
Cleo sejenak melupakan segala kesedihan dan kekecewaan yang ia rasakan. Ia berusaha keras untuk membuat dirinya bahagia. Terlalu sering airmatanya jatuh hanya untuk orang-orang yang tidak pantas ditangisi. Tetapi pada kenyataannya seringkali kita menangis karena mereka.Entahlah mereka yang terlalu pintar mempermainkan perasaan atau kitanya yang terlalu polos, naif dan bodoh.
Cleo berjalan ke tepi pantai dan meninggalkan Bintang yang duduk sambil meminum air kelapa dan bersiap menikmati momen matahari yang akan kembali ke peraduan dalam pelukan bumi.
Bintang tak lepas mengamati setiap gerak gerik dan perubahan wajah Cleo tiap detiknya.Dan akhirnya ia yakin dengan pengamatannya bahwa Cleo sedang lari dan berusaha menghilang dari sesuatu yang ingin ia lupakan.
Bintang lalu berdiri dan menghampiri Cleo. Ia berdiri tepat di samping Cleo. Bintang mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskannya.
"Udara sore ini sangat segar'" Bintang sangat menikmati suasana senja yang cantik yang disebabkan oleh sang surya yang perlahan bersembunyi di balik punggung bumi.
"Kamu betul Bintang ..., indah sekali pemandangan sore ini. Aku pasti sangat merindukan suasana seperti ini." sebuah senyuman tipis mulai terlihat di bibir mungil Cleo
Bintang pun tersenyum kagum melihatnya."Yup momen hari ini tidak akan pernah aku lupakan."
Cleo menoleh ke arah Bintang sambil mengerutkan keningnya."Bukannya kamu asli penduduk disekitar sini dan pastinya sudah sangat terbiasa melihat keindahan pantai di saat sunset seperti sekarang?"
Bintang melirik ke arah Cleo."Yaaa....., kamu betul sekali." Bintang kembali mengarahkan pandangannya ke arah matahari yang mulai tenggelam dengan warna jingganya yang begitu cantik.Di batas garis Cakrawala di bumi bagian barat.
"Tetapi ada satu yang membuat beda momen sunset sore ini." kembali Bintang melirik Cleo sekilas.
Cleo menoleh dengan menyatukan kedua alisnya."Beda bagaimana?"
Bintang membalikkan tubuhnya menghadap Cleo. "Bedanya ....., sunset sore ini ada kamu yang menemani aku." ucap Bintang sambil tersenyum.
"Hmm gombal!" Cleo memukul manja bahu Bintang lalu berlari menjauh .
"Heii Cley tunggu!"
__ADS_1
Cleo terus berlari ke tepi pantai. Kedua kakinya kini sudah terkena sapuan ombak kecil dari pantai.
Cleo terus berlari ke arah pantai. Dan diikuti Bintang di belakangnya.
Cleo memercikkan air pantai ke arah Bintang. Dan Bintang berusaha menghindar sekaligus berusaha membalasnya juga.
Setelah mereka lelah berlarian sepanjang pantai saling mengejar sambil berusaha membuat lawan basah terkena percikan air. Akhirnya merekapun berhenti. Lalu duduk di tepi pantai sambil menghempaskan tubuh ke pasir pantai yang padat dan lembut. Kicau burung Camar pun ikut meramaikan keindahan alam sore ini.
Bintang dan Cleo sangat menikmati pertemanan baru mereka. Akhirnya merekapun bertukar nomer telepon.
"Jadi kamu liburan disini? Atau berniat pindah kesini." desak Bintang penasaran.
" Entah lah....., pengen rasanya bisa tinggal disini lebih lama lagi .Tapi jatah cuti aku habis dua hari lagi .Dan itu pertanda dua hari lagi aku harus kembali pulang.dan menjalani semua aktivitas aku seperti biasa." Hening .... sepi.... Cleo melempar pandangannya ke pantai yang luas . Ada sedikit keraguan serta ketakutan di hatinya untuk kembali pulang dan tentu saja bertemu dengan Nelson kembali.
Mengingat Nelson, Cleo merasakan tiba-tiba pelupuk matanya basah. Begitu menyadari ada yang ingin berdesakan turun, Cleo berusaha menahannya dengan mendongakkan kepalanya ke atas.
"Cley...,menangis lah lepaskan semua perasaan kamu. Apapun yang sedang kamu rasakan saat ini lepaskan. Menangis lah dan buang semua kesesakan yang kamu rasakan.Berteriaklah pada pantai buang semua yang mengganjal perasaan kamu saat ini." Bintang berdiri dan melangkah maju beberapa langkah.
"Aaarggghhhhhh!!!" teriak Bintang berulang kali. Lalu ia kembali menoleh ke arah Cleo.
"Come on Cley! Berteriak lah ! Menangis lah! Pantai akan menampungnya dan akan menggantikan nya dengan kelegaan.Percayalah! Aku sering melakukannya.Come on Cleo do it Berteriak lah ! Menangis lah!" Bintang menarik tangan Cleo agar berdiri dan melakukan seperti yang Bintang lakukan.
"Teriak lah Cleo! Keluarkan semua kesesakan mu." bisik Bintang.
Cleo memandang Bintang lekat. Bintang tersenyum penuh kesabaran.Sikap Bintang itulah sedikit membawa Cleo ke kenangan saat bersama Nelson. Lelaki yang pernah ia harapkan kelak akan menemaninya mengarungi hidup ini berdua. Tetapi ternyata takdir tidak mengijinkan mereka untuk bersatu.
Untuk kesekian kalinya Cleo harus merasakan kembali kekecewaan dalam kisah percintaan nya .
__ADS_1
"Kenapa Tuhan kenapa aku harus selalu mengalami ini semua.Apa salah dan dosa aku. Tak bolehkah aku merasakan kebahagiaan seperti yang lain." Air matanya mengucur dengan derasnya mengingat kegagalan demi kegagalan yang ia alami dan rasa sakit yang ia rasakan dalan kisah percintaannya.
"Aarggggghhh!! Kenapa ? Kenapa ??" teriak Cleo mengeluarkan segala kesesakan yang selama ini selalu ia pendam dan sembunyikan dibalik senyumannya.
Luka yang Cleo rasakan selama ini hanya ia balut dan sembunyikan di balik kalimat I am Okay tetapi dibalik kalimat itu ada hati yang sangat terluka dan rapuh.Senyuman yang terlihat pun hanyalah sebuah hiasan semata agar semua orang percaya bahwa dirinya baik-baik saja. Walau kenyataan nya berbanding terbalik.
Bintang menarik napas kembali.Ia merasa lega akhirnya Cleo berhasil mengeluarkan segala kegundahan dan kesesakan hatinya
Lalu ia menghampiri Cleo kembali yang saat ini sedang terpuruk menangis sesenggukan di tepi pantai
Bintang duduk di samping Cleo . Ia menemani hingga Cleo kembali tenang.
"Good job! Menangis lah sampai kamu merasa lega keluarkan semua ganjalan hatimu. Aku mau nanti disaat kamu pulang, perasaan kamu jauh lebih baik dari saat kamu datang ke kota ini. Jadi Cuti kamu tidak terbuang sia-sia." ucap Bintang berusaha mengapresiasi apa yang telah Cleo lakukan.
Cleo berusaha menghapus airmatanya.Dan menata kembali emosinya.
"Tidak perlu dihapus. Biarkan saja mengalir bila masih mengalir . Karena bila masih ada airmata yang mengalir itu tanda luka kamu belum sembuh. Jadi bila kamu ingin luka itu cepat sembuh biarkan airmata itu mengalir karena airnata yang mengalir adalah obat terbaik untuk luka kita Semakin banyak mengalir hingga tidak ada lagi airmata yang turun bila kita mengingatnya. Itu pertanda luka kita sudah kering dan sembuh." Bintang kembali tersenyum pada Cleo.
"Bagaimana? Jauh lebih baik kan? " lanjut Bintang.
Cleo sudah merasa tenang dan berhasil menguasai emosinya. Dan airmata nya pun sudah mulai mengering.Dan benar seperti kata Bintang, perasaannya saat ini jauh lebih baik dari saat ia baru datang ke pantai tadi.
"Kamu benar Bintang perasaan aku jauh lebih baik sekarang." Cleo pun tersenyum pada Bintang.
'Terima kasih ya..., kamu sudah menemani aku hari ini dan membuat perasaan aku lebih lega.Tapi entah bertahan untuk berapa lama." ucap pesimis Cleo.
"Heii ngomong apa sih kamu.Ingat perkataan yang keluar dari mulut itu adalah doa.Jadi kita harus benar-benar bisa memfilter semua perkataan yang keluar dari mulut kita agar menjadi doa yang baik buat diri kita sendiri nantinya." Bintang memegang kedua pundak Cleo.
Cleo mengangguk setuju sambil tersenyum "Terima kasih Bintang buat pencerahannya." ucap lirih Cleo. Ia merasa sangat bahagia hari ini. Karena ia mendapatkan teman baru yang hebat
__ADS_1
...................🌹🌹🌹...................