
(Beberapa minggu kemudian)
"Cley.... kapan kamu kembali ngantor?" tanya Kiki pada Cleo di saluran telepon.
Dengan sedikit bermalas- malasan. Cleo menguap panjang tanda ia masih belum benar-benar selesai dengan tidurnya.
"Entahlah Ki.., aku masih betah disini." sahut Cleo sambil mata masih tetap terpejam.
"Heiii... Cleyy! Kamu gak kangen pentol di depan kantor kita?" Gea berusaha memancing keinginan sahabatnya itu untuk kembali pulang ke kota asal.
"Disini juga ada kok lebih enak, lebih murah lagi. Sudah ya aku mau lanjut bobo dulu. Take care!" lalu hubungan telepon pun terputus.
Cleo menguap beberapa kali.Entah kenapa matanya terasa sangat lengket sekali.Semalam bersama sepupunya mereka bergadang hingga subuh. Jadinya begini lah saat sahabat-sahabatnya menelepon, rasa kantuk yang sangat hebat menyerangnya.
Sudah hampir tiga minggu sejak pernikahan Nelson. Cleo lebih memilih menyendiri ke sebuah kota kecil namun mampu menenangkan segala gejolak emosi yang menyerangnya.
Cleo hanya butuh ketenangan saat ini. Ia ingin melupakan sejenak keruwetan yang terjadi dalam hidupnya. Di kota ini Cleo menemukan kedamaian itu. Jauh dari keruwetan dan kebisingan kota besar dengan segala aktivitasnya.
.....................................
"Kak! Aku pinjam sepeda montornya ya... " ijin Cleo saat sarapan pada sepupunya.
"Mau kemana pagi-pagi begini." Bude Cleo menanyakan tujuan Cleo pergi sambil mengambilkan nasi dan lauk untuk Cleo.
"Ke pantai Bude.Lagi ingin melukis nih." sahut Cleo mantap.
"Nih kuncinya .... ingat jangan terlalu sore pulangnya.Sekitaran pantai sepi kalau sudah gelap." sepupu Cleo mengingatkan keadaan sekitar pantai yang sepi dan gelap bila malam datang.
"Siap kak! Terimakasih." jawab Cleo lalu meneruskan sarapan pagi mereka.
__ADS_1
,...............................
Sesampainya Cleo di pantai. Ia menghirup napas dalam-dalam. "Hmm pantaiii " sebuah senyuman tersungging di bibir tipisnya
Cleo pun sangat menikmati setiap momen dirinya berada di pantai. Dengan langkah kaki polos perlahan ia menuju tepi pantai.Ia menikmati tiap langkahnya ketika kakinya menginjak pasir lembut di sepanjang pantai. Dengan tiupan angin sepoi-sepoi nya. Diiringi suara deburan ombak yang terdengar begitu harmonis bersama kicauan burung camar membuat hatinya merasa begitu damai.
Ombak kecil yang mencapai bibir pantai kini menyapu kaki Cleo membuat sensasi tersendiri dalam menikmati keindahan pantai.
Tidak jauh dari tempat Cleo berdiri, sepasang mata terus mengamati setiap langkah yang dilakukan oleh Cleo. Sudah tiga hari ini Cleo selalu terlihat mendatangi pantai dan menikmatinya.Terkadang terlihat Cleo sedang melukis pantai beserta keindahannya.
"Bukankah itu gadis yang kemarin terlihat sedang melukis? Hmm begitu suka nya ia dengan keindahan pantai hingga selalu datang dan menikmatinya." batin Bintang.
Lalu terbesit dipikirannya untuk berkenalan dengan gadis yang tiga hari terakhir ini selalu datang dan menikmati suasana pantai.
Setelah memutar otak sedikit Bintang menghampiri Cleo untuk mengajaknya berkenalan.Rasa penasaran dan kagumnya pada Cleo mengusik egonya untuk mencari tahu dan mengenalnya lebih lanjut.
Cleo yang sibuk tenggelam dalam lamunannya sambil mendengarkan deru suara ombak, tidak menyadari akan kedatangan seseorang yang sejak tadi mengamati dirinya.
"Upss" ucap Bintang yang tiba-tiba menyenggol Cleo dan menumpahkan air kelapa yang dibawanya.
"Oh maaf ... maaf saya tidak melihat . Saya kira tidak ada orang disekitar saya." Cleo spontan berusaha mengeringkan baju seseorang yang tidak sengaja ia tabrak saat ia hendak melangkah mundur.
"Tidak apa-apa.Kenalkan nama saya Bintang." Bintang mengulurkan tangannya.
Cleo menatap sekilas."Busyet manis betul senyumnya.Dan mata itu... hmm---"ucap Cleo dalam hati.
"Hallo..." Bintang berusaha menyadarkan Cleo dari lamunannya.
__ADS_1
"Oh iya ... nama saya Cleo." ucap singkat Cleo sambil menyambut uluran tangan Bintang.
Lalu merekapun terlibat percakapan yang cukup seru.Bintang menceritakan sedetil mungkin tentang keindahan pantai yang sudah ia kenal sejak ia masih kecil.
Bintang juga bercerita pengunjung akan banyak datang untuk menikmati keindahan pantai saat matahari tenggelam.
Entah kenapa Cleo pun tidak merasa canggung.Bintang sangat pintar membawa diri sehingga mampu membuat Cleo merasa nyaman walau baru saja berkenalan.
"Haus nih.Kamu suka kelapa muda?" tanya Bintang pada Cleo.
Cleo mengangguk cepat. "Oh ya maaf ya kelapa muda kamu tadi jatuh jadi haus kan kamunya."
Bintang tersenyum " Gak apa-apa. Justru aku senang."
"Kok ??" tanya heran Cleo.
"Iya dong kalau tadi air kelapa aku tidak jatuh pasti kita tidak saling kenal kan.Tapi karena tuh kelapa jatuh, sebagai gantinya aku dapat teman baru yang asyik." goda Bintang.
Cleo tertawa mendengar jawaban Bintang.
"Aku pesankan air kelapa dulu ya!" lalu Bintang pun pergi meninggalkan Cleo.
Cleo memandang Bintang hingga hilang di tengah-tengah banyaknya warung yang menjual kelapa muda.
Tiba-tiba ponsel Cleo berdering.
Cleo merogoh tasnya dan mengambil ponselnya untuk menerima telepon masuk. Tetapi detik berikutnya ia hanya memandang layar ponselnya dan terdiam.
Kedamaian Cleo kembali terusik. Di layar ponselnya tertera nama NELSON membuat dirinya kembali galau.
__ADS_1
....................................