Pamit Ini Untukmu

Pamit Ini Untukmu
Hilang


__ADS_3

Suara deru ombak dan sinar matahari yang menerpa wajah Nelson disertai sedikit percikan air akhirnya mampu membangunkan Nelson dari tidur lelapnya.


Ia mengerjapkan matanya beberapa detik saat sinar matahari langsung mengenai kedua matanya.Untuk beberapa saat ia harus beradaptasi dengan keadaan. Nelson pun berusaha mengingat apa yang terjadi semalam hingga ia tertidur di tepi pantai.


Suara burung camar mendominasi pantai dan sekitarnya ditambah lagi deru ombak bergantian yang menyapu bibir pantai.Suasana pantai yang begitu damai mengingatkan Nelson pada kekasihnya. Ya.... Cleo. Cleo kekasihnya sangat menyukai suasana pantai apalagi bila matahari mulai terbenam.


Sejenak ia ingat akan permasalahan yang sedang ia hadapi.Nelson bertekad bila mengalami jalan buntu berhadapan dengan papanya.Maka satu-satunya harapan adalah bicara langsung dengan Irma.dan meminta ia untuk membatalkan pertunangan ini karena diantara mereka tidak ada cinta dan dirinya sudah mempunyai kekasih yang akan ia nikahi.


"Ya...aku akan bicara langsung dengan Irma. Berbicara dengan seseorang yang mengerti arti cinta sesungguhnya pasti akan lebih simpel. Bagaimanapun juga pertunangan ini palsu dan terpaksa Tidak bisa diteruskan lebih lama lagi.Karena akan menyakiti Cleo kekasihnya." pikir Nelson. Lalu ia pun bangkit dan menuju mobilnya dan meninggalkan pantai.


.....................................


Beberapa jam kemudian.


Brakkk!!


"Suara apa itu bi?" mama Nelson menghentikan kegiatan memotong-motong buah untuk dibuat menjadi es buah sebagai minuman di siang hari yang menyegarkan.


"Itu nyonya tuan muda menutup kamarnya. Sepertinya tuan muda sedang tidak enak hati." jawab Bi Yati.


"Tuan muda? Nelson?? Ia pulang? Anak aku pulang?" spontan mama menghentikan dan menaruh pisau yang dipegangnya. Lalu ia berlari menuju kamar anaknya.

__ADS_1


"Bi teruskan ya! Koreksi rasa sebelum masuk kulkas." perintah mama Nelson sebelum meninggalkan dapur.


Mama kemudian setengah berlari menaiki tangga menuju kamar Nelson.


Tok..tok...tok ..


" Son...kamu di dalam nak? Buka pintunya sayang?" bujuk mama.


Hening ...tidak ada jawaban apapun dari dalam. Hanya ada suara tak berarti entah apa yang sedang Nelson lakukan.


"Nak ...ayolah buka pintunya." mama kembali membujuk Nelson untuk membuka pintu kamarnya.


Suasana tetap hening tanpa ada jawaban pasti dan nyata Tiba- tiba


Pintu kamar terbuka.


"Nelson!" sapa mama


Nelson keluar memakai jaket jeans dan celana jeans belel. Tidak lupa tas ransel hitam tergantung di pundaknya.


"Kamu mau kemana nak?" tanya mama

__ADS_1


Nelson mencium tangan mamanya lalu mengecup kening mamanya.


"Ada yang mau Nelson selesaikan ma." Lalu Nelson melangkah pergi.


"Kamu mau kemana nak?" kembali mama bertanya dan mengikuti langkah Nelson.


"Ke suatu tempat. Mama tenang saja Nelson bukan anak kecil lagi okay! Nelson bisa jaga diri. Nelson pergi dulu ma!" lalu Nelson menuju mobil dan mengendarainya menjauh dari rumahnya.


Mama terlihat sedikit panik melihat anaknya kembali meninggalkan rumah.


"Kamu mau kemana nak? Haduh bagaimana ini bagaimana kalau papa tanya?" Mama meraih hape nya dan menekan beberapa nomer.


...................................


Selama di kantor Cleo kehilangan semangat kerjanya sejak ia mendapatkan kabar bahwa kekasihnya Nelson kabur dari rumah dan entah kini dimana ia berada."Hmm apa ini ada hubungannya dengan apa yang ia janjikan kemarin padaku?" pikir Cleo.


'Hei Cley... sedang mikirin Nelson ya? Kamu dah coba hubungi dia?" tanya Kiki melihat sahabatnya itu yang hampir sepanjang hari terlihat melamun dan tidak fokus pada pekerjaannya.Untung bos tempat ia bekerja hari ini tidak ada di tempat.


"Sudah aku hubungi tapi tidak ada respon darinya" ucap Cleo lirih.


"Tenang Cley sepulang kantor kita cari Nelson sama-sama okay .Aku yakin kok Nelson baik-baik saja." hibur Gea.

__ADS_1


"Terima kasih guys! Kalian memang sahabat terbaik." ucap Cleo sambil berpelukan bertiga.


...................


__ADS_2