Pamit Ini Untukmu

Pamit Ini Untukmu
Bahagia yang nyata


__ADS_3

Di dalam mobil Bintang, suasana hening. Baik Bintang dan Cleo sama-sama canggung untuk memulai percakapan.


Untuk beberapa saat mereka saling diam dan mengatur emosi diri masing-masing.


Kejadian hari ini benar-benar menguras emosi pikiran dan tenaga.


Tidaklah mudah bagi Cleo menghadapi mantan pacarnya yang masih kekeh merasa bahwa hubungan meeka masih bisa diperbaiki dan berharap untuk membuka lembaran baru bersama lagi.


Walaupun kenyataannya hal itu tidaklah mungkin terjadi terlalu tinggi tembok diantara mereka. Tidak akan mungkin bagi mereka untuk bersama lagi.


Nelson harus bisa merelakan bahwa semua telah berubah. Statusnya dan dirinya saat ini bukanlah lagi sepasang kekasih.


Ada dua hati lagi diantara mereka. Irma dan Bintang. Dua hati yang juga berhak bahagia dengan status mereka masing-masing saat ini.


"Aku tidak mungkin kembali lagi bersama Nelson. Apapun yang terjadi kisah diantara kami telah usai.Dan dia harus terima kenyataan itu." batin Cleo.


"Ehem" Bintang berusaha memecah kesunyian dan kecanggungan diantara dirinya dan Cleo.


"Bagaimana tadi dapat apa saja di Mall? Sudah lengkap semua atau masih ada yang kurang?" tanya Bintang sambil melirik isi tas belanjaan Cleo.


"Oh .. sepertinya tinggal sepatu kita saja yang belum." sahut singkat Cleo sedikit canggung.

__ADS_1


"Hmm, kalau begitu besok saja kita lanjutkan pencarian sepatunya. Aku akan temani kamu sepanjang hari. Kebetulan mulai besok urusan Cafe semetara aku alihkan pada Rudi sahabat aku untuk mengawasi kinerja karyawan. Selama persiapan pernikahan kita." ucap Bintang sambil tetap menyetir mobil.


Mendengar kata Cafe tempat Bintang bekerja. Cleo tersenyum simpul. Ternyata waktu pertama kali ia bertemu Bintang di Cafe itu dan untuk pertama kalinya juga ia tinggal di kota itu karena mutasi pekerjaannya, Bintang mengaku sebagai pelayan cafe. Awalnya ia percaya karena Bintanglah yang mengantarkan makanan pesannya.


Ternyata sudah sejak tadi Bintang meyakinkan pengelihatannya bahwa yang berada di cafenya itu adalah Cleo yang ia kenal.Untuk itulah ia menyamar sebagai pelayan.


Bintang yang melihat sekilas senyuman Cleo itu.mengeryitkan keningnya sesaat. "Ada yang lucu?" tanya Bintang penasaran.


"Kamu tuh pake menyamar segala waktu itu .Dan bodohnya aku kok percaya saja ya?." ucap Cleo sambil tersenyum mengingat kenangan itu.


Hahahaha


Bintang tertawa mengingat kekonyolan dan kebucinannya saat itu pada gadis yang saat ini duduk disampingnya dan sebentar lagi ia akan menikahinya.


"Dasar gombal!" celetuk Cleo sambil memukul manja pundak Bintang.


"Eits, justru yang gombal itu biasanya sangat digemari kaum wanita." kelakar Bintang.


Kembali mereka tertawa terkekeh kompak.


Setelah puas tertawa bareng dan saling mengoda dalam candaan. Cleo merasakan hatinya kembali tenang.

__ADS_1


Bintang selalu saja berhasil mengembalikan mood hati yang sedang berantakan dan kacau ke mood bahagia.


Karena itulah Cleo yakin seyakin-yakinnya untuk menerima Bintang sebagai pendamping hidupnya. Bersama Bintang ia kembali lagi bisa merasakan indah dan berwarnanya dunia.


Kini saatnya untuk dirinya benar-benar menutup hati rapat-rapat dan hanya Bintang yang ada di dalam hatinya.


Biarlah yang sudah berlalu ia jadikan pelajaran hidup. Tanpa rasa benci dan penyesalan.Bagaimanapun juga apa yang terjadi dengan hubungannya terdahulu bukanlah salah Nelson. Hanya mungkin memang takdir lah yang tidak berpihak untuk mereka bersama.Kini saatnya melupakan kisah lama dan membuka lembaran baru bersama Bintang.


"Bintang...," panggil Cleo lirih.


"Hmm... iya ada apa?" sahutnya sambil tetap fokus menyetir.


"Maafkan aku." Cleo menunduk memainkan jari jemarinya.


"Maaf untuk apa.Sudahlah yang penting kamu bahagia dan tetap disisi aku. Mau kah kamu menemani ku dalam mengarungi dunia ini bersama?" senggol Bintang.


Cleo tersenyum bahagia dan mengangguk tanda ia bersedia."Aku mau Bintang aku akan selalu menemani kamu kemana saja." ucap Cleo yakin.


Hahaha


Bintang mengacak-acak rambut Cleo sambil tersenyum bahagia."Terima kasih." ucap Bintang bahagia.

__ADS_1


....................🌹🌹🌹..........


__ADS_2