
Sejak awal mata Nelson menangkap sosok wanita yang terlihat begitu familiar dimatanya. Tetapi karena pencahayaan yang redup membuat ia tidak begitu yakin dengan apa yang dilihatnya.
Entah mengapa sejak tadi perasaannya begitu bergemuruh tak berarturan seolah ingin menyampaikan sesuatu padanya.
Dan disaat sosok wanita yang tadi ia merasa mengenalnya, hendak berboncengan dengan teman cowoknya. Sorot lampu taman tepat mengenai wajah sang wanita dengan sangat jelas.Membuat mata Nelson terbelalak terkejut setelah sadar wanita yang ia amati dari tadi adalah Cleo.
"Cleoo!!"ucapnya spontan.
Tanpa memberi kesempatan lebih lama lagi Nelson langsung berlari mendekati Cleo dan menarik tangan Cleo dengan kasar.
"Heii apa-apaan ini!" Bintang terlihat marah mengetahui tiba-tiba lelaki yang tidak ia kenal mendekat mereka lalu menarik Cleo turun dari montornya hingga nyaris terjatuh.
"Lepaskan! Bintang tolong!" teriak Cleo.
Nelson terus saja menarik tangan Cleo menjauh.
"Lepaskan!" teriak Bintang yang kemudian turun dari montornya dan mengejar Cleo.
"Lepaskan kataku,!"Bintang meraih baju Nelson dan hampir saja sebuah tinju melayang di wajah Nelson.
"Kamu??" Bintang menahan kepalan tangannya yang hampir saja mengenai wajah Nelson yang menatapnya penuh amarah dan rasa cemburu.
__ADS_1
"Nelson!!" seru Cleo yang tak kalah terkejut dengan Bintang.
Merasa Nelson lebih berhak atas Cleo.Bintang pun melepaskan Nelson dan membiarkannya membawa Cleo.
Bagaimanapun Bintang yakin Nelson tidak akan mencelakai Cleo.Dia hanya cemburu dan marah sehingga ia menjadi sekasar tadi.
"Bintang! Bintang jangan pergi!" teriak Cleo.
Bintang ingin menolong Cleo tapi ia sadar dia tidak bisa berbuat apa-apa.Dia hanya teman baru Cleo bukan siapa-siapa. Sedangkan Nelson adalah kekasih Cleo walaupun ia tahu diantara mereka sedang ada masalah. Tetapi ia tetap tidak berhak untuk ikut campur masalah yang bukan menjadi haknya.
"Lepaskan! Nelson lepaskan! Kamu sudah gila!" teriak Cleo terus berusaha melepaskan tangannya.
Nelson membalikkan badannya.Menatap tajam Cleo dengan sorot mata penuh kecemburuan.
"Cerita kita telah usai. Kita tidak bisa bersama lagi.Hiduplah bahagia bersamanya."lanjut Cleo memohon.
Nelson melangkah mendekat dan masih menatap lekat Cleo."Bagaimana mungkin aku bisa bahagia, bila kebahagiaan aku adalah bersamamu."
"Please, sadarlah Kamu sekarang sudah menikah.Kita tidak bisa bersama lagi."
"Cleo, sampai kapanpun aku tetap mencintaimu."ungkap Nelson.
__ADS_1
"Dengar Nelson, walaupun kita saling mencintai tapi kita tidak berjodoh.Terimalah kenyataan ini."
"Siapa bilang kita tidak berjodoh?" sahut Nelson kekeh.
"Come on Nelson, kita tidak mungkin bisa bersama lagi.Kamu sudah menikah."
"Aku tidak mencintainya aku hanya mau kamu.Aku hanya mencintaimu! Cleo percayalah entah bagaimana nanti, kita pasti akan bersatu lagi." ucap Nelson.
"Kamu sudah gila!" Cleo pun berlari meninggalkan Nelson.
"Cleo!" teriak Nelson hendak mengejar.
"Jangan mengejarku! Aku akan berteriak kalau kamu masih nekat mengejarku." teriak Cleo terus berlari menjauh.
Nelson hanya menatap nanar kepergian Cleo. Melihat sorot mata penuh kebencian dari Cleo saat ia berteriak bahwa ia tidak ingin dikejar membuat hatinya terasa sakit dan pedih.
Tidak terasa di kedua sudut mata Nelson terasa basah dan berembun.
"Cleo andai kamu tahu.Betapa besar rasa cintaku padamu. Andai waktu bisa berputar aku tidak akan mau terjebak dalam pertunangan palsu itu.Aku tidak akan mengorbankan kebahagiaan kita untuk orang lain."batin Nelson penuh penyesalan sambil menatap Cleo dari kejauhan
......................
__ADS_1
Mampir ke karya teman aku yuk sambil menunggu kelanjutan kisah Cleo dan Nelson.