Pamit Ini Untukmu

Pamit Ini Untukmu
Datang tak diundang


__ADS_3

Cleo hanya bisa menangis hingga airmatanya habis.Hanya itu yang bisa ia lakukan menangis...menangis dan menangis.Tidak lagi yang mampu ia lakukan.


Diamnya dan tetesan air mata Nelson sudah cukup bagi Cleo untuk menyimpulkan kebenaran dari berita yang beredar saat ini.


Nelson pun telah pergi. Hanya meninggalkan permintaan maaf .


"Cley...!! Apa yang terjadi?"Kiki terkejut melihat keadaan sahabatnya yang benar-benar kacau.


"Kabar itu benar ya ...." ucap lirih Gea


Ada sorot amarah di mata Gea. Ia tidak menyangka laki-laki yang dulu ia kira baik ternyata mampu menghancurkan hati dan perasaan wanita sehancur-hancurnya.


"Ssstt jaga omongan kamu Gea!" hardik Kiki tidak mau menambah kesedihan lebih dalam lagi pada sahabatnya itu.


"Omongan apa yang harus aku jaga. Mulut Nelson tuh yang harus disekolahkan agar tidak memberi harapan palsu dan janji manis pada tiap wanita yang ditemui.Kalau sudah hancur begini bisanya cuman minta maaf. Makan tuh maaf !!" gerutu Gea kecewa dengan sikap Nelson.


......................................................


Sinar matahari pagi berusaha menerobos masuk melalui kisi-kisi jendela seolah ingin segera memberi laporan bahwa hari telah berganti.


Kiki meregangkan otot-otot tubuhnya. Dan mencoba membuka matanya."Hooaaaam'" Kiki melihat kedua sahabatnya masih terlelap dalam dunia mimpi mereka.


"Hmm kasihan Cleo." Kiki bisa merasakan apa yang saat ini sahabatnya rasakan. Sakit karena terkhianati di siang bolong .


"Jahat kamu Nelson. Cepat lambat kamu pasti dapat balasannya." gumam Kiki lalu masuk ke kamar mandi dan melakukan ritual paginya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Tok tok tok ...


"Ki ..masih lama kah?" Gea memegang perutnya berusaha menahan hasrat bab.


"Bentar...tanggung nih!' sahut Kiki dari dalam.


Kembali Gea menggedor pintu kamar mandi."Cepat Ki gak tahan nih!"


"Iya iya bentar!" sahut Kiki.


Cleo menggeliat dan menggosok-gosok matanya.Terlihat Gea sedang jongkok di depan kamar mandi sambil memegang perutnya dan menggedor pintu.


"Ada apa Gea?"


Cleo mulai paham apa yang sedang terjadi pada sahabatnya."Sini Gea ikut aku!"ajak Cleo.


"Kemana Cley? Perut aku mules. Sudah gak tahan nih!" Gea setengah merintih menahan sakit.


"Pakai kamar mandi tamu aja diluar. Daripada nungguin Kiki mandi keburu keluar." Cleo menunjukkan letak kamar mandi tamu yang kosong.


Gea pun langsung berjalan cepat mengikuti Cleo. Setelah paham maksud ajakan Cleo.


"Wahhh terimakasih banyak Cley.Kamu benar-benar malaikat pelindungku." Gea menepuk pundak Cleo dan langsung menghilang di balik pintu kamar mandi.


Cleo tersenyum samar melihat mimik muka Gea yang menahan sakit perut dan berebut WC dengan Kiki.

__ADS_1


"Heyy Cley..mana Gea" sapa Kiki saat melihat Cleo masuk ke kamar kembali.


Kiki menebar pandangan ke seluruh ruangan kamar tapi tidak menemukan sosok Gea di pojok manapun.


"Kamu cari Gea? Dia ada di WC luar. kasihan tadi sampai jongkok-jongkok nungguin kamu" jelas Cleo.


"Oh ...ya sudah kalau gitu.Sana Cley kamu mandi juga kita berangkat jam sepuluh kan?" Kiki menanyakan kesepakatan mereka kemarin untuk karaoke bersama.


"Kalian berangkat aja berdua.Aku gak ikut" jawab Cleo lirih


"Eitss mana bisa begitu.Kita sepakat kemarin untuk melupakan yang sakit-sakit dan bersenang-senang seharian ini.Pokoknya kamu harus ikut."


"Tapi Ki...'


"Tidak ada tapi-tapian kamu harus ikut. Mana mungkin kami tenang membiarkan kamu sendirian saat ini.No Way! Kamu harus ikut kami."sahut Gea yang tiba-tiba sudah kembali ke kamar.


Tok tok tok...


"Non Cleo ditunggu pacarnya tuh di luar." suara bibi di balik pintu kamar.


Gea, Kiki dan Cleo saling bertukar pandang."Nelson!" ucap kompak Gea dan Kiki


......................................................


"

__ADS_1


__ADS_2