
Melihat penyesalan yang terpancar dari wajah Bintang, membuat Cleo pun luluh.
Cleo ingat sejak ia mengenalnya. Bintang selalu membuatnya tersenyum. Dan Bintang lah satu-satunya teman pertama yang menemaninya di masa-masa sulit dirinya menjauh dari Nelson.
"Cley, please aku minta maaf.Aku janji tidak akan menyinggung masalah pribadi kamu lagi. Kalau itu membuat kamu tidak nyaman." Bintang menatap penuh penyesalan.
Cleo mendekatkan wajahnya ke telinga Bintang. "Aku cuman mau ke toilet.Di sebelah mana ya toiletnya?" bisik nya sambil tersenyum menggoda.
Bintang terbelalak mendengar pertanyaan Cleo. Bintang perlahan menoleh ke arah Cleo menyeringai dingin. "Kamu ya...."
Cleo melangkah mundur dengan teratur saat melihat Bintang menyeringai galak.
"Maaf Bintang ..., aku pipis dulu ya." lalu Cleo buru-buru kabur menjauh dari Bintang.
"Cleyyy!!" teriak Bintang lalu mengejar Cleo dan langsung menggendongnya.
"Ampunn Bintang! Ampun! Aku cuman bercanda." seru Cleo sambil berusaha melepaskan diri dari gendongan Bintang.
Bintang tidak peduli dan membawa Cleo ke taman samping Cafe.
"Bintang please, malu! dilihat banyak orang. Turunkan aku !" seru Cleo sambil memukul punggung Bintang.
Bintang akhirnya menurunkan Cleo di taman di tepi kolam yang begitu indah.
"Uff! Bintang teman-teman kamu ada yang ngeliat tuh. Ntar kamu dilaporkan ke manager kamu lho ." lapor Cleo
"Bodo! Berani ya kamu bohongi aku." tatap Bintang lekat.
__ADS_1
"Maaf, aku kan juga bercanda. Masak kamu aja yang boleh bercanda." jawab Cleo manyun.
"Kamu itu----"Bintang melihat Cleo bagaikan anak anjing pudel yang lucu tapi terkadang suka mengigit manja bila ingin mengajak bermain.
"Wahh..., taman ini indah sekali.Yang bikin konsep cafe ini pasti orang hebat dalam menata interior dan eksterior nya." gumam Cleo sambil memutari taman.
Bintang hanya tersenyum penuh arti.
"Bos kamu orang sini juga? Oh ya kamu balik kerja dulu deh. Aku tunggu sampai kamu selesai jam kerja.Eh tapi biasa kerja sampai jam berapa? Aku gak bisa terlalu malam. Karena di tempat kos aku, ada jam malamnya." ucap Cleo.
"Gak apa-apa.Kamu mau pulang sekarang?" Bintang melihat jam tangannya.
"Iya nih sudah lumayan larut malam." Cleo mengambil ponselnya untuk memesan taxi online.
Bintang memegang ponsel Cleo "Gak usah pesan taxi online."
Cleo menatap Bintang bingung.
"Tapi kamu kan masih jam kerja?"
Bintang tersenyum simpul. "Tenang saja, aku pamit dulu ya sama mereka.Kamu tunggu sebentar disini." Lalu Bintang pun berlari masuk ke dalam Cafe.
"Tapi Bintang----"
"Tunggu disitu!" perintah Bintang.
Tidak lama kemudian Bintang kembali ke tempat Cleo menunggu.
__ADS_1
"Yuk!" Bintang melangkah menuju parkir motor nya.
Cleo tetap di tempat. "Sebentar Bintang aku belum bayar makanannya." Cleo hendak kembali ke dalam Cafe.
Bintang dengan cekatan langsung menahan lengan Cleo."Sudah..., ayo aku antar kamu pulang.'
"Tapi Bin aku belum--" Cheryl menunjuk ke dalam Cafe.
"Aku yang traktir. Sudah aku bayar. Yuk!" ajak Bintang.
"Lho kok! Jangan begitu Bintang kan aku yang makan tadi" tolak Cleo.
Bintang menarik napas panjang.
"Aku baru terima gaji. Sudahlah yuk! Keburu malam." Bintang benar-benar meninggalkan Cleo menuju parkir motornya.
Akhirnya Cleo pun mengikuti langkah Bintang.
"Come on!" seru Bintang diatas motornya.
Setelah Cleo mendekati Bintang. Sebuah helm disodorkan padanya."Nih pakai!"
Cleo pun menerimanya dan memakainya.Lalu merekapun menyusuri malam ini berdua diatas motor.
.....................
Haii readers setia aku, terima kasih ya masih selalu setia membaca karya aku. Ikuti terus kelanjutan kisah Cleo ya .
__ADS_1
Jangan lupa beri dukungan nya selalu. Kalian juga bisa mampir ke karya othor yang lain yang juga masih on going. Sahabatku Suami Pengganti