
Pyarr
Bunyi cangkir terlempar jatuh ke lantai.Akibat tepisan tangan Nelson, saat Irma meletakkan secangkir kopi di meja, ketika Nelson yang sedang sibuk dengan laptopnya.
Irma terkejut hingga menjerit spontan sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Mendengar jeritan Irma Nelson semakin kalap ia melotot ke arah Irma."Diam! Bisa tidak gak pakai drama. Kalau ada yang mendengar dikira aku melakukan kekerasaan ke kamu! Suka ya bikin heboh sehingga semua orang akan menyalahkan aku hah!" Nelson membanting sebuah buku diatas meja.
Brakkk
Lalu Nelson pun melangkah pergi meninggalkan istrinya. Baru beberapa langkah muncullah anaknya menghalangi langkahnya."Papa! Papa!" panggil si kecil mengulurkan tangannya dan berlari menuju Nelson.
Dengan keadaan hati yang masih dipenuhi rasa amarah Nelson mengabaikan begitu saja uluran tangan Biyan. Anak yang mereka ambil, agar orangtua mereka berhenti menginginkan mereka memiliki momongan.
Nelson melewati Biyan begitu saja bahkan ia dengan kasar menarik kakinya saat Biyan memeluk kaki Nelson.Yang mengakibatkan Biyan jatuh tersungkur dan menangis.
Irma yang melihat begitu kasarnya Nelson pada Biyan merasa sakit hati dan sangat kecewa pada sikap suaminya itu.
__ADS_1
"Cukup Nelson! Tidak bisakah dirimu sedikit saja punya empati pada Biyan.Kamu boleh bersikap kasar padaku, membentak ku tapi jangan kau perlakuan Biyan seperti ini." jerit histeris Irma sambil memeluk Biyan berusaha menenangkan dan meredahkan tangisan Biyan.
Seakan tidak mendengar sedikit pun apa yang diteriakkan Irma padanya.Nelson terus saja melangkah pergi tanpa memperdulikan tangisan anak dan istrinya.
Nelson membawa pergi mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.Pikirannya kacau ia merasa tidak ada lagi yang peduli dengan dirinya.Bahkan Cleo kini telah benar-benar meninggalkannya.Ia lebih memilih bersama Bintang daripada dengannya.
Kesal, marah dan kecewa bercampur aduk dalam perasaannya saat ini. Ingin rasanya menggeluarkan segala unek-unek yang begitu menyesakkan dada.
Nelson melajukan mobilnya semakin kencang semua yang ada di depannya didahului nya tanpa pikir panjang.Hingga membuat beberapa pengemudi mengeluarkan sumpah serapahnya terhadap cara Nelson mengemudikan mobilnya.
Tetapi Nelson tidak peduli pikirannya sudah tidak lagi normal.Penuh emosi dan amarah .Hingga akhirnya sampailah mobil Nelson di sebuah pantai.
Airmatanya pun akhirnya luruh ia menangis sejadi-jadinya disaat ombak menerpanya.
"Aku benci! Aku benci takdirku!" Nelson meluapkan semua kekalutan hatinya dengan berteriak lantang pada pantai dan ombak yang seolah menemaninya untuk mendengarkan curhatan hati Nelson.
"Aku mencintaimu Cleo, sangat mencintaimu! Kenapa kau tinggalkan aku!" teriak Nelson kembali sambil menangis dan meratap.
__ADS_1
"Aku benci hidupku!"
Byurr
Tiba-tiba sebuah ombak besar menghantam tubuh Nelson.Dan membungkam curhatan hati Nelson pada sang pantai.
.............................
Pyarr
Gelas minum Cleo tiba-tiba terjatuh dan pecah berserakan di lantai.
"Cley, kamu gak apa-apa?" tanya Oma khawatir sambil menghampiri Cleo.
"Oh tidak apa-apa nek. Cleo ke kamar dulu ya nek" ijin Cleo pada neneknya.
Entah kenapa gelas yang dipegangnya tiba-tiba terjatuh lepas dari genggaman tangannya.Seketika itu juga perasaan Cleo jadi terasa aneh.Ada sesak dan kesedihan sedang bergolak di dadanya. Tetapi Cleo sendiri tidak paham kenapa tiba-tiba perasaannya jadi berantakan.Dan airnata pun tanpa diundang seakan-akan ingin segera meluncur keluar dari pelupuk matanya.
__ADS_1
...................💔🤍💔..............