
Hingga hari keempat tubuh Nelson belum juga diketemukan. Tidak ada lagi tanda-tanda atau petunjuk yang bisa digunakan untuk mencari lebih detail lagi keberadaan Nelson.
Cleo berdiri di tepi pantai sambil menatap ombak yang bergulung bergantian."Nelson maaf kan aku." tangis Cleo.
Cleo masih ingat terakhir bersama Nelson. Waktu itu Nelson terus memaksa dirinya untuk mengakui perasaannya bahwa sesungguhnya di hati Cleo masih tersimpan rasa cinta untuknya.
"Aku tahu kamu masih mencintaiku. Kamu tidak bisa terus membohongi dirimu. Aku tahu itu. Cukup Cleo hentikan semua kebohongan ini. Jangan terus kamu bohongi hatimu." kalimat Nelson itu kini terus terngiang di benak Cleo.
Cleo terduduk di tepi pantai.Sambil menyesali diri."Maafkan aku .., maafkan aku. Kamu benar aku masih mencintaimu.Tapi keadaan yang memaksa aku untuk menyimpan rapat-rapat perasaan itu.Maaf kan aku Nelson.Andai kamu tahu dibalik rasa kecewa dan kebencian ini rasa cinta itu masih ada. Tersimpan rapat demi kebahagiaanmu dan Irma." tangis Cleo.
Tiba-tiba ada sepasang tangan melingkar di pinggang Cleo.
"Sstt, biarkan aku memelukmu begini." ucap Bintang.
Hati Cleo bercampur aduk.Ia berusaha menghapus air matanya.
"Menangis lah bila kamu ingin menangis. Keluarkan semua kegundahan hati mu. Biarkan airmata dalam tangisanmu itu membasuh luka dan kesedihanmu." ucap Bintang.
Cleo merasa tidak enak. Ia tidak tahu sejak kapan Bintang sudah berada di belakang dirinya. Sebanyak apakah ia mendengar semua ucapannya tadi.
__ADS_1
Bintang terlalu baik hingga Cleo akan merasa sangat bersalah sekali bila mengecewakan apalagi hingga menyakiti hatinya yang begitu baik dan penuh pengertian.
Cleo sadar cinta Bintang padanya bukan kaleng-kaleng. Ia bahkan tidak pernah marah bila terkadang ia masih sering terlihat memikirkan Nelson disaat mereka berdua sedang bersama.
"Bintang...," panggil Cleo lirih.
"Hmmm," gumam Bintang.
"Maafkan aku."
Bintang hanya memeluk erat tubuh calon istrinya tersebut dan sesekali mencium ujung kepala Cleo.
"Membohongi ku? Aku tidak mengerti." sahut Bintang.
Cleo terdiam ragu." Sesungguhnya aku masih ----"
"Mencintai Nelson. Aku tahu." sahut Bintang cepat.
Cleo membalikkan tubuhnya.Hinhga kini mereka saling berhadapan.
__ADS_1
"Kamu tahu?" tanya lirih Cleo.
Bintang mengangguk.
Ia menyentuh kedua bahu Cleo."Cleo hubungan kalian itu bukan hanya hubungan satu dua bulan saja. Tetapi sudah tahunan. Jadi mustahil rasanya bila perasaan yang ada diantara kalian bisa hilang begitu saja. Apalagi bukan karena kalian tidak lagi saling cinta tetapi semata karena terhalang restu orang tua."
"Aku tahu selama ini kamu hanya berusaha menipu diri saja.Seperti yang kamu katakan tadi " ucap Bintang.
"Kamu mendengarnya?" tanya Cleo merasa bersalah.
Bintang tersenyum.
"Seperti yang pernah aku sampaikan pada Nelson waktu itu. Aku tidak peduli biarpun kamu masih menyimpan rasa itu untuk Nelson. Tetapi kenyataannya kamu saat ini adalah milikku.Dan bila saat ini kamu belum bisa seutuhnya mencintai ku aku yakin suatu saat aku bisa membuat mu jatuh cinta seutuhnya padaku." ucap Bintang.
Cleo menangis tersedu-sedu dalam pelukan Bintang. Ia tidak menyangka Bintang sungguh memiliki hati yang luar biasa.
"Aku janji Bintang aku akan selalu belajar untuk mencintaimu.Hingga kelak aku benar-benar pantas bersanding dengan cintamu." ucap Cleo dalam tangis harunya.
"Aku percaya itu. Aku percaya saat itu pasti akan datang." Bintang mencium kening Cleo penuh kasih sayang.
__ADS_1
.................................