Pamit Ini Untukmu

Pamit Ini Untukmu
Kenyataan pahit


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


"Baiklah pak Indra saya setuju lebih cepat lebih baik anak-anak kita diresmikan. Soal gedung dan persiapan lainnya biar saya saja yang mengatur pak. Saya punya kenalan pemilik Wedding organizer handal." kemudian hubungan telepon antara pak Handoko dan pak Indra pun selesai.


Dengan senyum yang tersungging penuh kemenangan pak Handoko menghampiri istrinya.Ia memeluk bahagia sang istri dari belakang lalu menghadiahi beberapa kecupan hangat.


"Ih papa genit ahh..., ada apa pa kok terlihat bahagia sekali?" Mama Nelson membelai lembut pipi suaminya.


"Sebentar lagi kita akan punya menantu lalu kita akan punya cucu dari mereka." papa mencium pipi mama.


"Maksud papa?" tanya mama Nelson yang bingung dibuatnya.


"Pak Indra telah menetapkan tanggal dua bulan depan akan digelar pesta pernikahan untuk anak kita Nelson dengan Irma anak pak Indra" jelas papa.


Pyarr...


Suara gelas pecah terdengar sangat keras membuat semua orang yang mendengarnya menoleh ke asal suara.


"Nelson!" seru mama saat mengetahui Nelson berdiri mematung dengan serpihan kaca bekas gelas yang terjatuh lepas dari tangannya.


Nelson melangkah mendekati kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Apa-apaan ini pa? Jelaskan pada Nelson sebenarnya apa yang sedang papa rencanakan dibalik Nelson." tantang Nelson.


Mama menghampiri Nelson mencoba menenangkan perasaan anak laki satu-satunya itu."Sabar nak...tahan emosi kamu".


"Nak..ini semua demi kebaikan kamu." papa berusaha meyakinkan Nelson.


"Apa? Kebaikan aku pa? Kebaikan bagaimana? Menghancurkan hubungan, impian dan masa depan aku itu yang dimaksud papa dengan demi kebaikan aku? Demi kelangsungan perusahaan papa itu lebih tepatnya!" Nelson meninggalkan semuanya lalu menutup pintu kamarnya dengan sangat keras


..........................


Di tempat yang terpisah.


Cleo menarik napas panjang.Kemana pujaan hatinya yang kemarin berjanji untuk menemui dirinya dan membawa kabar gembira. Tapi hingga saat ini Nelson belum juga menemuinya. Terakhir menelepon ia mengabarkan bahwa permasalahan pertunangan itu telah selesai dan telah dibatalkan. Dan ia berjanji akan segera membawa kedua orang tuanya untuk datang melamar dirinya.


Beberapa waktu telah berlalu tapi hingga saat ini, sejak terakhir Nelson menghubungi dirinya. Ia hilang bagai ditelan bumi. Bahkan telepon genggam Nelson pun tidak aktif lagi.


"Ada apa lagi ini? Apa yang terjadi denganmu? Kamu bilang semua sudah terselesaikan dengan baik dan kita akan segera menikah. Tapi sekarang kamu hilang entah dimana?" jerit batin Cleo.


"Aaaarggghh!!" kepala Cleo terasa mau pecah.


"Cley..." Kiki menyentuh pundak Cleo mencoba meredam kepedihan dan kekecewaan sahabatnya itu.

__ADS_1


Cleo berbalik badan ia menatap pilu sahabatnya itu, seolah ingin mengadu akan perasaannya saat ini.


"Aku bingung Ki apa mau Nelson sesungguhnya? Kemarin ia kembali berusaha menyakinkan aku tentang hubungan kami. Tetapi kenyataannya sekarang ia kembali menghilang. Ada apa ini? Bila memang semua harus berakhir aku akan terima walau sakitt tapi itu jauh lebih baik daripada digantung seperti ini. " keluh Cleo mengeluarkan segala sesak yang ia rasakan.


Kiki memeluk Cleo erat.Membiarkan sahabatnya itu mengeluarkan segala unek-unek yang mengganjal hatinya.


"Heii....guys!! Lihat ini!" Gea berlari tergopoh-gopoh sambil memegang koran diacungkan ke arah Cleo dan Kiki.


Kiki dan Cleo memandang ke arah Gea sambil menautkan kedua alis mereka tanda sedang berpikir ada apa lagi ini??


"Ada apa?" tanya Kiki penasaran.


Gea berhenti lalu mengatur napas terlebih dahulu.Kemudian ia menyodorkan koran terbitan hari ini.


Betapa terkejutnya Kiki terutama Cleo membaca headline yang tertulis di halaman utama. Pernikahan Kedua Anak Konglomerat Sekaligus Menyatukan Kedua Perusahaan. Pernikahan yang diprediksi akan berlangsung akbar itu akan dilaksanakan pada Sabtu depan.


Lemas sudah tubuh Cleo usai membaca sebuah berita besar Minggu ini. Di koran kota yang terbit pagi ini. Butiran bening hangat kembali membasahi kedua pipi Cleo. Ia pun berlari masuk ke dalam kamarnya.


"Cleo!!' teriak Kiki dan Gea bersamaan.


..............................................

__ADS_1


__ADS_2