
Di sebuah Mall, terlihat Cleo dan Kiki sedang memilih-milih beberapa contoh sovenir untuk pesta pernikahan Cleo dan Bintang.
"Sepertinya ini keren Cley, kamu suka?" Kiki menunjuk sebuah pigura dengan detail klasik terkesan romantis tapi elegan.
"Boleh juga ntar diisi foto kami berdua berserta ucapan terimakasih dari kami" Cleo meneliti lebih detail pigura kecil yang ada ditangannya.
"Yuk kita tanyakan, berapa harganya." ajak Cleo.
...............................
Setelah mereka selesai memesan sovenir.Gea menelepon Cleo memberitahu kalau dirinya sudah sampai di Mall yang mereka sepakati bertemu.
"Gea sudah sampai.Yuk kita samperin!" ajak Cleo kemudian mereka berjalan ke tempat yang telah mereka sepakati.
"Tuh Cley Gea !" tunjuk Kiki ke arah Gea yang melambaikan tangannya.
"Yuk!" Kiki memimpin terlebih dahulu berjalan ke arah Gea.
Brukk!!!
"Oh maaf...maaf !" tidak sengaja karena terburu-buru Cleo menabrak seseorang dari arah yang berlawanan.
Barang-barang belanjaannya berserakan di lantai.
"Tidak apa-apa, saya juga buru-buru tadi."sambil membatu membereskan tas belanjaan Cleo
__ADS_1
Gea dan Kiki dengan spontan dan tanpa dikomando terbelalak terkejut dan menutup mulutnya saat menyadari siapa yang menjadi lawan Cleo saat bertubrukan.
Cleo sibuk memasukkan isi belanjaannya yang tercecer ke dalam tas.
Tiba-tiba tangan itu bergetar dan berhenti saat memungut contoh undangan yang tadi Cleo pesan.Ia memandang Cleo tak berkedip terlihat jelas embun di pelupuk matanya.
"Maaf ..." ucap Cleo saat ingin mengambil contoh undangan yang masih dipegang oleh seseorang yang ia tabrak tadi.
"Selamat ya..., semoga kamu bahagia" sebuah tangan yang sedikit bergetar itu disodorkan ke arah Cleo memberi selamat.
"Ahh terimakasih." sambut Cleo.
Dan betapa terkejutnya dirinya saat menyadari sosok yang tadi ia tubruk adalah Nelson.
Untuk beberapa saat mereka saling berjabat tangan dalam diam dan keterkejutan.
"Pa...pa!" terdengar suara anak kecil yang masih belajar bicara memecah keharuan diantara mereka.
Cleo segera menarik kembali tangannya dari genggaman Nelson.Dan menoleh ke arah anak kecil yang mengulurkan tangannya ke arah Nelson dalam gendongan ibunya.
Cleo hanya mampu menatap nanar ke arah Irma dan anak mereka.Lalu entah kekuatan darimana, ia tersenyum samar "Hei apa kabar. Ini anak kalian ya? Ganteng." ucap Cleo datar.
Irma hanya mengangguk.Nelson hanya diam seribu bahasa
"Pa...pa!" kembali si kecil memanggil papa nya dan ingin digendong olehnya.
__ADS_1
Nelson pun mengambil si baby dan menggendongnya.
Bibir Cleo tetap tersenyum tetapi entah kenapa masih ada rasa nyeri yang merayap di dadanya.
"Cley..., yuk kita makan siang nanti gak keburu lho kita masih ada janji untuk fitting baju pengantin." ajak Kiki memecah kekakuan diantara semuanya
"Baju pengantin??Kamu akan menikah?" tanya Irma mulai membuka suara.
Cleo mengangguk.
"Wah selamat ya."Irma terlihat lega sekarang tidak ada lagi yang perlu ia khawatirkan. Saingan terberat untuk menaklukkan hati Nelson kini sudah tidak ada lagi.Kemungkinan dan kekhawatiran Irma terhadap Nelson masih mencari dan kembali pada Cleo kini tidak lagi perlu ia khawatirkan karena jalan itu kini telah tertutup.
"Iya terima kasih." jawab singkat Cleo.
"Oh ya aku duluan ya..." lajut Cleo.
"Oh iya silakan. Selamat ya Cleo semoga kamu bahagia." Irma mengulurkan tangannya dan disambut oleh Cleo dengan senyuman tanpa arti.
Nelson tanpa berpamitan telah melangkah pergi bersama anaknya, meninggalkan Cleo dan kedua sahabatnya serta istrinya.
Menyadari suaminya telah melangkah pergi Irma pun segera menyusul suami dan anaknya itu.
"Eh aku pamit dulu." kemudian Irna pun menyusul Nelson dan anaknya.
Cleo hanya terdiam dan menatap punggung Nelson dalam diam.
__ADS_1
💔💔💔💔