
Irma terus menangis meratapi nasibnya.Ia tidak mengira semua akan sekacau ini.
Semua berawal dari kaburnya kekasihnya saat pesta pertunangan mereka. Dan untuk menutupi rasa malu ayah nya dari keluarga besar serta tamu undangan lainnya.Ayah Nelson lah yang menawarkan anaknya untuk menggantikan posisi tunangannya.
Awalnya Irma mengira semua berdasarkan persetujuan Nelson ternyata paksaan sang ayah.
Irma baru mengetahui nya saat Nelson datang menemuinya memintanya untuk membatalkan pertunangan dan menolak rencana pernikahan yang telah disepakati dua belah keluarga.
Nelson tidak ingin meneruskan pertunangan palsu mereka. Karena awalnya ia hanya mengira hanya sebatas sandiwara saja. Setelah acara selesai akan kembali ke kehidupannya semula. Karena Nelson telah memiliki kekasih hati dan ingin menikahinya.Tetapi apa daya kedua keluarga mereka justru menganggap serius akan pertunangan itu dan akan melanjutkannya ke jenjang yang lebih serius berikutnya yaitu pernikahan.
Kesalahan fatal Irma karena saat Nelson memintanya untuk membatalkan pertunangan dan menolak rencana pernikahan mereka. Irma menyanggupinya.
Tetapi di depan ayahnya Irma tidak mampu mengatakan tidak. Mengingat sakit jantung yang diderita ayahnya.
Ia akan merasa sangat bersalah bila terjadi sesuatu pada ayahnya karena semua kekacauan ini berawal karena tunangannya yang kabur.
Kalau ia menolak perjodohan ini, Irma yakin Ayahnya akan sangat kecewa dan akan kembali melukai harga diri ayahnya di depan keluarga besar dan koleganya.
Ia yang membuat harga diri ayahnya tergores jadi dialah yang wajib bertanggung jawab untuk memulihkannya.
Akhirnya Irma mengambil keputusan meneruskan pertunangan dan menerima rencana pernikahannya dengan Nelson.
Bagi Irma saat itu, walaupun sadar Nelson akan marah padanya.Tetapi ia mempercayai apa yang pernah ibunya sampaikan padanya bahwa cinta itu bisa dipelajari.
Dari situlah Irma memberanikan diri untuk mengabaikan permintaan Nelson. Ia yakin ia bisa membuat Nelson mencintainya ia akan belajar menjadi wanita yang dicintai oleh Nelson.
Dan seiring waktu berjalan dengan kebersamaan mereka Irma berharap Nelson bisa melupakan cintanya pada kekasihnya dan akan jatuh cinta padanya.
Tetapi ternyata semua pikirannya itu salah besar. Pengingkaran janjinya pada Nelson, membuat Nelson semakin tidak bisa melupakan cintanya pada Cleo dan justru semakin membencinya.
__ADS_1
Pernikahan yang ia bayangkan akan terasa indah dengan terbiasanya mereka bersama akan membuahkan benih-benih cinta diantara dia dan Nelson ternyata hanyalah khayalannya semata.
Kalimat Cinta karena terbiasa. Kini bagi Irma hanyalah kalimat tak berarti hanya kalimat khayalan dan hiburan semata.
Irma kini sadar sekeras apapun usahanya untuk membuat Nelson mencintainya tidak akan pernah berhasil.
Cinta Nelson pada Cleo justru semakin dalam dan sulit untuk menghapusnya. Semakin keras usaha Irma agar Nelson melupakan Cleo semakin berani dan nekat Nelson mengejar dan mempertahankan Cleo.
Kini karena keegoisannya, bukannya membuat Nelson dekat dengannya tetapi semakin jauh darinya bahkan sekarang Nelson hilang terbawa ombak.
Irma hanya bisa menangis di pojokan memeluk kedua kakinya yang ia tekuk di depan dadanya. Kepalanya ia tenggelamkan diatas kedua lututnya.
Ia menyesali semua yang terjadi dalam hidupnya. Keputusannya dan kebodohannya berharap bisa membuat seseorang mencintainya dan melupakan cintanya pada kekasihnya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
"Maafkan aku Nelson maafkan keegoisanku." tangis Irma penuh penyesalan.
......................................................
"Hmm sudah pagi." Cleo melihat jam di dinding menunjukkan pukul tujuh pagi.
Cleo mengubah posisi tidurnya menjadi duduk. Dan betapa terkejutnya saat ia menyadari dirinya masih memakai baju yang sama saat ia pergi bersama Bintang.
Cleo mencoba mengingat apa yang telah terjadi kemarin. Kilatan ingatan tentang kedatangan Irma dan menuding dirinya dengan berbagai kata-kata pedas kembali terputar dengan jelas.
Betapa ia sangat marah pada Irma telah menyebutnya berselingkuh dengan Bintang.
Cleo menarik napas panjang lalu membuangnya.Ia berusaha menenangkan perasaannya.
Bunyi ponsel Cleo berdering. Cleo meraih ponselnya yang berada di meja samping tempat tidurnya.
__ADS_1
Ternyata telepon masuk dari Bintang.Ia mengabarkan bahwa dirinya telah sampai di Jogja. Dan akan segera membereskan semua urusan bisnisnya disana secepatnya.
Barulah ia bisa tenang menjalankan serangkaian acara padat menjelang pernikahannya hingga bulan madu mereka nantinya.
Agar tidak menambah beban pikiran Bintang, sehingga menggangu konsentrasinya dalam menyelesaikan segala urusannya di Jogja. Cleo sengaja tidak menceritakan tentang pertengkaran hebat dirinya dan Irma kemarin.
Setelah selesai saling menyapa dan mengabarkan keadaan mereka masing-masing dan rencana apa saja akan mereka lakukan beberapa hari ke depan .Cleo menutup telepon dari Bintang.
Cleo meletakan ponselnya ke tempat semula.Lalu ia berdiri hendak melakukan rutinitas pagi nya .
Tiba-tiba ia mendengar suara pintu kamarnya diketuk.
"Iya siapa?" tanya Cleo dari dalam kamar.
"Kami Cley!" sahut Kiki dari balik pintu.
"Kiki?" ucap Cleo melangkah menuju pintu dan membukanya.
Begitu melihat kedua sahabatnya pagi-pagi telah datang ke rumah membuat Cleo penasaran.
"Sebentar guys..., seingat aku sepertinya hari ini kita tidak ada janji pergi bersama kan?" tanya Cleo mencoba mengingat.
"Memang tidak ada. Bagaimana keadaan kamu hari ini? Masih bete dengan kejadian kemarin?" pancing Gea.
Cleo menatap kedua sahabatnya itu dengan penuh curiga.
Kiki dan Gea saling bertukar pandang sekilas. Membuat Cleo semakin curiga. "Hmm sepertinya ada sesuatu yang sedang disembunyikan atau akan mereka sampaikan padaku" batin Cleo.
.......................................................
__ADS_1