Pamit Ini Untukmu

Pamit Ini Untukmu
Perasaan itu masih ada


__ADS_3

Sepanjang jam kerja, Nelson terlihat gelisah. Bagaimana bisa selama beberapa minggu mereka tidak berjumpa, tetapi Cleo terlihat biasa-biasa saja. Selama ini jangankan berminggu-minggu dua hari tidak saling bertemu dan bersama saja Cleo pasti terlihat uring-uringan dan selalu berusaha ingin bersama. Dan bila mereka bertemu setelah tidak berjumpa beberapa hari Cleo pasti akan bersikap hangat dan pasti tidak akan membiarkan Nelson jauh lagi "Itu bukan Cleo. Pasti ada sesuatu yang membuat ia bersikap dingin padaku. Itu Bukan Cleo ku!" Nelson masih terus menyangkal. Nelson masih tidak percaya Cleo mampu dengan cepat melupakannya. Ia terus berpikir keras dan mencari kambing hitam akan berubahnya sikap Cleo. Bahkan tidak merasa ikut andil dan bersalah sedikitpun akan apa yang telah terjadi pada hubungan mereka. Hingga membuat Cleo berubah.


Disaat Nelson terus berpikir mencari jalan keluar untuk membuat Cleo kembali bersikap hangat pada dirinya. Cleo justru mencari jalan untuk menghindar dan menjauh dari Nelson.


"Cley..., Nelson hari ini gak ada tugas keluar kantor?" melihat Nelson masih saja terlihat berada di kantor.


"Nah itu masalah nya kok tumben hari ini dia gak ada jadwal sales keluar kantor. Kan bingung aku mencari cara agar tidak berpapasan dengannya.Tadi saja waktu aku datang, sudah begitu sulit aku lepas dari dia. Aku sudah capek meghadapi nya. Dia sekarang sudah menikah dengan Irma, kenapa dia tidak melepaskan ku. Aku juga ingin bahagia walaupun tanpa dia dalam hidup aku." ratap Cleo.


"Tenang saja Cley, ntar kita yang akan jadi benteng kamu. Asal kamu ijinkan saja. Kami akan berusaha semampu kami untuk menghindarkan dan menjauhkan kamu dengannya." Kiki juga tidak suka dengan sikap lembek Nelson. Sedetik bilang A detik kemudian bilang B.


...........................


Kring....kring.... bunyi telepon kantor Cheryl berdering beberapa kali.


Gea yang duduk paling dekat dengan pesawat telepon langsung menerimanya. Ternyata telepon dari nyonya Nelson. Betapa terkejutnya Gea saat menerimanya. Untuk sesaat ia sempat terdiam.


"Hallo....hallo.. . mbak! "

__ADS_1


"Oh iya .... sebentar ya.Saya panggilkan dulu pak Nelson." jawab Gea singkat. Dan pastinya mendengar nama Nelson disebut dua pasang mata di dekatnya secara reflek langsung menoleh ke arahnya.


Gea mencoba senatural mungkin walau sejujurnya perasaannya juga tidak menentu . Takut Cleo tersakiti lagi bila tahu yang baru saja meneleponnya adalah istri Nelson."Untung bukan Cleo sendiri tadi, yang terima telepon." gumam Gea.


Gea lalu berjalan mencari Nelson.


Cleo dan Kiki hanya memandang dan memperhatikan kemana Gea berjalan.


Tidak lama kemudian Gea kembali dengan diikuti Nelson.


"Tuh telepon buat kamu." tunjuk Gea ke pesawat telepon dengan ogah-ogahan.


"Terima saja dulu, ntar juga tahu" sahut sinis Gea.Lalu kembali ke meja kerjanya.


"Emang dari siapa sih?" tanya Kiki penasaran.Cleo pun menatap Gea dengan sorot mata bertanya.


"Hallo"

__ADS_1


"Hei kenapa kamu telepon kantor?" suara Nelson berbisik sedikit marah dengan nada tidak suka.


Cleo dan Kiki pun saling pandang dan mencoba bersikap cuek tapi tidak dengan telinga mereka.


Tidak lama Nelson menutup telepon dengan sedikit kasar. Raut wajahnya tergambar tidak senang. Nelson terlihat sedikit menarik napas dan kemudian pergi begitu saja meninggalkan tempat, tanpa menoleh sedikitpun ke arah Cleo dan sahabat-sahabatnya.


"Ada apaan sih? Telepon dari siapa?" senggol Kiki pada Gea.


Cleo hanya menatap datar pada Gea


Gea yang jadi sasaran berbagai pertanyaan dari sahabat-sahabatnya itu akhirnya menyerah dan berkata."Dari istrinya."


Sontak wajah kedua sahabatnya itu terlihat tegang dan ada ketidakpercayaan disana."Istri Nelson. Si Irma?" tanya Kiki setengah tidak percaya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Tanpa di duga Cleo, saat mendengar kalimat dari istrinya. Ada perasaan seperti tertancap pisau belati yang sangat tajam. Cleo hanya bisa menelan salivanya dalam diam. Tetapi entah kenapa, ia merasa mata nya sedikit basah tergenang buliran-buliran bening di sudut matanya. Yang tiba-tiba saja datang tanpa diundang.


Kedua sahabatnya, menyadari perubahan raut wajah Cleo. Mereka hanya bisa menepuk dan mengusap punggung Cleo.serta menggenggam tangannya.Untuk mentransfer kekuatan padanya

__ADS_1


.................................................


__ADS_2