
Di pagi buta sudah terlihat kesibukan di kamar Cleo. Hari ini jadwal dirinya untuk kembali ke kota asal. Waktu cuti nya sudah berakhir. Sebenarnya ia masih betah dan ingin lebih lama lagi di kota kecil ini tetapi bagaimana lagi Cleo masih punya tanggung jawab pekerjaan di tempat ia bekerja.
Cleo menghampiri jendela kaca besar yang berada di kamarnya.Ia memandang lalu lalang beberapa manusia yang sudah memulai aktivitas nya di pagi dini hari ini.
Kembali Cleo menarik napas panjang. Hari ini sesampainya ia di kota asalnya, ia sudah harus memulai aktivitas rutinnya kembali.
"Selamat tinggal kota yang damai.Terima kasih sudah menerima aku disini dengan semua kenyamanan mu. Terima kasih juga sudah menemani hari-hari berat aku selama aku disini. Aku akan merindukanmu. Aku janji secepatnya aku akan kembali ke sini lagi.
Tok... tok....tok suara pintu kamar diketuk seseorang.
"Cley, semua sudah siap?" tanya Bude dari balik pintu kamar. Bude yang akan mengantarkan Cleo sampai stasiun pagi ini.
Cleo membuka pintu kamar sambil menyeret kopernya siap untuk kembali pulang ke rumah."Siap Bude."sambil tersenyum.
"Bude...., terima kasih Cleo sudah diijinkan healing disini untuk beberapa waktu. Maaf kalau selama disini merepotkan keluarga bude" pamit Cleo.
"Kamu ini ngomong apa Cley, rumah bude ya rumah kamu juga.Kapan saja kamu ingin berlibur disini, rumah bude selalu siap menerima mu." Bude memeluk keponakannya itu.
__ADS_1
"Terimakasih Bude.'
"Yuk kita berangkat! Sudah siap kan? Tidak ada yang ketinggalan?" Bude melongok ke dalam kamar untuk memastikan.
"Sudah semua bude beres!" sahut Cleo.
Lalu merekapun menuju ke stasiun.
...............................................
Di kantor tempat kerja Cleo . Kiki dan Gea bergosip sambil menanti kedatangan sahabat mereka yang beberapa minggu ini sedang liburan mengambil jatah cutinya.Sekaligus menenangkan diri.
"Kamu pikir semudah itu? Emang kamu belum pernah pacaran? Belum pernah dikecewakan?" tanya Kiki menatap lekat Gea.
"Heii...., benar Cleo hari ini masuk kerja?" Nelson tiba-tiba datang dan mengagetkan Kiki dan Gea.
"Haduh kamu ya! Bisa gak kalau muncul itu permisi dulu kek. Kaget tahu!" sewot Kiki dengan kemunculan Nelson tiba-tiba.
__ADS_1
"Iya iya maaf. Tapi benarkan Cleo masuk hari ini?" Nelson menatap Kiki dan Gea bergantian.
"Lihat saja nanti." Kiki melanjutkan pekerjaannya tanpa menoleh ke arah Nelson.
Sadar kehadirannya tidak diharapkan kedua sahabat Cleo. Ia pun kemudian berjalan ke depan kantor dan menunggu Cleo disana.
Dalam hati Nelson, masih ada rasa cemburu dan penasaran. Dengan siapa ia pergi? Kemana? Siapa suara laki-laki yang ia dengar waktu itu. Saat dirinya menelpon Cleo? Beberapa pertanyaan itu saat ini yang selalu berputar di kepala nya.
Ingin sebenarnya ia bertanya pada Kiki dan Gea tapi Nelson sadar mereka kini membencinya. Tapi Nelson tahu diri ia sadar kebencian mereka karena apa yang terjadi dengan hubungannya dan Cleo.Mereka hanya ingin melindungi perasaan sahabatnya itu.
"Haii itu Cleo! Wahh yang selesai cuti mana nih oleh-olehnya? Kemana aja Cleo?" tanya Alan salah satu rekan kerja Cleo juga di kantor.
Cleo yang baru saja datang dan turun dari taxi online. Langsung memberikan tas yang berisi oleh-oleh pada Alan. "Nih Al bagi-bagi dengan semua."
"Yes! Terimakasih Cley!" sambut Alan senang. Lalu membawa masuk tas berisi aneka oleh-oleh dari Cleo.
"Cley....," Nelson menghadang jalan Cleo.
__ADS_1
"Please ..., banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan." Cleo memaksa masuk tetapi Nelson masih terus berusaha menghalangi.
..............................