
"Mana bisa begitu? Kamu sudah gila? Pertunangan bukan pacaran yang bisa putus sambung seenaknya!" Teriak papa Nelson saat anaknya mengutarakan niatnya untuk membatalkan pertunangannya.
"Nak dari awal kan papa sudah menjelaskan dan kamu sudah menyetujuinya bagaimana mungkin sekarang kamu mau membatalkannya begitu saja.!" timpal mama Nelson mencoba meredahkan ketegangan diantara ayah dan anak tersebut.
"Tapi ma...pa...Nelson sudah punya kekasih. Nelson mencintainya gak mungkin Nelson meninggalkannya." Nelson berusaha menjelaskan pada kedua orang tuanya tentang perasaannya.
"Waktu itu Nelson gak paham. Papa menjelaskannya terlalu singkat .Nelson pikir pertunangan itu hanya bersifat sementara saja hanya untuk menyelamatkan nama baik om Indra saja saat itu. Yang sudah terlanjur mengundang banyak kerabat.Bukan untuk seterusnya!" Nelson terus berusaha untuk menyangkal pertunangan palsunya itu.
"Kamu salah nak! Mana bisa seperti itu.! Sama saja itu namanya sengaja mempermalukan om Indra dan menusuknya dari belakang.Papa tidak mungkin melakukan itu. Pak Indra sudah banyak membantu kita nak. Tidak mungkin papa mengkhianati kepercayaannya." Papa merangkul dan menepuk punggung anaknya.
"Aargghh!!" Nelson berteriak kesal lalu pergi begitu saja meninggalkan kedua orangtuanya.
"Son! Dengar papa nak! Kita telah banyak berhutang budi pada pak Indra!"teriak papa Nelson mengingatkan anaknya bahwa sekarang lah waktunya membalas semua kebaikan pak Indra dengan menyelamatkan harga dirinya karena disaat pertunangan anaknya sang calon tunangan telah meninggalkan anaknya begitu saja.Kabur ke luar negeri tanpa pamit.
...................................
__ADS_1
Nelson membawa mobilnya dengan kecepatan yang tinggi.Ia sudah tidak memperdulikan dirinya lagi. Pikirannya kacau.Ingin rasanya ia berteriak melepaskan semua permasalahan yang dihadapinya."Kenapa? Kenapa harus aku yang membayar hutang budi itu!" teriak Nelson kesal, marah tapi tak berdaya.
Mobilnya terus melaju dengan kencang terkadang zig zag melewati mobil-mobil yang lain.
Ingin sekali saat ini ia menghilang dan pergi dari semuanya.KepaIanya sakit luar biasa terasa mau pecah memikirkan semua yang terjadi dalam hidupnya. Nelson teringat akan janjinya pada Cleo.Bahwa dia akan membatalkan pertunangan paksaan itu. Dan akan meminta Kedua orang tuanya untuk segera melamar Cleo.
Tetapi apa kenyataannya semua rencananya berantakan. Nelson bingung apa yang harus ia katakan pada Cleo.Bagaimana kalau Cleo bertanya padanya perihal janjinya itu? Ia tidak sanggup melihat Cleo bersedih apalagi menghancurkan hati kekasihnya itu .Hancur sudah semua impian bahagia bersama Cleo.
Mobil Nelson memasuki pinggir pantai.Lalu ia turun dari mobilnya dan berlari ke pantai menyongsong ombak. Ia pun tersungkur dan berteriak sekeras-kerasnya mengeluarkan semua unek-unek yang ia rasakan.
................
Terlihat sosok wanita yang tampak begitu tenang dan kalem sedang menikmati tiupan angin di wajahnya.
Kedua pipinya basah akibat lelehan air mata yang tak henti-hentinya merembes dari pelupuk matanya yang cantik.
__ADS_1
"Galang kenapa kau tega meninggalkan aku? Kenapa ?? Gara-gara kepergian mu, seseorang kini harus berkorban untuk menggantikan posisimu menyelamatkan papa dari rasa malu dan sakit jantungnya." oceh Irma sedih.
"Apa salah aku padamu,? Kenapa kamu lari? Apakah benar kata orang-orang bahwa selama ini kamu hanya memanfaatkan aku? Kamu jahat !" Irma tak mampu membendung air matanya lebih lama lagi. Tangisannya pecah.
Terlalu banyak yang menasehatinya dulu bahwa kekasihnya itu tidak benar-benar tulus mencintainya.Tetapi ia tidak percaya dan terus buta akan cintanya. Dan kini semua itu ternyata benar .Kekasihnya meninggalkannya begitu saja kabur ke luar negeri tanpa berpamitan sedikitpun. Membuat kehebohan dan kepanikan dalam keluarga besarnya.
Malu? Sedih ? Kecewa? Dan narah?Ya semua rasa itu merupakan paket lengkap yang Irma rasakan saat ini.
Betapa berdosanya dirinya melihat papanya malu dan jatuh harga dirinya bila kemarin tidak ada keluarga Handoko penyelamat keluarga ini dari rasa malu. Yang tiba-tiba saja disaat detik terakhir dan semua harapan menunggu kehadiran Galang telah pupus .
Keluarga Handoko mengambil alih tanggung jawab Galang. Mengganti calon tunangannya yang kabur dengan anaknya Nelson.Sehibgga acara pertunangannya tidak batal sia-sia dengan rasa malu yang amat sangat
"Seandainya saja, aku dari awal mau mendengar apa yang dikatakan orang-orang.Mungkin kejadian memalukan dan merepotkan orang lain ini tidak akan pernah terjadi." sesal Irma.
Tapi nasi sudah menjadi bubur dan penyesalan selalu saja hadir di belakang.Setelah semua hancur dan berantakan barulah rasa sesal itu hadir.
__ADS_1
............................................