
"Jadi dia? Karena dia kan kamu dingin padaku?" nada suara meninggi penuh emosi keluar dari mulut Nelson.
Cleo masih tertegun dengan kedatangan Nelson yang tidak disadarinya.
Cleo hanya diam seribu bahasa. Ada perasaan marah dan juga malu berkecamuk di hatinya saat ini.
Bagaimana bisa, Nelson menuduhnya seperti itu di depan Bintang lagi. Bintang tidak tahu apapun dengan apa yang sedang terjadi diantara mereka.
"Jadi kamu lupakan aku demi dia!" Nelson terus mencerca Cleo dengan tuduhan-tuduhan kalutnya.
Bintang hanya diam berusaha mencerna apa sebenarnya yang terjadi. Kesalahpahaman ini, sama sekali tidak terpikirkan olehnya akan terjadi.
Plak!!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Nelson.Membuat semua terdiam sesaat.
Cleo tak mampu lagi menahan air mata kecewanya.
"Aku rasa aku tidak perlu memberikan klarifikasi apapun. Karena semua yang kau tuduhkan itu tidak benar. Tolong introspeksi diri sendiri bila ingin tahu kenapa aku bersikap dingin padamu dan berniat melupakanmu .Jangan egois !" Cleo menghapus airmatanya .Ia berusaha keras menahan gejolak emosinya. Lalu Cleopun meninggalkan mereka dan berlari menuju ke kamarnya.
"Cley! Dengar aku! Aku hanya mencintaimu. Cley hanya kamu!" teriak Nelson dalam keputusasaan nya.
Mendengar keributan yang terjadi di ruang tamu nenek kemudian memutuskan untuk menemui Nelson dan mencoba mendinginkan suasana.
__ADS_1
"Nelson, Nenek sudah mendengar semua. Apa yang terjadi dengan hubungan kalian saat ini. Dari Kiki dan Gea.Karena itu tolong, nenek mohon jangan dekati dan sakiti cucu nenek lagi."
"Tapi nek----"
"Nenek berani pastikan tuduhan kamu terhadap Bintang dan Cleo tadi tidak tepat. Pulanglah ada hati yang lebih berhak untuk kamu jaga ." nenek menunjuk ke arah pintu.
"Nek...., Nelson akan jelaskan. Ini semua bukan mau Nelson. Nelson hanya mencintai Cleo---"
"Cukup! Jangan lagi kamu ucapkan kalimat yang dapat menyakiti perasaan cucu nenek. Pulanglah!" Dengan sorot mata tajam nenek mengusir Nelson.
Dengan langkah gontai akhirnya Nelson pun meninggalkan rumah Cleo.Ingin rasanya ia berteriak memberontak dan mengatakan bahwa apa yang terjadi bukanlah keinginannya.
Setelah Nelson pergi.Bintang pun berpamitan sekaligus meminta maaf akan terjadinya keributan .
Nenek tersenyum ranah."Ini bukan salah kamu.Hanya saja kehadiran mu di waktu yang tidak tepat." nenek menepuk pundak Bintang.
..........................
Kunci mobil dilempar begitu saja di meja depannya. Nelson kemudian menghempaskan begitu saja tubuhnya diatas sofa.
Istrinya yang melihat suaminya yang terlihat lelah.Lantas ia menuju ke dapur lalu berinisiatif membuatkan segelas jus jeruk segar untuk menghalau segala keletihan yang dirasakan suaminya.
Sambil tersenyum menghalu, bahwa ia akan menerima sambutan hangat serta ciuman pengganti ucapan terimakasih dari Nelson. Saat ia memberikannya segelas minuman segar untuk suaminya itu.
__ADS_1
Setelah Irma selesai membuat jus, ia pun membawa segelas jus hasil olahannya dengan penuh cinta ke hadapan sang suami tercinta.
Irma sangat yakin sekali suaminya akan senang dan akan mulai mencintai nya.
Sambil mengambil napas beberapa kali dan merapikan rambutnya. Irma pun menghampiri suaminya.
"Haii, kamu pasti kecapean kan? Nih aku bawain kamu jus jeruk segar agar tubuhmu fit kembali." Irma mengambil segelas jus jeruk dan menyodorkan nya pada Nelson, dengan senyuman termanisnya.
Dan tanpa diduganya. Tangan Nelson menampik gelas yang diberikan padanya.
Pyaarr.
Lalu Nelson mendorong tubuh Irma untuk menjauh darinya.Ia bangkit dari posisi duduknya dengan sorot mata penuh dendam dan amarah.Nelson lalu pergi meninggalkan Irma begitu saja.
Walau terkejut dengan reaksi brutal Nelson. Dengan mata berkaca-kaca Irna masih berusaha menghentikan langkah suaminya.
"Tunggu! Apa salah aku? Aku hanya ingin membuat mu bahagia kenapa kamu tega melakukan semua ini.?" ratap Irma.
Nelson menghentikan langkahnya. Lalu membalikkan tubuhnya dengan sorot mata yang begitu menakutkan.
"Ingin membuat ku bahagia? Kamu ingin membuatku bahagia Shitt! Sejak kamu mengacaukan hidup aku dan setuju dengan pernikahan ini.Saat itu juga kebahagiaan aku sudah kamu renggut paksa tanpa tersisa.Dengan egoisnya kamu membuat aku terpisah dengan kekasih ku dan kini dia sudah membenciku. Puas kamu! Jangan pernah lagi kamu ucapkan kalimat demi kebahagiaan aku. No more happiness now! Everything is hell!" Nelson meninggalkan Irma yang menangis dengan pecahan gelas yang berserakan di lantai.
Brakk
__ADS_1
Bunyi pintu kamar ditutup kasar. Kini hanya ada penyesalan dalam hati Irma.Dan tangisan pedih melihat perlakuan suaminya padanya.Tetapi ia yakin bahwa Cinta akan tumbuh karena terbiasa. Harapan itu masih ada.Lalu Irma pun menghapus airmatanya. Dan kembali menyusun semangat untuk menaklukkan hati Nelson.
................................