
"Kamu yakin Cleo, dengan keputusan yang kamu ambil ini?" tanya pimpinan perusahaan tempat Cleo bekerja.
"Yakin pak. Saya yakin sekali." jawab Cleo tegas.
"Karir kamu disini sudah lama lho dan kinerja kamu juga bagus. Atau begini saja bagaimana kalau gaji kamu bulan depan saya naikan. Asal kamu tetap berkarir disini.Bagaimana?" tawaran menggiurkan dari pimpinan langsung.
Tetapi Cleo sudah sangat yakin dengan tekadnya untuk berhenti bekerja agar bisa menjauh dari Nelson.
"Maaf pak, saya sebenarnya juga masih ingin bekerja disini tetapi ada satu hal yang membuat saya harus berhenti. Kecuali----"
"Kecuali apa?"
"Kecuali saya di mutasi ke kantor cabang lainnya. Kalau masih tetap disini maaf saya tidak bisa." jawab tegas Cleo.
"Hmm. Kalau boleh tahu kenapa ya? Apa yang membuat kamu tidak nyaman disini? Kamu ada masalah dengan karyawan lainnya?" selidik bos Cleo.
"Tidak pak. Hanya masalah pribadi saja."
" Oke , baiklah akan saya pertimbangkan dulu. Nanti saya kabari lebih lanjut."
"Terima kasih pak." kemudian Cleo mengulurkan tangannya. Dan disambut baik oleh pimpinan.
...........................
"Bagaimana Cley, sudah kamu sampaikan ke bos kalau kamu mau resign?" tanya Kiki penasaran.
__ADS_1
"Iya Cley. Reaksi bos bagaimana saat kamu bilang mau resign?" Gea pun mendesak Cleo.
Cleo dengan santai kembali duduk manis di meja kerjanya. Dan bersiap untuk melanjutkan pekerjaannya hari ini.
"Cley, kok diam sih? Pak bos gak setuju ya?" kembali Gea dengan sok tahunya beropini sendiri.
"Iya nih. Bos tanya gak alasan kamu ingin resign?" kali ini Kiki yang kembali memberondong pertanyaan.
Cleo tersenyum lembut. "Tenang saja , yang penting aku sudah mengajukan permohonan resign.Tapi belum diputuskan sih kata bos masih dipikirkan lagi. Justru aku ditawari naik gaji bila bersedia tetap bekerja disini."jawab santai Cleo.
Kedua sahabatnya langsung berdecak heboh.
"Woww. Serius Cley?"
"Hooh." Cleo mengangguk yakin.
"Kalau kita yang ajukan resign pasti langsung disetujui tapa dirayu dan ditawari naik gaji." merekapun menertawakan pikiran mereka sendiri.
"Cleo. Pulang kerja bareng aku ya. Ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu." tiba-tiba Nelson sudah ada di dekat Cleo.
Sedikit terkejut dengan kemunculan Nelson. Cleo menarik napas beberapakali."Bisa gak ya, kalau datang itu beri salam dulu kek. Jangan tiba-tiba bikin kaget." jawab sewot Cleo.
"Iya iya aku minta maaf. Tapi pulang nanti bareng aku ya?" dengan sorot mata penuh harapan Nelson memohon pada Cleo.
Nelson pun menggenggam tangan Cleo."Kita pulang bareng ya Cley."
__ADS_1
"Ehem." tiba-tiba Tio sudah berada di dekat mereka.
Dengan cepat Cleo menarik tangannya dari genggaman Nelson. Dan melanjutkan pekerjaannya tanpa melihat Nelson sedikitpun.
"Cley, pesanan bapak Santoso kemarin sudah siap?" tanya Tio menyodorkan faktur pesanannya.
"Yang mana?" Cleo meneliti kembali faktur yang diberikan oleh Tio.
"Oh yang ini, kemarin sudah aku buatkan kok orderannya. Coba kamu tanya Gea, di gudang, barangnya sudah ready kirim semua belum?"
"Baiklah" lalu Tio meninggalkan Cleo dan Nelson dengan senyuman penuh arti.
"Kak! Cleo mohon pergilah, jangan dekati Cleo lagi. Gak enak dengan yang lain.Ingat kakak sekarang sudah berkeluarga." ucap Cleo tanpa menoleh ke arah Nelson sedikitpun.
"Cley ini yang ingin aku bicarakan dengan kamu."
"Bicara apa lagi kak? Semua cerita kita sudah selesai .Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan." setengah berteriak Cleo berusaha membuat Nelson meninggalkannya. Cleo menatap tajam penuh emosi pada Nelson.
"Ada apa ini? Cleo ...., Nelson?" tiba-tiba pimpinan sudah berada di belakang Cleo dengan pandangan curiga.
"Ehmm tidak ada apa-apa pak." lalu Nelson pun pergi meninggalkan Cleo.
Perasaan Cleo jadi berantakan. Cleo yakin bosnya mendengar amarahnya pada Nelson tadi "Waduh bagaimana ini?" batinnya.
"Cleo, masuk ruangan saya!' perintah pimpinan.
__ADS_1
Cleo menarik napas dalam. Sambil menatap bergantian ke arah Kiki dan Gea.
...............................