
"Akhirnya selesai juga." Cleo menggeliatkan badannya.dan melepas kacamatanya.
Stok opname yang sangat melelahkan. Berbagai jenis item sudah dipisahkan menjadi barang yang penjualannya cepat, sedang dan lambat.
"Wahh...., akhirnya selesai juga ya mbak." ucap Rini patner kerja baru Cleo.
Cleo mengangguk sambil memijit tangannya yang terasa pegal.
"Istirahat saja mbak. Sebentar lagi jam kerja selesai kok." ucap Rini lagi.
"Iya Rin.Terima kasih ya sudah dibantu." Cleo tersenyum ke arah Rini.
"Sama-sama mbak. Rini doakan mbak Cleo betah disini."
"Aminn" suara ponsel Cleo pun berbunyi.
Cleo melihat tulisan di layar ponselnya terbaca BINTANG. "Bintang? Ada apa dia menelepon ku?." gumam Cleo penasaran.
Cleo pun menerima telepon masuk dari Bintang.
"Hai Cleo Malam ini kamu ada acara tidak? Pastinya tidak. Kan teman kamu satu-satunya di kota ini hanya aku." terdengar suara terkekeh dengan pede nya di telepon.
"Geer kamu.Ada lah nih Rini teman kantor aku." sahut sewot Cleo.Walau ia tahu Bintang hanya bercanda tapi keki juga dengan tingkah sok percaya dirinya.
"Hahaha Rini kan sudah berkeluarga,anaknya juga masih kecil-kecil. Bisa sangat dipastikan hanya aku teman nongkrong asyik kamu" kembali terdengar suara Bintang tertawa puas.
"Bener juga sih" gumam Cleo.
"Cleo ntar jam tujuh aku jemput ya.Pulang kantor kamu mandi yang bersih dan wangi lalu kita pergi ke suatu tempat. Aku yakin kamu suka.Okay! Tidak ada kata tidak." Tut...Tut...Tut....bunyi hubungan telepon terputus.
__ADS_1
Cleo hanya terdiam memandang layar ponselnya.Lalu tersenyum,"Dasar gila!"
Bagi Cleo kehadiran Bintang cukup membuat hari-harinya berwarna.Walaupun seringkali Bintang berlaku berlebihan dan penuh percaya diri.Tapi Cleo suka dengan cara Bintang berteman dengannya.
Bersama Bintang tidak dipungkiri membuat kesedihan dan kekecewaan yang ia rasakan terlupakan sesaat.
Saat ini Bintang adalah tempat ia bersembunyi dan lari dari sakit dan pedihnya kenyataan yang harus ia hadapi.
Entah bagaimana caranya bersama Bintang, Cleo merasa bisa kembali tertawa lepas dan merasakan hidup kembali.Bintang selalu bisa membuatnya tersenyum. Tidak pernah sekalipun Bintang kehabisan akal untuk membuatnya tersenyum.
Mengingat itu semua, Cleo merasa sangat berterima kasih dan bersyukur atas kehadiran Bintang dalam kehidupannya.
.....................
"Akhirnya..., sampai juga di Jogja. Pertama yang harus aku temukan adalah kantor cabang Jogya." gumam Nelson. Ia kembali melihat catatan alamat kantor Cabang di Jogja.
Setelah celingukan kesana kemari akhirnya yang dicari Nelson ia dapatkan.Persewaan motor harian.
Dengan semangat empat puluh lima.Nelson mendatangi kantor persewaan motor.Setelah bertanya persyaratan nya dan berapa harga sewa per dua puluh empat jam.Akhirnya Nelson pun menyewa satu motor matic untuk dirinya.
Dengan berbekal motor sewaan serta petunjuk lokasi, Nelson mencari kantor cabang tempat Cleo dipindahkan.
Dan Nelson akhirnya berhasil.Senyuman lebar pun terukir jelas di bibir Nelson.
Saat ini ia telah berada tepat di depan kantor cabang tempat Cleo bekerja. Tetapi sayangnya kantor baru saja tutup dua puluh menit yang lalu.
Bukan masalah bagi Nelson. Yang terpenting baginya tempat kerja Cleo sudah ia temukan.Besok ia akan menunggu Cleo saat pulang kerja dan mengajaknya bicara dari hati ke hati."Pasti lebih mudah karena kedua sahabat Cleo Kiki dan Gea. Yang biasa menjadi tempat Cleo meminta bantuan untuk menghindari dirinya tidak ada disini." pikir Nelson dengan senyum penuh kemenangan.
Setelah mengetahui lokasi Cleo bekerja.Kini saatnya Nelson mencari tempat penginapan yang tidak jauh dari kantor baru Cleo.
__ADS_1
Setelah berkeliling, akhirnya ia menemukan home stay yang bernuansa pedesaan. Terkesan nyaman dan sejuk.
Setelah beristirahat sebentar.Dan membersihkan diri.Nelson pun berniat untuk mencari makan malam sambil berkeliling mencari tempat makan yang suasananya nyaman.
Akhirnya ia berhenti di sebuah cafe yang terlihat begitu asri."Hmm, boleh juga tempat ini.Besok aku akan ajak Cleo kesini. Sekarang aku coba makanannya dulu" gumam Nelson.
Dengan langkah yakin penuh harapan. Nelson memasuki cafe tersebut.Tiba-tiba matanya tertuju pada sosok wanita yang sangat familiar di matanya. Wanita itu sedang berbincang-bincang dengan seorang lelaki.
Tidak lama kemudian laki-laki itu masuk ke dalam Cafe dan meninggalkan wanita itu seorang diri.
Nelson masih terus mengamati dan mencoba meyakinkan diri dengan apa yang dilihatnya.
"Seperti aku mengenalnya. Tetapi dimana ya?" pikir Nelson.
Beberapa menit kemudian Cowok itu kembali lagi dan hendak meninggalkan cafe bersama wanita yang menunggunya di halaman parkir tadi.
Saat Wanita itu hendak naik ke boncengan motor teman cowoknya.Sekilas wajah wanita tadi tersorot jelas oleh lampu taman.
"Cleo!" Nelson merasa yakin yang ada di depannya saat ini dan yang sejak tadi ia amati adalah Cleo kekasihnya.
Dadanya tiba-tiba merasa berdetak lebih cepat dan terasa sangat nyeri.Darahnya terasa naik hingga ubun-ubun. Melihat Cleo hendak berboncengan dengan lelaki lain.
............................
Jangan lupa dukungannya ya biar othor semakin semangat.☺️
Sambil menunggu up mampir ke karya teman aku yuk
__ADS_1