
Galang. Namanya terkenal di grup 'lambe SMA Mandala' karena dirinya termasuk ke dalam golongan siswa tampan di SMA Mandala.
Julukan pangeran kelas ia dapatkan karena ucapan tak sengaja dari siswi di kelasnya. Sampai sekarang julukan Pangeran kelas itu ada untuk dirinya. Tepatnya, Pangeran kelas XI IPS 2.
BRUM... BRUM...
Suara deru motor Galang membuat perhatian hampir semua orang teralihkan. Cewek-cewek langsung berhenti berjalan demi melihat wajah tampan Galang pagi ini. Cuci mata, katanya.
Galang berhenti di parkiran sekolah. Cowok itu melepas helm full facenya dan menaruh helm itu di stang motornya. Ia menyugar rambutnya ke belakang sambil menatap pantulan kaca sepion. Membuat cewek-cewek di sana tidak berkedip. Se-mempesona itu kah Galang?
Dengan PD Galang turun dari motor ninja merahnya, dan berjalan menuju kantin karena merasa malas menunggu bel berbunyi di dalam kelas.
Di koridor, ia mendengar bisik-bisik cewek memujinya, ada juga yang berkata sedikit keras dan bahkan berteriak agar Galang mendengarnya.
"Ada cogan lewat!!"
"Wihh! Pangeran kelas sebelas IPS dua!"
"Namanya Galang kan?"
"Iya namanya Galang! Eh, Galang kelihatan ganteng banget sumpah."
"Iya loh. Mayan, pagi-pagi gini cuci mata liat cogan."
"Galang! Lo kok bisa ganteng gitu sih?! Bibit unggul ya?"
"Galang bagi nomor dong?"
"Galang, lo udah punya cewek belom? Pacaran yok!"
"Galang gantengnya..."
"Aku padamu Galang! Lope-lope!"
Galang menggeleng heran. Centil sekali meraka. Ia duduk di salah satu kursi yang ada di kantin. Tanpa sadar tatapannya mengarah ke seorang cewek yang sejak pertama kenal sangat menarik perhatiannya.
Dia adalah Regina valeria. Yang merupakan teman sebangkunya yang tengah membaca buku novel sambil sesekali memakan roti.
"Kenapa ya kalo gue deket sama Gina ada sesuatu yang aneh di diri gue? Dan kenapa kalau Gina senyum, gue merasa tenang dan ikut senang?" Gumam Galang.
"Cinta kali Lang!" Galang terlonjak kaget karena temannya yang bernama Dika tiba-tiba bersuara dan memukul pundaknya. Cowok itu nyengir.
__ADS_1
Galang mendelik menatap Dika. "Setan," umpat Galang. Membuat Dika terkekeh di buatnya.
"Eh, PR dari Bu Tresna lo udah belum? Gue nyalin dong!" Pinta Dika dengan wajah memelasnya.
Galang menepuk jidat. Dia lupa. "Astaga... gue lupa Dik." Jawab Galang membuat Dika cemberut.
Detik berikutnya Galang menjentikkan jari mendapat ide. "Aha! Gue nyalin punya-nya Gina aja kalo gitu." Kata Galang.
'Sekalian PDKT.' Lanjutnya membatin.
"Wih boleh tuh. Ntar gue ikut nyalin ya?" Sambar Dika.
Galang mengangguk. "Of course." Balas Galang. Cowok itu beranjak berdiri, dan berjalan menghampiri Gina. Gina oh Gina...
"Hai Sayang!" Sapa Galang sambil menduduki kursi di depan Gina.
Gina menoleh dan menatap tajam Galang. "Pergi lo!" Usir Gina. Entah kenapa cewek itu sangat merasa terganggu jika ada Galang.
"Etss jangan marah dong? Nanti cantiknya ilang lho!" Ujar Galang sok manis sambil menebar senyum. Demi Dewi neptunus! Rasanya Gina ingin sekali menonjok wajah Galang sekarang juga!
Gina berdecak. "Basi! Lo mau apa?" Tanya Gina to the poin. Ia tahu jika Galang sedang menginginkan sesuatu darinya.
"Lupa apa pura-pura lupa?"
"Ehehe lupa sayang. Lo pasti udah kan? Sini-sini gue lihat!"
"Enak banget ya lo ngomong gitu?" Alis Gina tertaut. Marah kah?
"Ya... iya? Kan gue... emang mau nyalin PR lo."
"Nyalin apa nyontek?"
"Nyalin sama nyontek sama aja kali!"
Gina membuang napasnya kasar. "Ya bedalah Lang!"
Galang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Perasaan, setahu Galang nyontek sama nyalin itu sama saja. Sama-sama menulis ulang tulisan orang lain. Itu sama saja menyalin kan? Atau menyontek? Ah, Galang jadi pusing sendiri memikirkannya.
•••
Setelah membujuk Gina lama tapi tidak membuahkan hasil. Akhirnya Galang berakhir di suruh membersihkan toilet bersama Dika dan Kafi karena tidak mengumpulkan PR dari Bu Tresna.
__ADS_1
Galang terduduk di atas lantai toilet. "Aduh Dik! Pinggang gue encok Dik! Dari tadi nyiram-ngepel bolak-balik," keluh Galang. "Gue nyerah deh!"
"Aelah, gitu aja nyerah lo! Cemen!" Ejek Kafi. Cowok berkaos hitam itu masih sibuk mengepel lantai toilet. Toilet di SMA Jayasakti ada sekitar 40 toilet. Dan ketiga cowok itu di suruh membersihkan 34 toilet. Bayangkah saja sendiri bagaima cape-nya?
Galang berkacak pinggang sambil menatap tak suka ke arah Kafi. "Heh! Berani lo bilang gitu sama pangeran kelas?"
Kafi menatap malas Galang.
"Apa lo liat-liat! Mata lo mau gue colok?!" Tanya Galang galak.
"Udah-udah! Ngapain sih lo berdua debat, nggak guna!" Lerai Dika yang baru saja selesai menyiram. Galang dan Kafi memang belum akrab semenjak pembagian kelas. Keduanya terlihat sama-sama tidak menyukai satu sama lain, menurut Dika.
Galang menoleh menatap Dika. "Dik, udah ah yok cabut! Biar si Kafi aja yang bersihin!"
"Enak aja! Nggak bisa gitu dong! Orang yang di hukum bertiga, bukan gue aja!" Protes Kafi.
"Tadi lo ngatain gue cemen karena gue ngeluh. Ya kalau lo nggak cemen berarti lo bisa dong ngatasin sendiri?" Ujar Galang.
Kafi menggeleng. "Ogah! Enak di elo nggak enak di gue." Balas Kafi tak terima. "Eh tapi... gimana kalo kita kabur aja? Bilang aja semua udah di bersihin. Toh Bu Tresna nggak bakalan ngecek satu-satu toilet yang banyak ini kan? Belum lagi toilet kan ada di berbagai lantai sekolah, nggak ngumpul ada di satu lantai aja? Gimana?"
Galang dan Dika mengangguk pelan. Benar juga. Kenapa nggak kepikiran ya?
"Bener sih kata lo, hmm gue setuju deh!" Ujar Galang.
"Gue juga!" Sambar Dika.
"Yaudah yok ke kantin, gue cape. Lo mau ikut nggak Kaf?" Ajak Galang.
Kafi menunjuk dirinya sendiri. "Lo ngajak gue?" Tanya Kafi memastikan. Apa dirinya tidak salah dengar? Seorang Galang yang di kenalnya sebagai cowok songong mengajaknya? Serius nih?
"Iya lah! Yang lagi ada di sini nama Kafi cuma lo doang. Mau nggak?"
Kafi mengangguk. "Ayoklah! Gue juga haus." Balas Kafi. Kemudian ketiga cowok itu berjalan beriringan menuju kantin sekolah sambil mengobrol dan sesekali tertawa. Ternyata Galang tidak seburuk yang Kafi kira. Dan Kafi tak seburuk yang Galang kira. Sepertinya ini adalah awal pertemanan antara Galang dan Kafi disini.
•••
Tolong bantu Like, dan Komen di setiap episode. Vote, Rate⭐5, dan follow juga ya...
Jangan lupa tambahkan cerita Pangeran Kelas ini ke dalam rak buku favorit kalian...
Thank you...
__ADS_1