Pamit Ini Untukmu

Pamit Ini Untukmu
Sahabat pelipur lara.


__ADS_3

"Haii Cleo!" Bintang yang melihat kedatangan Cleo diantara banyaknya orang yang hadir di sekitar pantai. Untuk menghadiri sebuah acara yang disponsori dinas pariwisata di daerah itu agar rasa ingin memperkenalkan wisata alam yang ada di daerah bangkit hingga kembali dikenal seluruh masyarakat Indonesia.


"Cleo!!" Bintang mengacungkan tangannya memberi tahu keberadaan dirinya.


"Heii Bintang! Aduhh!!” Cleo terdorong para undangan yang datang dari segala penjuru.


"Cley! Are you okay?" Bintang berusaha menghampiri Cleo secepat mungkin diantara kerumunan orang yang semakin malam semakin ramai .


"Bintang!!" teriak Cleo saat sadar dirinya semakin jauh terdorong dan terpisah dengan posisi Bintang diawal.


"Cley!! Cleyy!!" teriak Bintang mencari Cleo yang tiba-tiba sudah tidak terlihat lagi keberadaannya.


"Cleooo!! Jangan bergerak tunggu disitu aku akan datang!" Bintang dengan sedikit khawatir berusaha menyibak paksa kerumunan orang-orang yang semakin ramai.


"Tolong!! Bintang!!Tolong aku!! Aduhh! Aahh!!" Teriakan panik Cleo terdengar manja di telinga Bintang.


"Cleo!? Awass!! Minggir !!!" Bintang berusaha secepatnya menemukan Cleo yang suaranya terdengar semakin menjauh .


"Bintang!!" teriak lemah Cleo saat melihat Bintang berjalan menuju ke arah Cleo.


"Cleyy!" akhirnya Bintang menemukan keberadaan Cley yang terlihat terkulai lemas di dekat warung.

__ADS_1


"Cley...Cley!!Tunggu sebentar!" Bintang dengan wajah panik berlari mencari pemilik warung dan membeli sebotol air mineral untuk Cleo.


"Cley ,minum dulu yuk!" Bintang menyodorkan sebotol air mineral pada Cleo.


"Terima kasih." lalu Cleo meminumnya dan mengatur napas hingga kembali stabil.


"Maaf ya Cley. Aku bikin kamu seperti ini.Harusnya aku sadar acara jni pasti menyedot banyak massa." sesal Bintang.


Cleo tersenyum mencoba menenangkan Bintang yang merasa bersalah telah mengajaknya ke perayaan yang mendatangkan banyak orang berkumpul.


"Bukan salah kamu kok.Niat kamu kan baik. Kita mana bisa mengontrol penonton."Cleo mencoba menenangkan rasa bersalah Bintang.


Bintang terlihat beberapa kali menarik napas. Sorot mata penuh penyesalan terlihat jelas di mata Bintang.


Bintang menoleh ke arah botol air mineral tersebut lalu menerimanya dan meminumnya sampai habis.


Cleo menatap senang Bintang sudah terlihat tenang .


Kemudian Bintang bangkit berdiri dari posisinya semula. Ia meregangkan beberapa bagian tubuhnya sejenak.Lalu ia mengulurkan tangannya pada Cleo."Come on, akan aku tunjukan kamu sesuatu yang indah."


Cleo sedikit ragu tapi perlahan ia mengulurkan tangannya untuk kemudian digenggam Bintang."Jangan dilepas apapun yang terjadi okay!" pesan Bintang.

__ADS_1


Setelah melihat Cleo menganggukkan kepalanya. Mereka kini berlarian melawan arus penonton. Beberapa kali genggaman tangan mereka hampir terlepas tetapi Bintang selalu berusaha mempererat genggaman nya hingga mereka tidak terpisahkan, karena dorongan dan desakan orang-orang banyak.


Setelah mulai lepas dan menjauh dari kerumunan orang-orang .Mereka mulai bernapas lega dan tersenyum."Yes! Kita berhasil!" seru Bintang. Cleo pun tertawa lega akhirnya mereka berhasil melewati kerumunan orang-orang banyak itu.


"Ikuti aku!" ajak Bintang yang langsung berlari ke arah montor nya yang ia parkir.


"Naik! Akan aku tunjukan sesuatu yang kamu pasti suka." ajak Bintang yang kini telah berada di atas motor nya.


Awal sedikit ragu.Tetapi mengingat kegigihan Bintang menyelamatkan dirinya dari desakan kerumunan penonton tadi. Akhirnya Cleo pun naik ke montor Bintang.


Bintang pun membawa motornya sedikit ngebut menyusuri tepi pantai dan menuju ke suatu tempat yang diyakini indah oleh Bintang.


Tidak lama akhirnya mereka sampai ke bagian pantai sebelah timur.Disitu Bintang meletakkan sepeda motor nya begitu saja.Lalu kembali menarik tangan Cleo ke suatu tempat.


"Bentar Bintang aku lepas sepatu dulu." Bintang pun berhenti dan mengikuti apa yang dilakukan Cleo. Dan akhirnya merekapun menyusuri tepi pantai dengan kaki polos. Membuat kedua kaki mereka merasakan sensasi tersendiri kelembutan pasir pantai.


"Nah itu! Kamu suka kan?" tunjuk Bintang ke arah langit yang menampakan bulan yang terlihat besar dan penuh. Dengan sinar terangnya menembus kegelapan malam yang hampir menyentuh batas cakrawala pantai.



"Wow indah sekali! Aku suka! Aku suka!!" teriak Cleo berlari mendekat ke bibir pantai.

__ADS_1


Bintang yang melihat sahabat barunya itu bahagia dan sangat senang sekali melihat fenomena alam di tepi pantai. Memberi perasaan yang beda dan mengemaskan di hati. Dari kejauhan ia terus mengamati kegembiraan Cleo sambil tersenyum puas.


......................................


__ADS_2