Pamit Ini Untukmu

Pamit Ini Untukmu
Salah paham


__ADS_3

Sore ini mentari mulai beranjak dari singgasananya perlahan ia mulai masuk peraduan. Langit di dominasi dengan warna oranye menambah indahnya pemandangan sore ini.


Tetapi sayangnya tidak seperti itu perasaan yang sedang menguasai hati Nelson.Ada perasaan kecewa dan amarah terbesit di lubuk hatinya. Bila ia mengingat pertunangan terpaksa yang awalnya ia pikir hanya bersifat sementara saja ternyata beda dalam pemahaman kedua orang tuanya.


Saat ini hanya ini jalan satu-satunya dan harapannya untuk dapat membatalkan pertunangan itu. Ia akan menceritakan pada Irma tentang kisah cintanya dan rencana untuk menikahi pacarnya. Agar segala rencananya dapat berjalan lancar maka Nelson akan meminta bantuan Irma untuk membatalkan pertunangan palsu ini. Karena diantara dirinya dan Irma tidak ada perasaan apapun. Jadi tidak mungkin pertunangan ini diteruskan.


.............................


"Kenapa mama tidak bertanya jelas kemana perginya anak itu?" Papa Nelson terlihat panik.


"Mama sudah tanya berulangkali pa tapi Nelson cuman diam dia cuman bilang dia baik-baik saja tidak perlu khawatirkan dirinya. Hanya itu." sahut mama.


Papa terlihat sibuk menghubungi seseorang. Dan terlihat serius berbincang dengan seseorang di telepon.


"Bagaimana ini pa?" tanya mama saat suaminya terlihat selesai menelepon.

__ADS_1


"Kita tunggu saja Nelson pasti pulang kok. Kata Indra anak kita sedang pergi degan anaknya.Semoga mereka bisa benar-benar saling mencintai dan jalan kita untuk berbesan dengan pak Indra terwujud dengan lancar." Jelas papa .


"Saling mencintai? Mana mungkin? Nelson sendiri kemarin bilang, kalau ia sudah punya kekasih dan bahkan menyuruh kita melamarnya." bantah mama Nelson.


Papa tertawa lalu menuntun istrinya masuk ke dalam rumah.


"Ma apapun bisa terjadi. Cinta itu bisa datang kapan saja dan pada siapapun tanpa kita sadari. Dan ingat cinta itu ada karena terbiasa.Buktinya anak kita sekarang sedang kencan dengan anak pak Indra." sahut papa bahagia.


Mama menyatukan kedua alisnya."Kenapa perasaanku justru berkata beda ya?" pikir mama. "Tapi ngapain juga tuh anak ke rumah pak Indra dan mengajak pergi Irma." batin mama penasaran.


........................................


Jam di dinding telah menunjukan pukul lima sore. Tanda waktu bekerja telah usai.Kiki dan Gea pun menghampiri Cleo yamg masih terlihat beberes beberapa file kantor.


"Yuk guys kita nongkrong ke cafe sambil kita berusaha mencari info tentang keberadaan Nelson." ajak Kiki pada kedua sahabatnya.

__ADS_1


Setelah urusan kantor selesai.Cleo meraih hape nya dan mengecek beberapa pesan masuk.Dengan wajah serius ia membaca pesan masuk dari kekasihnya. Nelson meminta dirinya agar tidak panik bila mendengar ia pergi dari rumah.Karena kepergiannya untuk menyelesaikan apa yang harus ia selesaikan.Dan semua demi masa depan hubungan mereka.


"Hmm ada apalagi Cley?" melihat sahabatnya itu terdiam lama memandangi layar ponselnya.


"Hmm gak apa-apa. Yuk kita ke cafe!" ajak Cleo sambil meraih tasnya lalu berjalan begitu saja meninggalkan sahabat-sahabatnya.


Kiki dan Gea pun saling berpandangan heran. Tetapi yang bisa mereka lakukan hanyalah mengikuti langkah Cleo.


..........................


Sesampainya di cafe favorit. Mereka berusaha mencari kursi yang posisinya strategis dan bisa nyaman untuk menonton live music. Karena sepertinya Cleo sedang mencari pelampiasan perasaannya dengan menikmati live music di cafe tersebut.


"Cleo ... kamu sudah tahu dimana Nelson sekarang?" Gea penasaran dengan sikap tenang Cleo.


Dan dengan entengnya Cleo pun menggeleng gelengkan kepalanya tanda ia tidak mengetahui keberadaan Nelson.

__ADS_1


Kembali Kiki dan Gea semakin heran."Biarkan saja dia sedang menyelesaikan masalahnya kita tunggu saja hasilnya.Aku hanya berdoa semoga kabar baik yang akan ia berikan padaku " senyum getir Cleo tersungging di bibirnya.


.........................................


__ADS_2