
Nelson masih terus dengan gigih mencari tahu keberadaan Cleo. Ia berusaha mengingat siapa saja yang mengetahui tentang berita mutasi Cleo dari kantor pusat.
"Ya ... Satpam kantor! Dia yang pertama kali memberitahuku tentang kepindahan Cleo.Semoga ia juga tahu Cleo dimutasi kemana."pikir Nelson yang kemudian mencari berkas tentang satpam kantor.
Sebenarnya Nelson bisa saja menghubungi semua cabang kantornya untuk menanyakan keberadaan Cleo. Tetapi resikonya akan banyak yang tahu tentang hubungan mereka nantinya.Dan sangat bisa dipastikan akan membuat kehebohan tersendiri di kantor-kantor cabang dan tidak menutup kemungkinan beritanya akan sampai ke kantor pusat."Terlalu beresiko" gumam Nelson.
Nelson mulai membuka data karyawan kantor dan mencari nomer telepon satpam kantor. Karena tidak mungkin dirinya mengharapkan keterangan itu dari Kiki dan Gea. Mereka berdua sudah sangat bisa dipastikan terikat janji untuk tidak membocorkan keberadaan Cleo pada dirinya.
"Yes! Dapat!" Nelson lalu mengambil ponselnya lalu menelepon satpam kantor.
Sedetik dua detik tidak ada jawaban. Nelson kembali memperhatikan nomer yang ia hubungi dengan data yang ia dapat dan itu sama.
Nelson mencoba kembali menghubungi nomer tersebut.Dan kembali tidak ada respon.
"Sialan!" dengan emosi Nelson melempar ponselnya di kursi lalu ia kembali berkutat dengan laptop nya dan mencari alamat satpam kantor.
"Diminum dulu mas kopinya." Irma menyodorkan secangkir kopi hitam untuk suaminya.
Tanpa menoleh sedikitpun dan diam seribu bahasa.Pandangan Nelson hanya tertuju pada layar laptopnya.
"Istirahat dululah mas sebentar nanti lanjut kerja lagi." Irma mencoba berkomunikasi dengan Nelson.
Nelson hanya diam menahan emosi. Berhenti mengetik, lalu kembali melanjutkan sebentar dan menutup laptopnya.Kemudian ia berdiri dan hendak pergi meninggalkan Irma untuk kesekian kalinya.
__ADS_1
"Bisa tidak kita bicara baik-baik. Aku ini manusia bukan patung!" teriak Irma putus asa dalam tangisnya.
"Aku ingin kita bisa seperti pasangan suami istri lainnya.Saling terbuka dan mengasihi bukan diam-diaman seperti ini!"
Nelson berhenti melangkah."Terakhir aku mencoba bicara baik-baik dengan kamu.Dan aku pikir kamu memahaminya.Ternyata ..., kamu mengkhianati kesepakatan kita. Jadi untuk apa lagi kita bicara.Lakukan apapun yang kamu mau. Begitu juga denganku. Ingat kamu sendiri yang menciptakan neraka jadi nikmatilah!" Nelson pun melangkah keluar rumah. Dan pergi bersama mobilnya ditelan gelapnya malam.
Irma hanya bisa menangis dan meratapi nasibnya.Dahulu ia ditinggalkan calon tunangannya begitu saja dan kini suaminya sendiri tidak pernah menganggap dirinya ada.
Berbagai cara sudah ia lakukan untuk mengambil hati suaminya tetapi suaminya bukan tipe laki-laki yang mudah ditaklukkan.
Terkadang ia iri dengan Cleo.Betapa Nelson sangat memuja dan terus mengejar Cleo walaupun berulang kali Cleo menolak dirinya dan pergi menjauh.Tetapi Nelson dengan begitu gigihnya terus berupaya mendapatkan hati Cleo.
Irma kini hanya bisa menangis dan menyesali keputusannya dahulu. Irma mengira dengan menikahi Nelson ia akan hidup bahagia karena ia tahu Nelson lelaki yang setia.
...................
Ditengah gelapnya malam Nelson masih terus berusaha mencari alamat Satpam kantor tempat dia bekerja.
Sudah berulangkali Nelson mencoba untuk menelpon tetapi tidak ada respon samasekali.
Akhirnya Nelson memutuskan untuk mendatangi rumahnya.
"Hmm, sepertinya ini rumahnya" gumam Nelson.
__ADS_1
Nelson pun akhirnya membulatkan tekad untuk mengetuk pintu rumahnya.
Seorang wanita paruh baya membukakan pintu untuknya.
"Selamat malam Bu, ini benar rumahnya pak----"
"Hai mas Nelson! Ada apa kok malam-malam ke rumah?"
"Malam pak! Maaf tadi saya telepon bapak tapi tidak bisa."
"Oh maaf mas hape saya rusak masih saya service.Mari masuk mas!"
Akhirnya setelah berbincang-bincang random Nelson pun mengutarakan maksud kedatangannya.
............................
Hmm kira-kira Nelson berhasil tidak ya menemukan Cleo kita tunggu kelanjutannya.
Jangan lupa dukung terus Cleo ya beri like, komen dan vote bila berkenan. Terima kasih.
Sambil nunggu up yuk mampir ke karya teman aku
__ADS_1