
"Tidak nek, tidak! Cleo gak mau ketemu dia. Cleo gak kenal!' teriak Cleo dari balik pintu.
"Cleo buka pintu dulu , nenek jelasin dulu biar semua menjadi jelas." bujuk sang nenek .
"Pokoknya Cleo gak mau dengar apapun tentang dia!" Cleo tetap kekeh dengan pendiriannya.
Nenek akhirnya memilih mengalah terlebih dahulu. Sulit memang bagi Cleo untuk memaafkan Papanya yang telah berpuluh-puluh tahun meninggalkan dirinya dan adiknya sendiri bersama nenek.
Kini setelah mereka menganggap papa mereka meninggal karena tiada kabar dan tiada pernah sekalipun menemui mereka tiba-tiba saja papanya hadir kembali di hadapannya dengan tanpa bersalahnya.
Setelah perjalanan panjang dan berat hidupnya, yang ia jalani tanpa kehadiran figur seorang ayah. Kini setelah ia sudah merelakan dan mengikhlaskan takdir yang harus ia jalani dengan begitu mudahnya sekarang ia hadir kembali.Tidak terpikirkan kah betapa berat Cleo dan adiknya menjalani hidup tanpa ayah selama ini. Dan begitu lancangnya setelah mereka terbiasa hidup tanpanya kini ia hadir dan ingin menjadi bagian dari diri mereka kembali? Terlalu egois kedengarannya. pikir Cleo.
.................
Malam hari di ruang makan.
"Kamu besok jadi berangkat pagi atau sore?" Nenek mencoba membuka percakapan dengan Cleo.
"Pagi nek. Nenek yakin gak ikut Cleo saja, daripada sendiri disini. Cleo khawatir nek." ucap Cleo.
"Siapa bilang nenek sendiri.Tuh ada bibi yang bantu nenek di rumah.Ada adik kamu juga. Sudah kamu tenang saja. Kerja yang benar dan Jujur pasti semua akan diberkati " nasehat nenek sambil memegang tangan Cleo.
"Siap nek. Cleo akan rajin dan jujur dimana pun berada." Cleo memeluk neneknya dan mencium kedua pipinya.
"Oh ya nek kalau Nelson datang dan mencariku. Bilang saja nenek gak tahu." pesan Cleo dan mendapatkan anggukan dari nenek tercinta.
............,.
Jam menunjukan pukul tujuh pagi. Tapi Nelson sudah datang dan menunggu di pos Satpam.
"Tumben kamu datang pagi-pagi sekali. Gabut ya." tanya Satpam kantor.
__ADS_1
"Ya begitulah." sahut singkat Nelson.
"Ngomong-ngomong anak-anak kantor gak bikin pesta perpisahan untuk mbak Cleo?"sambil menyeruput kopi panasnya. Pak Satpam bertanya random.
"Hahh? Perpisahan? Untuk Cleo? Maksud bapak?" Mata Nelson melotot kaget dengan pertanyaan yang terlontar dari mulut Satpam kantor.
"Lho bagaimana toh ini. Mas nya ini kan staf kantor? Mosok iya belum dengar ada staf lain yang di mutasi?"
Kembali Nelson semakin bingung."Mutasi? Siapa yang di mutasi?"
"Mbak Cleo kan di mutasi ke kantor cabang baru di Jogja. Sampeyan belum tahu toh mas?" sekarang giliran satpam kantor yang garuk-garuk kepalanya.
"Cleo di mutasi? Okay. Suwun mas infone." Nelson lalu berlari menghadang salah satu temannya yang sudah datang, untuk bertanya kebenaran info yang baru saja di dapatnya dari pak Satpam.
"Piye toh Iki temannya pindah kantor kok gak tahu." gerutu Satpam kantor sambil meneruskan menikmati kopi hitamnya dan singkong goreng.
................
"Wah wah wah!! Slow bro ada apa buru-buru amat?" tanya Tio.
Hampir saja Nelson langsung bertanya tentang berita Cleo dimutasi tetapi ia tersadar bahwa justru dari Tio lah berita ia tunangan tersebar hingga hubungan nya dengan Cleo menjadi berantakan.
Nelson menatap intens ke dalam dua mata Tio. Ia berusaha mencari kebenaran disana tapi masih terselip ragu, bila mengingat segala kekacauan yang bermula dari ocehan Tio pada kekasihnya.
Tiba-tiba Kiki dan Gea melintas di hadapan mereka. Membuat Nelson berubah pikiran dan berniat mencari tahu perihal Cleo pada mereka saja.
Nelson menarik napas dan menghembuskannya beberapakali."Gak ada apa-apa, tumben kamu datang pagi Tio." basa-basi Nelson terhadap Tio.
Tio mengeryitkan keningnya.Tanda ia bingung."Lha kamu sendiri kok tumben jam segini sudah datang?"
"Oh tadi sekalian dari customer aku, daripada pulang lagi ya langsung meluncur aja ke kantor" kilah Nelson.
__ADS_1
"Eh, duluan ya ada yang mau aku tanyakan tentang orderan aku ke Gea!" Lalu Nelson pun menyusul Gea yang sudah terlihat masuk ke dalam kantor.
Tio hanya menatap heran saja melihat keanehan tingkah laku Nelson pagi ini.
"Haii Gea!Gea tunggu!!' teriak Nelson.
Gea dan Kiki terdiam dan saling melirik tegang.Mereka tahu hari ini Nelson pasti akan terus mencerca dengan pertanyaan tentang keberadaan Cleo.
Gea dan Kiki pun sepakat hari ini apapun yang terjadi untuk pura-pura tidak mendengar panggilan Nelson. Dan selalu berada di tengah-tengah keramaian karyawan yang lain. Jadi tidak ada kesempatan untuk Nelson bertanya pada mereka tentang keberadaan Cleo.
Mereka tahu siasat mereka ini tidak akan bertahan lama tapi paling tidak bisa mengulur waktu.
"Kiki!!!Gea!!" Nelson terus berusaha menghentikan langkah Kiki dan Gea.Tetapi sayang mereka sudah berhasil masuk ke dalam kantor dan kebetulan Pimpinan mereka pun sudah datang. Membuat para karyawan ketakutan dan kikuk karena bos mereka lebih dahulu sampai di kantor ketimbang karyawannya.
"Pagi pak! " ucap salam Gea dan Kiki saat berjumpa dengan Pimpinan mereka.
"Pagi! l" jawab singkat pimpinan.
"Ki!Tunggu!" Nelson akhirnya berhasil meraih tangan Kiki untuk menghentikan langkahnya.
Kiki pun terkejut dan berusaha memberikan kode pada Nelson akan keberadaan bos mereka.
"Tunggu Ki! Apa? Kenapa?" tanya Nelson kebingungan.
Kiki berontak ingin melepaskan tangannya.
"Ada apa ini?" tanya pimpinan dengan tatapan mata tidak suka melihat kelakuan Nelson.
Nelson pun terkejut saat menyadari bos mereka telah berdiri di hadapannya.
.................
__ADS_1