
Telepon pintar Cleo berdering berulang kali.
Kiki memberitahu Cleo bahwa ponselnya berdering.Sekilas Gea melihat dan sempat membaca siapa yang saat ini mencoba menghubungi Cleo melalui ponselnya.
"Dari siapa Ki?"tanya Cleo dari dalam kamar mandi.
"Siapa?" tanya Kiki lirih pada Gea yang posisinya dekat dengan letak ponsel Cleo.
Gea menyodorkan ponsel Cleo tanpa bicara sedikitpun.Kiki pun mengerutkan keningnya dan mencoba mengetahui siapa yang menelepon Cleo sahabatnya itu.
Mereka pun saling berpandangan saat mengetahui siapa yang menelpon Cleo .
Dengan masih mengenakan bath rope Cleo keluar dari kamar mandi.Dan kembali bertanya,"Telpon dari siapa?"
Kiki menyodorkan ponsel Cleo tanpa berkata apapun.Cleo yang penasaran karena sikap kedua sahabatnya itu, lalu meraih cepat ponselnya dari tangan Kiki sambil tetap menatap intens pada kedua sahabatnya.
Setelah ponsel berpindah tangan, Cleo akhirnya paham kenapa kedua sahabatnya itu menutup rapat mulut mereka dan wajah mereka terlihat tegang.
Cleo menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya sebelum menjawab panggilan telpon dari Nelson.
Ya.... Nelson kekasihnya. Yang tak ada petir, angin dan hujan tiba-tiba dikabarkan melamar dan bertunangan dengan gadis lain.
Tapi Cleo sendiri belum mendengar langsung penjelasan yang sebenarnya terjadi dari mulut kekasihnya.Cleo masih berharap semua berita yang beredar hanyalah gosip semata.
__ADS_1
"Cley...terima teleponnya! Cepat! Mungkin dia ingin mengklarifikasi berita yang beredar di kantor." ucap Kiki disusul anggukan mantap dari Gea.
Cleo menelan salivanya sesaat sebelum menerima telepon.
"Ya hallo."sahut Cleo datar.
"Hei beb! Thanks kamu masih mau menerima telepon aku." seru Nelson lega.
"Ada apa?" Entah kenapa Cleo tidak bisa lagi bersikap manis menjawab telpon dari Nelson.Hatinya sudah terlanjur hancur.Kini Nelson terasa asing baginya.
Nelson yang dulu begitu dekat dan selalu ia rindukan dan yang ia pikir sudah mengenalnya ternyata tidak.
Nelson masih mempunyai beberapa rahasia yang belum ia ketahui.Dan rahasia itulah penyebab perasaan Cleo kini menjadi jauh dan asing.
"Keluar yuk! Hallo??---" ajak Nelson saat menyadari keheningan di seberang.
Ponsel itu pun jatuh ke lantai begitu saja. Sedangkan Cleo membanting tubuhnya di atas kasur lalu menangis.Ya... perasaan sakit dan kecewa karena telah dibohongi membuat pertahanan hatinya runtuh.
Kedua sahabatnya saling berpandangan.Kiki dan Gea membelai lembut punggung Cleo."Sabar ya Cley. Nanti akan ada saatnya air mata kamu akan berganti sukacita. Mungkin ini yang terbaik buat kamu." Kiki mencoba menghibur Cleo.
"Tadi Nelson bilang apa? Dia mengakui kalau berita yang beredar itu benar?" tanya Gea semakin penasaran.
Kembali ponsel Cleo berdering. Dan di layar ponsel masih tetap menunjukkan bahwa telepon masuk dari Nelson.
__ADS_1
Kiki mengambil ponsel Cleo yang tergeletak di lantai.Lalu menyodorkan kembali ponsel itu pada Cleo
"Cley ...Nelson telepon lagi tuh!"
"Cley. kamu terima dulu teleponnya mungkin ia ingin menjelaskan sesuatu padamu.Biar clear dan tidak ada salah paham lagi diantara kalian." lanjut Kiki.
"Lebih baik kamu tanya dulu kejelasan berita itu .Baru kamu bisa mengambil sikap selanjutnya, mundur atau terus." nasehat Gea agar masalah tidak berlarut-larut.
Kini ponsel Kiki yang berbunyi.Betapa terkejutnya dirinya ketika mengetahui yang meneleponnya adalah Nelson.
"Nelson!"ucap lirih Kiki. Sambil menunjukkan ponselnya pada Gea.
Gea memberi kode untuk menerimanya.
'Hallo"
"Hallo Ki..kamu bersama Cleo kan sekarang? tadi siang kalian bilang kalau malam ini nginap di rumah Cleo." Nelson berusaha memastikan.
"Iya. Kenapa ya?'
"Cleo mana Ki? Ada yang ingin aku bicarakan dengannya." ucap Nelson serius.
'Hmm ada ...tapi----" Cleo menggeleng gelengkan kepala tanda tidak ingin bicara dengan Nelson.
__ADS_1
"Okay ..okay...tolong Ki tahan Cleo. Kalian jangan kemana-mana. Aku meluncur ke rumah Cleo sekarang." lalu hubungan telepon pun terputus.
......................🌹🌹🌹.......,.......