." jelas Cleo pasrah.


Bagas menyodorkan sebuah kertas laporan kerjanya kemarin kepada Cleo.Saat Cleo akan menandatangani laporannya dengan nada yang tidak enak ia menyindir Cleo."Daripada nantinya bermasalah dan baper dengan tunangan orang lebih baik jauh-jauh saja.Cowok single masih banyak tuh!' Lalu Bagas berjalan meninggalkan Cleo yang masih terkejut dan terdiam karenanya.

__ADS_1


Cleo yang sadar ucapan tadi ditujukan kepadanya membuat otot-otot tubuhnya terasa melemah dan air mata yang tak diharapkan, datang dengan tidak sopan nya mengalir di pipinya.


......................................


__ADS_2