
Dua tahun kemudian.
"Wah Cley bagaimana nih perasaan kamu sekarang sebentar lagi hari bahagia kamu datang." goda Gea.
"Gak sangka ya, akhirnya kamu bisa mendapatkan seorang pangeran yang begitu sempurna." ucap Kiki.
Terlalu banyak airmata dan kesedihan yang selalu mengiringi hidup Cleo.Tetapi seperti janji Tuhan Ia akan memberikan yang terbaik pada kita diwaktu yang tepat.
"Aku sendiri juga tidak menyangka.Beneran ya minggu depan aku menikah?" Cleo mengamati dirinya di depan kaca.
Kiki dan Gea menghampiri sahabatnya itu dengan perlahan sambil bertukar pandang dengan sorot mata nakal.
"Kenapa? Kamu gak yakin ini benar terjadi?" tanya ulang Kiki sambil melirik Gea.
Cleo mengangguk sambil tetap memandang wajahnya ke cermin di depannya.Wajah yang dulu penuh kesedihan dan penuh dengan airmata kesakitan kini telah berganti dengan senyum kebahagiaan.
"Yakin nih, kamu ingin kami yakinkan kalau kamu tidak bermimpi dan semua ini nyata adanya?" goda Gea kembali.
Cleo mengangguk yakin.
Kiki dan Gea saling memberi kode di belakang Cleo.
"Nih bukti dari kami kalau kamu tidak bermimpi." Kiki dan Gea kompak mencubit kedua pipi Cleo
"Auchh! Ampun! Cukup!" seru Cleo sambil berlari menjauh.
Kiki dan Gea tidak melepaskan Cleo begitu saja. Mereka terus mengejar Cleo.Dan akhirnya perang bantal pun dimulai.Mereka saling tertawa, menyerang dan bertahan.
Brukk
"Auch!!"
__ADS_1
Cleo dan sahabat-sahabatnya tanpa dikomando menoleh ke asal suara.
"Upss" seru Gea dan Kiki menutup mulut dengan kedua tangan mereka masing-masing.
"Bintang!"Cleo merasa bersalah karena lemparan bantal nya ternyata salah sasaran dan tepat mendarat di muka Bintang.
"Maaf...maaf, Bintang aku gak sengaja." Cleo menyentuh wajah kekasihnya itu.
Bintang menyentuh tangan Cleo dan menjauhkan tangan Cleo dari wajahnya.
"Jadi kamu, yang melempar bantal tadi?" tanya Bintang sambil mendekatkan wajahnya pada Cleo dengan sorot mata tidak suka.
"Maaf Bintang." ucap lirih Cleo sambil menundukkan wajahnya.
Bintang menatap tajam dengan sorot marah.Cleo pun semakin menunduk.
Dan tiba-tiba, "Cup" sebuah ciuman hangat mendarat di pipi Cleo.
Lalu Bintang, Kiki dan Gea pun tertawa puas membuat Cleo memerah wajahnya karena malu.
"Idih masih malu-malu aja.Padahal bentar lagi juga akan nikah."ucap Gea.
"Dan pasti akan lebih hottt daripada yang barusan kita lihat." lanjut Kiki
"Pastinya dong! Itu tadi masih belum apa-apa." goda Bintang sambil melirik Cleo.
"Aihhh" Kiki dan Gea pun berteriak kompak.
Godaan dan bercandaan kedua sahabatnya dan calon penjaga hatinya itu sukses membuat Cleo semakin malu dan memerah wajahnya.
.....................................
__ADS_1
"Nek, Cleo nanti siang mau jalan sama Kiki dan Gea." pamit Cleo.
"Duduk dulu Cley." suara nenek terdengar serius.
Cleo menarik kursi yang berada di depannya lalu duduk berhadapan dengan Nenek.
"Ada apa Nek?"
"Cley, sebentar lagi kamu akan memulai hidup baru. Menurut nenek kalian harus menemui papa kamu.Bagaimanapun juga papa kamu adalah orang tua kamu.Sudah seharusnya kamu meminta doa restunya. Lepas dari kesalahan-kesalahan yang pernah ia perbuat pada dirimu dan adik kamu.Tapi dia tetap adalah papa kamu." nasehat nenek.
"Iya nek Cleo paham.Waktu itu Bintang juga sudah menyinggung soal ini.Bintang ingin bertemu papa dan meminta restunya." ungkap Cleo.
Nenek tersenyum bahagia.
"Bintang memang luar biasa. Nenek semakin yakin ia bisa membimbing dan menjadi pemimpin dalam hidupmu.Bahagialah selalu bersamanya." nenek menggenggam kedua tangan Cleo dan tersenyum lega.
Akhirnya hati yang beku bisa cair juga di tangan orang yang tepat.Selama ini Cleo sangat terluka dan sakit hati dengan papanya.Karena sejak mama Cleo meninggal papanya pun ikut lenyap dari hidupnya. Tanpa ada kabar sedikitpun hilang bagaikan ditelan bumi.
Sejak saat itu Cleo selalu berjuang sendiri bersama neneknya.Menjalani masa-masa anak-anaknya dengan perasaan sendiri dan tak diinginkan.
Sakit dan pedih rasanya bila melihat teman-temannya diantar dan dijemput orang tuanya.Sedangkan dirinya hanya bersama nenek
Hal itulah yang membuat perasaan marah dan kecewa dalam diri Cleo pada papanya.Sudah bertahun-tahun Nenek berusaha melunakkan hati cucunya itu agar mau menemui papanya saat papa Cleo tiba-tiba kembali lagi dalam kehidupannya.Tetapi tidak pernah berhasil.
Berkat Bintanglah akhirnya hati Cleo mau menerima kembali kenyataan bahwa bagaimanapun pahit dan kecewanya dirinya pada papanya, tidak akan pernah merubah hubungan antara orang tua dan anak.
..........................
Sambil menunggu up mampir ke karya teman aku yuk
__ADS_1